MENELUSURI SUKA DUKA PELACUR KELAS BAWAH DI MANADO
Jadi Pemuas Nafsu, Diajak Kumpul Kebo pun Boleh
Demi rupiah tubuhpun jadi dagangan. Namun kehidupan ini selalu menawarkan hal tak terduga. Pada akhirnya hati yang menentukan pilihan sendiri……..
KEHIDUPAN memang sering tak sejalan dengan keinginan manusia. Kadang apa yang diharapkan tak sesuai dengan kenyataan, sehingga pilihan sangat sulit untuk ditetapkan.
Karena kalau salah memilih, konsekwensinya sangat berat. Salah-salah malah jatuh ke lembah nista.
Inilah realita yang terjadi di Manado. Dari penelusuran Koran Ini, ada hal seperti ini yang terjadi. Rin (samaran-red) sebut saja begitu, demi memenuhi kebutuhan hidupnya harus terjun ke lembah hitam, menjadi pelacur. Profil wajahnya yang cantik, memang membuatnya disukai banyak orang.
Pernah menjalani hidup berumah tangga, namun kandas, yang alasannya tak mau dikemukakannya. Dengan alasan memenuhi kebutuhan hidupnya ia lalu mulai bekerja. Mulanya yang halal, namun akhirnya ia terdampar ke lembah nista.
Menjadi pemuas nafsu, tak membuatnya merasa jijik. Malah terlihat ia menikmati pekerjaannya itu. Karena tak terlihat guratan beban di wajahnya. Malah hidupnya terlihat enjoy-enjoy saja. Tak ada beban terlihat di wajahnya. Malah setiap malam ia keluar jalan-jalan.
Namun investigasi yang dilakukan, ternyata setiap malam ia akan menjajakan dirinya di sebuah ‘lokasilisasi’. Setelah menjadi pasangan pemuas birahi para lelaki hidung belang, ia akan pulang dengan membawa uang. Kendati uang yang dibawanya pulang tak banyak, namun Rin tetap enjoy.
Tetapi kemudian ia menemukan lelaki, yang mau dengannya. Lalu sepakat untuk hidup bersama dengan lelaki itu. Kendati hanya menjadi pasangan kumpul kebo, ia mulai berusaha menghormati kesepakatan itu.
Tetapi ternyata lama menjadi pemuas nafsu tak membuatnya betal berdiam diri. Malam harinya, saat pasangan hidupnya berada di luar kota, iapun keluar kerja. Menjadi kupu-kupu malam dan melayani para tamu. Ngos-ngosan, di kamar-kamar hotel murahan sampai mandi peluh dan menerima bayaran. Kemudian pulang dengan membawa segepok uang.
Namun rupanya Rin masih takut kalau pasangannya tahu. Maka kalau pasangan hidupnya itu ada. Ia memilih diam di rumah. Tak mau ketahuan kalau ia baru saja menjajakan dirinya. Begitu seterusnya kehidupannya berputar, dan kepada POSKO ia mengatakan masih butuh uang, jadi ia memilih menjajakan dirinya. Namun yakin akan ada jalan untuknya. Apalagi, sekarang keluarga pasangannya sudah tahu kalau ia adalah teman hidup anak mereka.
itu sih bukan krn tidak punya uang, tapi demen alias keenakan..
SADAR…
Hidup Memang Penuh Misteri, setiap manusia mempunyai memory yang berbeda2.