Harian Pagi OnLine

…mengabarkan

Obama dan McCain Bersaing di Ohio dan Pennsylvania

Washington (ANTARA News) – Dengan hari pemungutan suara tinggal sekitar 24 jam lagi, kampanye kedua calon presiden AS dipusatkan di Ohio dan Pennsylvania sebagai negara bagian sangat penting, demikian laporan media AS, Senin.

Calon presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama dan calon wakil presiden dari Partai Republik, Sarah Palin berselang-seling tampil pada Ahad, sementara calon presiden Partai Republik, John McCain kembali ke Pennsylvania, demikian laporan Los Angeles Times, seperti dikutip Xinhua.

Washington Post melaporkan kampanye kedua kubu diperkirakan berakhir dalam waktu berdekatan di Ohio, sesuatu yang bertolak-belakang dengan perjuangan dalam setahun, saat ekonomi yang buruk malah memberi dukungan bagi Obama dan calon lain Demokrat.

Ohio kehilangan 300.000 lapangan kerja di sektor industri pada dasawarsa ini dan penghasilan klas menengah telah anjlok sebesar 3 persen, tapi jajak pendapat memperlihatkan Obama berada pada posisi yang tak jauh berbeda dengan keadaan saat John F. Kerry kalah dari George W. Bush, dengan selisih dua angka dalam pemilihan presiden terakhir.

NBC memberitakan Obama berharap akan menang di Ohio.

Kubu Demokrat telah menghabiskan lebih banyak waktu di Ohio dibandingkan dengan di negara bagian lain sejak meraih pencalonan, tapi itu adalah negara bagian tempat ia sebenarnya tak harus menang.

Kekalahan di Ohio, dan bahkan kekalahan di Pennsylvania, dapat diimbangi oleh kemenangan di tempat lain, seperti North Carolina, Virginia dan Indiana, kata media massa setempat.

Sebagaimana dikutip Wall Street Journal, manager kampanye McCain, Rick Davis, mengatakan Pensylvania, tempat Kerry menang pada 2004, akan menjadi negara bagian paling penting untuk diamati Selasa.

Berjuang hingga akhir

Sementara itu, kampanye Obama dan McCain meningkatkan perjuangan mereka hingga akhir, termasuk operasi besar menjemput suara (GOTV) di lebih dari selusin negara bagian yang menjadi ajang pertempuran, menjawab jutaan telefon, mengirim surat dan mengetuk pintu.

Wall Street Journal melaporkan pertemuan nasional dan negara bagian partai Demokrat menguras lebih banyak uang dibandingkan dengan yang dilakukan partai Republik dalam berbagai operasi lapangan, setelah bertahun-tahun menyerahkan keuntungan dalam pengaturan tingkat lapangan kepada mesin pengumpul suara parta Republik.

Catatan keuangan memperlihatkan partai Demokrat telah menyewa lima sampai 10 kali lipat staf lapangan berbayar di negara bagian yang belum menentukan pilihan dibandingkan dengan parta Republik.

Los Angeles Times menyatakan McCain telah mengincar daerah kaya tepat di sebelah utara Columbus sebagai satu dari 15 wilayah di Ohio, tempat ia perlu menghimpun perolehan suara jika ia ingin mengalahkan Obama pada Selasa di negara bagian yang suaranya harus direbut itu.

Tetapi pada Jumat malam, hanya sembilan relawan yang melayani 24 telpon di kantor kampanye McCain.

Sebaliknya, relawan kampanye Obama telah membanjiri daerah tersebut. (*)

November 4, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Politik | , , , , , , | No Comments Yet

Polisi Memperluas Pengamanan Dermaga Wijayapura

Cilacap (ANTARA News) – Polisi memperluas pengamanan di Dermaga Wijayapura, pelabuhan penyeberangan menuju LP Nusakambangan Cilacap, hingga radius 100 meter, namun belum diketahui kapan eksekusi terhadap terpidana mati Bom Bali I, Amrozi dan kawan-kawan, dilaksanakan.

Peningkatan dan perluasan radius pengamanan terjadi sejak pukul 06.00 WIB, yakni saat para sipir atau petugas lembaga pemasyarakatan (LP) yang bertugas siang berdatangan untuk menyeberang ke Nusakambangan, wartawan ANTARA News melaporkan dari Cilacap, Jateng, Selasa.

Tiga personel Brimob, salah satunya bersenjata laras panjang, tampak berjaga di pertigaan Terminal Batu Bara Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap yang berjarak sekitar 100 meter dari gerbang Dermaga Wijayapura.

Setiap orang yang datang ditanya keperluannya dan diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraannya, termasuk pemeriksaan bagasi.

Warga yang tidak mempunyai tujuan jelas mendatangi tempat itu atau hanya sekadar melihat-lihat situasi dermaga, dihalau petugas untuk meninggalkan tempat itu.

Bahkan, wartawan yang tidak membawa kartu identitasnya (kartu pers) karena tertinggal di penginapan, tidak boleh memasuki area pengamanan dermaga meski wartawan tersebut telah melakukan peliputan sejak beberapa hari lalu.

Sementara itu berdasarkan sumber ANTARA di Nusakambangan, lokasi eksekusi Amrozi dan kawan-kawan telah disiapkan di kawasan “Nirbaya” yang berada di perbukitan sekitar 6 kilometer sebelah selatan LP Batu.

Nirbaya merupakan sebuah lembaga pemasyarakatan peninggalan Belanda yang kini dijadikan tempat eksekusi bagi sejumlah terpidana mati.

Berdasarkan catatan, empat peristiwa eksekusi terjadi di sana yakni dua terpidana kasus subversi, Umar (1985) dan Bambang Suswoyo (1987) serta dua terpidana warga negara Nigeria yang kasus narkoba, Samuel Iwuchukwu Okoye dan Hansen Anthony Nwaolisa pada 26 Juni 2008.

Namun hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan eksekusi bagi Amrozi dan kawan-kawan.
(*)

November 4, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Kriminal | , , , , , | No Comments Yet

Sang Dermawan Tersandung Tragedi Zakat

Oleh Musyawir

Pasuruan (ANTARA News) – Haji Syaichon Fikri (55) yang tinggal di Jl. Dr Wahidin Sudirohusudo Gang Pepaya No. 169 Kelurahan Purutrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan, Jawa Timur, dikenal masyarakat sebagai seorang dermawan.

Juragan aneka kulit hewan ternak itu telah lama secara rutin membagi-bagikan zakat kepada warga, terutama setiap tanggal 15 Ramadhan.

Ketua RT 03/04 M Shaleh Riyanto yang ditemui di rumahnya, Senin (15/9) malam mengatakan, keluarga Syaichon dikenal warga sekitar sebagai orang yang baik.

Selain secara rutin memberi zakat pada setiap Ramadhan, Syaichon juga sering berderma kepada warga di sekitarnya.

“Salah satu contohnya, mushala yang digunakan warga sekitar untuk kegiatan pemberian zakat itu, juga dibangun Haji Syaichon,” kata Shaleh.

Meski mushala tersebut dibangun dari dana pribadinya, tempat ibadah tersebut digunakan bagi seluruh umat. Sholeh juga mengatakan, hubungan Syaichon dengan tetangganya setiap harinya juga akrab dan terbuka.

Bapak empat anak itu sudah menempati rumah di Kelurahan Purutrejo sejak tahun 1983.

Namun kegiatan membagi-bagikan zakat kepada warga dilakukan sejak 1990-an. “Secara rutin Haji Syaichon memberi zakat kepada warga setiap 15 Ramadhan,” kata Shaleh.

Syaichon dikenal warga sekitar sebagai orang yang mampu karena menggeluti usaha sebagai pengepul kulit aneka satwa ternak dari para penjagal, disamping usaha jual beli mobil.

“Pembagian zakat yang dilakukan keluarga Syaichon selama ini aman-aman saja. Paling ada sejumlah orang yang pingsan karena saling berdesakan,” kata Shaleh.

Namun pembagian zakat kali ini sungguh tragis. Sebanyak 21 orang tewas, dan sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka dan pingsan akibat terinjak-injak.

Shaleh mengungkapkan, setiap membagi-bagi zakat, warga sekitar selalu memaklumi jika Haji Syaichon menggunakan gang dengan cara menutupnya.

“Wajar jika ada seseorang yang mempunyai hajat terpaksa menutup jalan. Kegiatan tersebut kan tidak setiap hari,” kata Shaleh. Bahkan Shaleh menilai persiapan Syaichon untuk melaksanakan membagi-bagi zakat lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jika tahun-tahun sebelumnya para penerima zakat tersebar masuk ke gang-gang dan pematang sawah, kali ini dikumpulkan dalam satu gang.

Warga yang telah masuk dalam gang juga telah dijelaskan lewat pengeras suara di mushala bahwa warga yang telah masuk, dijamin akan mendapat zakat. Untuk itu para warga diminta untuk sabar dan tertib.

Namun realitasnya, warga tidak serta merta mengikuti ajakan tersebut. Warga yang datang tanpa mendapat kupon terlebih dulu tanpaknya masih merasa was-was dan ingin segera mendapat bagian terlebih dulu.

Padahal setiap tahunnya, tidak ada warga yang telah datang yang tidak kebagian zakat.

Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, pembagian zakat selalu diumumkan lewat radio. Warga yang akan mendapatkan zakat diminta datang tanpa syarat tertentu, baik warga Kota maupun Kabupaten Pasuruan.

Namun para penerima zakat diutamakan para kaum perempuan yang telah berkeluarga.

Nurul (30) seorang warga Bangil mengetahui ada pembagian zakat lewat radio. Untuk itu ia berangkat bersama tetangga lainnya sejak pukul 06.00 pagi. Namun sesampai di lokasi, ratusan calon penerima zakat telah saling berdesakan.

Karena biasanya berlangsung aman, pembagian zakat itu tak pernah meminta bantuan polisi. Namun kali ini kondisinya berbeda, jumlah calon penerima zakat tampaknya bertambah. Diperkirakan mencapai ribuan orang.

Pada tahun-tahun sebelumnya pembagian zakat dilakukan dengan cara membuat antrian melewati sebuah pematang selokan, kemudian Hj Hanifah Hasan, istri Haji Syaichon yang duduk di sudut gang, memberikan uang zakat kepada warga.

Oleh karena itu hampir setiap tahun, adegan warga jatuh ke selokan selalu terjadi.

Kali ini pembagian zakat dipersiapkan lebih rapi. Warga calon penerima zakat dikumpulkan dalam satu gang. Warga yang akan ikut antri juga telah diberi jadwal, pada pukul 09.30 harus sudah masuk ke gang, karena tepat pukul 10.00 pembagian segera dimulai dan berakhir pukul 12.00 siang.

Sedangkan bagi mereka yang datang terlambat tidak diperkenankan lagi memasuki gang yang telah ditutup dengan pagar bambu. Agaknya pengumpulan warga di sebuah gang yang tertutup dengan maksud agar lebih tertib justru mengundang bencana.

Warga yang telah masuk gang tidak bisa lagi keluar masuk. Termasuk warga yang telah jatuh pingsan akibat terlalu lama antri juga tidak diperkenankan keluar lagi.

Kondisi warga yang telah lelah antri semakin buruk akibat saling desak dan dorong untuk berebut ke satu pintu pembagian zakat di halaman mushala yang hanya dibuka sekedar cukup masuk satu orang saja.

Derasnya dorongan dari arah timur, barat, dan utara menuju ke pintu mushala membuat gerakan tak normal.

Lautan warga yang berdesak-desakan itu akhirnya ambruk ke utara, namun dorongan warga dari arah timur dan barat tetap terus merangsek ke pintu mushala, akibatnya warga yang telah jatuh dan tertumpuk tidak bisa bangun dan terus terinjak-injak.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar seperempat jam setelah pembagian zakat dimulai.

Meski mengetahui sejumlah warga telah jatuh, warga lain dari arah timur dan barat terus merangseknya. Sedangkan pintu mushala tidak juga dibuka, karena panitia ketakutan kewalahan jika warga masuk dengan jumlah banyak.

Kondisi tersebut membuat warga yang jatuh tertumpuk dan terinjak-injak semakin kehabisan nafas dan pingsan di lokasi kejadian.

Sementara pembagian zakat masih terus berlangsung dengan antrian hanya satu per satu orang saja.

Antrian pembagian zakat baru berhasil dibubarkan setelah dua SST polisi datang sekitar pukul 11.00. Polisi datang terlambat, sejumlah korban telah tewas, luka-luka dan pingsan.

Walikota Pasuruan Aminurrokhman menyayangkan terjadinya tragedi pembagian zakat yang sampai menelan korban jiwa tersebut. Terlebih pembagian zakat dilakukan tanpa sepengetahuan aparat mulai dari RT/RW hingga aparat keamanan di tingkat Muspida Kota Pasuruan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua MUI Kota Pasuruan HA Dhofir. Ia menyayangkan adanya kegiatan pembagian zakat yang melibatkan ribuan orang tanpa melakukan koordinasi dengan aparat keamanan.

Bahkan HA Dhofir yang Ketua Badan Amal Zakat (BAZ) Kota Pasuruan juga menyayangkan pembagian zakat yang tidak dikoordinasikan dengan BAS Kota Pasuruan. “BAZ setiap tahun rutin menyalurkan zakat,” kata Dhofir.

Walikota Pasuruan Aminurrokhman menghargai seseorang untuk menyalurkan zakat pribadinya secara langsung ke penerima. Namun ia mengingatkan, bahwa pemerintah juga mempunyai hak untuk mengatur demi ketertiban masyarakat umum.

Itu sebabnya Bupati Dade Angga yang juga kehilangan saudaranya akibat tewas berdesakan saat antri zakat, mengimbau kepada seluruh kepala desa dan camat di wilayahnya untuk memantau dan menertibkan pembagian zakat yang melibatkan massa cukup besar.

Sebaliknya bagi para dermawan yang akan menyalurkan zakat secara langsung diimbau melapor ke polisi terdekat.

“Gratis. Tidak bayar,” kata Kapolresta Pasuruan AKBP Harry Sitompul. Kapolresta juga menyayangkan atas tragedi pembagian zakat yang menimbulkan korban jiwa.

Pembagian zakat yang dilakukan keluarga Haji Syaichon, katanya, tidak dikordinasikan dengan polisi, sehingga saat kejadian tidak ada polisi seorang pun.

“Kami tidak tahu kalau ada kegiatan yang melibatkan massa,” ujarnya.

Nasi telah menjadi bubur, korban telah berjatuhan. Niat mulia Haji Syaichon membagi zakat telah berubah menjadi tragedi karena dilakukan dengan cara-cara yang kurang baik.

Seandainya keluarga Haji Syaichon mau sedikit bersusah payah mengantarkan zakat hartanya ke rumah-rumah fakir miskin, mungkin kejadian itu tidak perlu terjadi.

sumber:Antara

September 16, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Tragedi | , , , , | No Comments Yet

Kiamat 7,6 Miliar Tahun Lagi, Kata Astronom

Paris (ANTARA News) – Berita penting : Konon Bumi akan terpanggang dan kemudian ditelan oleh Matahari yang sekarat.

Namun demikian, anda jangan cepat panik, karena menurut para astronom kematian planet Bumi masih lama, yakni 7,6 miliar tahun lagi.

Kalkulasi tak biasa ini muncul pada jurnal Inggris, Astrophysics atau pada http://uk.arxiv.org/.

Robert Smith, korektor naskah emiritus astronomi di University of Sussex, Inggris selatan, sebelumnya memperhitungkan bahwa ketika Matahari kehabisan bahan bakarnya, Matahari akan berkembang menjadi “raksasa merah” yang berbahaya.

Namun demikian, sekalipun menjadi garing seperti kerupuk, Bumi akan selamat dari kehancuran total, kata Smith, seperti dilaporkan AFP.

Menurut Smith, yang bekerja dengan Dr. Klaus-Peter Schroeder di Universitas Guanajuato, Meksiko, merenggangnya atmosfir bagian luar Matahari menyebabkan Bumi mengorbit di lapisan luar atmosfir yang kepadatannya sangat rendah.

“Tarikan itu disebabkan oleh gas dengan kepadatan rendah ini cukup untuk mengakibatkan Bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya ditangkap dan dipanggang menjadi uap oleh Matahari.

Sebelum persitiwa ini, kehidupan di Bumi akan menjadi sedikit kurang menyenangkan.

Miliaran tahun dari sekarang, saat Matahari secara perlahan mengembang, lautan akan menguap, dengan memenuhi atmosfir dengan uap air dan memicu pemanasan besar-besaran.

Dua opsi

Smith menguraikan secara terinci dua opsi, keduanya seperti fiksi ilmiah, untuk menghindari nasib malang seperti ini.

Yang pertama memanfaatkan dorongan gravitasi dari asteroid yang melintas untuk secara lembut menarik Bumi keluar dari zona bahaya.

Dorongan kecil setiap 6.000 tahun ini cukup bagi kehidupan untuk bertahan paling tidak lima miliar tahun lagi, asalkan salah perhitungan tidak menyebabkan asteroid tersebut malah menghantam Bumi dan bukannya melintas dalam jarak dekat, katanya.

“Solusi yang aman tampaknya adalah membangun armada “rakit kehidupan” antar-planet yang dapat melakukan manuver dengan sendirinya keluar dari jangkauan Matahari, namun cukup dekat untuk menggunakan energinya, katanya

sumber: antara

Februari 25, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Astronomi, SciFi | , , , , , , | No Comments Yet