KISAH CINTA KUNTUM, DIPAKSA PACAR, NEKAT MENCURI
Tega-teganya kekasih sendiri dipaksa mencuri. Ketahuan, dipenjara jadinya. Celaka, sang arjuna dipolisikan juga. Kasusnya cabul. Wah, bisa sama-sama menjalin kasih dalam penjara nih….?!
INI baru bilang kisah cinta sehidup se mati. Dimana pun berada selalu lengket bak prangko. Saking cintanya, AR alias Aman (22) bisa-bisa menyusul Kuntum (17) –samaran— ke dalam penjara. Kok? Ceritanya; Kuntum yang berprofesi sebagai karyawati sebuah Supermarket di Manado dilapor telah melakukan pencurian oleh perusahaan tempat dia bekerja. Sementara, Aman yang tinggal di Lorong Tude Tuminting itu dilapor telah melakukan cabul terhadap Kuntum, kekasihnya.
Edan memang. Tapi itulah lika liku perjalanan cinta suci Kuntum dan Aman. Kenapa Kuntum sampai senekat itu melakukan pencurian di perusahaan tempat dia bekerja? Setelah diricek, eh ternyata atas perintah Aman sendiri. Gile bener, Aman tega mengorbankan kekasih hatinya. Bahkan Kuntum pun tak segan-segan diancaman akan di pukul jika tak mau menuruti perintahnya. Dengan alasan, hasil dari jerih payah Kuntum itu dipakai untuk biaya hidup mereka. Atas ulah Aman itu, Kuntum yang kena batunya. Perempuan lumayan cantik itu terpaksa harus jadi penghuni hotel prodeo Poltabes Manado.
Nah, rupanya Kuntum tak mau sendiri menanggung resiko itu. Kuntum putar ontak. Suatu ketika sang ayah datang menjenguk dirinya di penjara. Kuntum akhirnya curhat kenapa sampai dia senekat itu itu. Bukan main marahnya ayah Kuntum. Niatnya, Aman harus merasakan juga apa yang dirasakan anaknya. Pas Kuntum menceritakan pula hubungan asmaranya dengan Aman.
Lebih marah besar lagi ayah Kuntum. Karuan saja Aman langsung dilapori juga ke Poltabes Manado. Pasalnya, terhitung tanggal 3 Oktober lalu, Aman telah mencabuli anak perempuannya. Hubungan mereka menurut Kuntum kepada ayahnya, sudah layaknya suami istri. Kini tinggal menunggu giliran Aman menyusul sang buah hati di dalam penjara dalam kasus berbeda. Kapoltabes Manado Kombes Pol Drs Royke Lumowa MM ketika dikonfirmasi melalui Ka SPK plug B Ipda D Tandirerung, membenarkan adanya laporan cabul tersebut.(sumber: Harian PoskoManado)
Siswa SMA 26 Ditelanjangi & Dicabuli Kepsek: Pembina Futsal Cuma Tes Mental Tak Mainkan Kelamin
Jakarta – DetikNews – Pembina Futsal SMA 26 Joe yang menelanjangi dan mencabuli siswa sudah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA 26 Radihati Soehaili sudah memanggil Joe.
Menurut Radihati, perbuatan Joe itu cuma ingin mengetes keberanian siswa ekskul Futsal. Joe juga membantah pernah mempermainkan alat kelamin mereka.
“Dia itu melepas baju dan pakaian hingga telanjang tapi dia membantah tidak mempermainkan alat kelamin anak didik,” kata Radihati di kantornya, Jl Tebet Barat IV, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2008).
“Dia mengakui jika perbuatannya itu semata-mata untuk mengetes keberanian anak Futsal sebelum bertanding,” lanjutnya.
Radihati mengaku kejadian memalukan ini baru pertama kali terjadi di SMA 26. Radihati pun berharap kejadian ini tak terulang lagi karena telah mencoreng nama almamater sekolah yang ia pimpin itu.
“Meskipun pelaku bukan guru kami, tapi dia menjadi pelatih di sekolah kami. Saya langsung memanggil para pembina ekskul supaya tidak terulang,” tandasnya.
Radihati mengatakan, 4 korban yang ditelanjangi tersebut sementara ini dibiarkan belajar di rumah. “Supaya tenang dulu,” imbuhnya.
Katanya korban mau pindah sekolah? “Memang orangtuanya sempat ngomong seperti itu, tapi masih kita musyawarahkan jalan terbaik,” jawabnya.
Pihak sekolah, lanjut Radihati, juga sudah memanggil seluruh tim Futsal. Anggota tim tidak keberatan dengan pemutusan hubungan latihan dengan Joe.
“Sedangkan untuk acara di puncak malam pengukuhan, di luar sepengetahuan sekolah dan bukan bagian ekskul,” tandasnya.
Siswa SMA 26 Ditelanjangi & Dicabuli Joe Serahkan Diri, Keluarga Tutup Mulut
Jakarta – Pelatih tim futsal SMA 26 Jakarta Joe (30), yang diduga berada di balik kasus penelanjangan dan pencabulan terhadap siswanya menyerahkan diri ke Polsek Tebet. Keluarga pun tutup mulut. Saat detikcom mencoba bertandang ke rumah Joe, di gang sempit Jalan Minangkabau Dalam, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2008), tiga tetangga Joe menunjukkan arah. “Oh yang SMA 26 itu ya Mas. Itu rumahnya,” ujar tetangga yang enggan disebutkan namanya sambil menunjuk rumah kecil tanpa pagar dan temboknya bercat putih yang sudah terkelupas. “Dia tinggal bersama kakaknya, Mbak Tik, dan ibunya,” ujar tetangga lainnya. “Sini saya antar, tanya sama Mbak Tik saja,” ujar salah satu tetangganya sambil mengantarkan detikcom dan mengetuk pintu samping rumah itu. Setelah itu, seorang wanita berusia sekitar 40-an tahun dengan tinggi sekitar 155 centimeter berambut ikal sebahu keluar. Ketika detikcom mengutarakan maksud kedatangan, wanita yang mengenakan daster bercorak kembang oranye-coklat itu langsung menunjukkan raut tidak ramah. “Waduh Mas, nggak ada yang punya rumah. Saya di sini cuma pembantu,” ujar Mbak Tik. “Mbak ini rumah Mas Joe?” tanya detikcom. “Bukan ini rumah keluarganya. Mas Joenya nggak di sini, nggak tahu ke mana,” jawab Mbak Tik. Ketika detikcom mengutarakan niatnya untuk berbincang-bincang sebentar, perempuan itu menjawab, “Oh nggak bisa, nggak bisa”. Ketika ditanya kapan keluarganya datang, Mbak Tik menjawab, “Oh, kurang tahu ya, kurang tahu”
Siswa SMA 26 Ditelanjangi & Dicabuli Joe Dikenal Homo dan Suka Gaul dengan Ibu-ibu
Jakarta – DetikNews – Perilaku homoseksual Joe, pelatih futsal SMA 26, ternyata sudah diketahui tetangga kampungnya di Jalan Minangkabau Dalam, Setiabudi, Jakarta Selatan. Tak cuma homo, Joe juga dikenal lebih akrab berteman dengan perempuan dibanding dengan laki-laki.
Menurut tetangga yang rumahnya bersebelahan gang dengan rumah Joe, perilaku homoseksual Joe sudah diketahui lama.
“Emang saya sih sudah tahu lama, Mas. Saya tahu dari laki saya. Di sini panggilannya dacing, itu homo. Tapi ya mungkin baru sekarang aja ketahuan,” ujar tetangga yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom, Selasa (4/11/2008).
Perempuan muda dan cantik itu mengatakan kalau Joe suka berkumpul dengan ibu-ibu di kampung itu daripada bapak-bapaknya.
“Di sini dia sering main sama ibu-ibu. Gaulnya jarang sama laki-laki. Ngomongnya juga yang begituan lah Mas,” celotehnya.
Perempuan yang memakai daster itu memang sering melihat anak-anak SMA yang sering main ke rumah Joe.
“Emang dulu sih sering banyak yang main ke rumahnya si Joe, kayaknya sih anak (SMA) 26 Mas, cowok-cowok. Yang jelas bukan anak daerah sini,” imbuh dia.
Dari mana Mbak tahu kalau rumah Joe sering kedatangan tamu?
“Loh kan parkirnya di pintu masuk gang. Di situ berjejer beberapa motor kadang,” kata dia.
Pantauan detikcom, rumah Joe terletak di gang yang sempit sehingga hanya cukup dimasuki satu sepeda motor.
Perempuan itu mengaku tahu Joe tersandung kasus pencabulan di SMA 26 dari koran. “Tadi kan saya baca koran. Yang ngasih laki saya,” tuturnya.
Siswa Ditelanjangi dan Dicabuli Pelatih Futsal SMA 26 Jadi Tersangka
Jakarta – DetikNews – Polres Jakarta Selatan menetapkan pelatih futsal SMA 26 Jakarta sebagai tersangka. Pelatih futsal berinisial Joe (30) ini diduga melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa murid yang ingin bergabung ke ekskul itu.
“Dia sekarang masih diperiksa, dan sepertinya telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Selatan Kompol Iwan Kurniawan kepada detikcom, Selasa (4/11/2008).
Selain Joe, Polres juga tengah memeriksa dua orang murid senior SMA tersebut. Mereka diperiksa karena menyaksikan perbuatan asusila Joe. “Mereka kita periksa sebagai saksi,” katanya.
Ospek ekstra kurikuler Futsal SMA 26 Jakarta dengan menelanjangi para calon anggotanya telah berjalan 10 generasi. Salah satu korban, siswa kelas 10, Satria (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan, setelah ditelanjangi, kelamin calon anggota dimain-mainkan selama 1 menit.
