Harian Pagi OnLine

…mengabarkan

Ketegangan Dibalik Video Conference Presiden SBY

Jakarta – Suasana ruang utama Istana Negara Jumat malam (12/5/2008) terlihat berbeda. Dua televisi plasma giant screen berukuran 50 inch tertata rapi. Di depannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono duduk dengan serius, mengenakan setelan jas berwarna biru tua.

Presiden didampingi Menlu Nur Hasan Wirajuda dan Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Ya, malam itu selama satu setengah jam presiden melakukan video conference (vicon) dengan Sekjen PBB Ban ki Moon yang berada di New York, Amerika Serikat. Di seberang benua, juga ada PM Polandia Donald Tusk, PM Denmark Anders Fogh Rasmussen dan Deputy Executive Secretary Kanselir Jerman, Richard Kinley.

Mereka berada di ibukota negara masing-masing. Para pemimpin planet bumi itu membicarakan soal perubahan iklim dunia yang makin mengkhawatirkan.

Di Jakarta, di belakang layar, sekitar sepuluh teknisi dari PT Telkom tampak sibuk berjaga. Meski sudah melakukan gladi, dan memastikan semua berjalan baik, ketegangan terlihat di wajah para teknisi terbaik Telkom itu.

General Manager Divisi Enterprise PT Telkom, Henry Christiadi mengungkapkan, untuk acara mega penting itu tak boleh ada kesalahan. Semua masalah teknis harus dipastikan berjalan baik dengan level garansi zero error. “Beberapa teknisi Telkom sampai-sampai lupa berbuka puasa. Tapi ini demi tugas negara,” ujarnya.

PT Telkom memanfaatkan kolaborasi teknologi ISDN (Integrated Service Digital Network) dan IP (Internet Protocol) agar komunikasi berlangsung real time. Sebagai penghubung para pembicara, sebuah master control unit (MCU) yang berada di Genewa, Swiss menjadi bridging sekaligus pengatur arus informasi.

Untuk sampai pada koneksi ke MCU, Telkom menggunakan Gate Internasional 007. Dari Jakarta, dengan menggunakan fiber optic bawah laut ke Hongkong, kemudian dihubungkan ke Amerika, baru ke Genewa. “Kami memilih rute paling baik dan aman. Boleh dibilang, koneksi vicon ini menjadi prioritas pengaturan trafik,” ungkap Andry Yunianto, Account Manager PT Telkom.

Agar lebih aman dari gangguan, vicon ini juga mengimplementasikan konfigurasi sistem congestion. Jadi, koneksi ISDN 3 BRA (setara 384 kbps) dari Istana Negara memanfaatkan dua sentral telepon yang berbeda, Sentral Gambir dan Semanggi (sebagai back up).

Masing-masing sistem diintegrasikan dengan dua perangkat ISDN yang hot standby. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadinya gangguan koneksi pada senteral utama. “Kerja keras selama tiga hari tim teknisi terbayar. Presiden SBY sungguh puas dengan support teknologi vicon yang Telkom berikan,” klaim Henry.

sumber:detikinet

September 16, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Teknologi | , , , , , , , , , , | Belum Ada Tanggapan

SBY Panen SMS Tragedi Zakat Pasuruan

Jakarta – Seperti biasa setiap terjadi peristiwa tragis, Presiden SBY kebanjiran SMS, baik yang bernada simpati maupun caci maki. Khusus tragedi Pasuruan, hingga tengah malam tadi ada 20an SMS yang diterimanya.

Hal ini diungkapkan SBY saat membuka sidang kabinet paripurna, Selasa (16/9/2008) di Kantor Presiden, Jakarta. “Ada lebih dari 20 SMS yang mengait ke kasus Pasuruan. Ada yang emosi, konstruktif, jernih ada yang langsung memaki-maki presiden dan pemerintah. Tapi inilah potret masyarakat kita,” papar SBY.

Presiden kemudian membacakan beberapa SMS yang diterimanya tersebut. Tentu saja SMS yang berisi caci maki tidak termasuk yang dia bacakan. “Kalau yang mengirim SMS itu menjalankan puasa, saya kira batal puasanya karena kasar sekali bahasanya,” komentar SBY.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris rupanya penasaran dengan isi SMS kasar tersebut. Dia pun meminta presiden untuk membacakan salah satunya saja. Namun permintaan itu ditolak SBY.

“Lebih baik tidak saya bacakan, nanti para menteri ikut emosi. Biar saya saja yang baca dan kendalikan dari sini. Yang dicacimaki bukan Pak Fahmi, tapi saya,” jawab SBY kalem.

sumber: detikinet

September 16, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Kriminal, Teknologi, Tragedi | , , , , | Belum Ada Tanggapan

Celana Dalam Kotor Michael Jackson Dilelang di Internet

Los Angeles – Sebuah benda yang dianggap memiliki nilai sejarah bagi Michael Jackson dilelang. Benda itu adalah sepasang celana dalam milik Jacko yang belum dicuci.

Sepasang celana dalam merk Calvin Klein ukuran 28 itu mulai dilelang di eBay, Rabu (10/9/2008) ini. Celana dalam tersebut memiliki sejarah yang sensasional. Karena itu hasil lelang celana tersebut ditaksir akan mencapai US$ 1 juta, demikian seperti detikinet kutip dari Nypost, Rabu (10/9/2008).

Betapa tidak, celana tersebut merupakan salah satu bukti dari kasus pelecehan terhadap anak-anak yang dituduhkan pada Jacko. Sebagai bukti bahwa celana dalam tersebut memang milik King of Pop itu, celana dalam tersebut masih terbungkus plastik dan dilapisi pita polisi.

Jacko dituduh melakukan pelecehan seks pada anak di tahun 1993. Sejak kasus tersebut mencuat, karir saudara kandung Janet Jackson itu makin redup.

Akhir Agustus lalu, Jacko merayakan ulang tahun yang ke-50. Dalam sebuah hasil jepretan kamera, ia tampak sangat kurus.

sumber: detikinet

September 13, 2008 Ditulis oleh pewartaberita | Lifestyle | , , , , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Krisis Nomor Telepon Picu Audit Jaringan Seluler

Jakarta – Kian menipisnya sumber daya nomor telepon disinyalir sebagai pemicu diauditnya sistim jaringan seluler operator oleh pemerintah dan regulator dalam waktu dekat ini. Demikian menurut Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

Ketua ATSI Merza Fachys mengatakan, audit jaringan yang akan digelar pemerintah dan regulator bermula dari inisiatif tentang efektivitas penomoran, sebelum akhirnya merembet pada komitmen pembangunan jaringan sesuai lisensi modern.

“Pemerintah melihat operator terlalu menghambur-hamburkan nomor sampai akhirnya resource makin sulit. Makanya ingin diaudit, apakah nomor telah digunakan secara efisien dan efektif,” ujarnya pada detikINET, Senin (25/2/2008)

ATSI sendiri menyatakan siap mendukung program audit jaringan tersebut. “Kami siap,” tegas Merza.

Regulator mulanya hanya akan mengaudit jaringan seluler milik operator 3G. Namun, pemeriksaan akhirnya diperluas hingga ke jaringan 2G karena di segmen itu pelanggannya justru jauh lebih besar.

Audit yang akan dilakukan termasuk kewajiban pembayaran biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi, di mana antara 3G dan 2G terdapat sejumlah perbedaan yang mencolok. Bila terkait pembayaran BHP frekuensi, maka semua operator 3G telah membayarnya di muka ditambah dengan up front fee yang dibayar bertahap.

Pembayaran BHP frekuensi seluler 3G didasarkan pada lebar bandwidth yang dipakai sehingga bisa dihitung secara pasti dan akurat, berbeda dengan 2G yang hanya didasarkan pada jumlah pembangunan BTS yang umumnya tersebar.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menganggap audit jaringan merupakan langkah regulator dalam menjalankan peran dan fungsinya agar pelanggan dilindungi kepentingannya. “Upaya audit ini sangat tepat dan wajar, sehingga sudah seharusnya operator tidak mengeluh dan merasa khawatir,” kata anggota BRTI, Kamilov Sagala.

Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) mendesak regulator untuk mengaudit operator 2G mengingat segmen tersebut memiliki cakupan jaringan yang lebih luas dari 3G. Lembaga ini menilai pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan dititikberatkan pada operator 2G mengingat layanannya yang bersifat massal dan dipakai oleh banyak pengguna di Indonesia.

Di Indonesia terdapat lima operator 3G yaitu Telkomsel, Indosat, Excelcomindo Pratama, Natrindo Telepon Seluler, dan Hutchison CP Telecommunication. Di segmen 2G, selain kelima operator 3G tersebut, juga ditambah dengan Mobile-8 Telecom, Smart Telecom, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Anggota BRTI Heru Sutadi menandaskan pemeriksaan terhadap jaringan 2G telah dilaksanakan setiap tahun sekali di mana tahun ini ditambah dengan 3G. “Kedua layanan itu tercakup dalam satu lisensi modern setiap operator,” tandasnya.

Audit tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan tumbangnya jaringan milik sejumlah operator 2G yang terjadi beberapa waktu yang lalu yang mengakibatkan pelanggan banyak dirugikan.

sumber: detikinet

Februari 25, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Teknologi | , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Microsoft Patenkan ‘Page Up’ dan ‘Page Down’

Jakarta – Microsoft memperoleh hak paten terhadap penggunaan tombol ‘Page Up’ dan ‘Page Down’. Padahal tombol itu sudah ada sejak eranya komputer IBM kurang lebih seperempat abad lalu.

Microsoft disebutkan mengajukan hak paten terhadap ‘Page Up’ dan ‘Page Down’ pada 2005. Pada Agustus 2008, hak paten itu diberikan oleh United States Patent and Trademark Office (USPTO).

Seperti dikutip detikINET dari ZDNet, Senin (1/9/2008), paten bernomor 7,415,666 itu mendeskripsikan “metode dan sistem dalam penampil dokumen untuk melakukan scrolling pada ukuran yang tepat dalam sebuah dokumen, misalnya satu halaman, tanpa mempedulikan apakah zoom dilakukan sehingga hanya sebagian, semua atau satu halaman saja yang terlihat”.

ZDNet menyebutkan, paten itu menuliskan nama Timothy Sellers, Heather Grantham dan Joshua Dersch sebagai penemunya. Meskipun, tombol keyboard ‘Page Up’ dan ‘Page Down’ sudah ada sejak sekitar seperempat abad lalu. Misalnya pada keyboard untuk IBM PC di tahun 1981.

Dalam rangkuman paten itu, disebutkan bahwa menekan tombol ‘Page Up’ atau ‘Page Down’ akan membawa pengguna ke lokasi vertikal yang sama pada halaman berikutnya atau sebelumnya. Misalnya, ‘Page Up’ dari tengah halaman akan membawa pengguna ke tengah halaman sebelumnya.

Microsoft konon kerap mendapatkan dan mengajukan paten untuk teknologi atau temuan yang kontroversial. Pasalnya, banyak pihak mengaku temuan itu sudah pernah dilakukan oleh orang lain, berdasarkan pada temuan lain atau berdasarkan pada gagasan yang umum.

Beberapa paten Microsoft yang diperdebatkan termasuk untuk ’scroll wheel’ dan ‘double-click’ alias klik ganda pada mouse. Microsoft saat ini telah memiliki hampir 10.000 paten yang dikabulkan oleh USPTO.

sumber: Detikinet

November 30, 1999 Ditulis oleh pewartaberita | Teknologi | , , , , , , , | Belum Ada Tanggapan