Harian Pagi OnLine

…mengabarkan

Jalan Roda, Barometernya Manado

Manado-TRIBUN
NAMA Jalan Roda (Jarod) memiliki makna tersendiri. Jalan ini identik dengan warung-warung bernuansa tempoe doloe yang menyajikan kopi yang khas. Selain hanya kopi, Jalan Roda identik dengan tempat nongkrong dan ngobrol. Tak heran, perbincangan politik di Jalan Roda membuat jalan ini diistilahkan perlemen jalanan.

Tidak terlalu sulit menemukan Jalan Roda, walaupun tidak ada angkot yang mengantarkan langsung ke Jalan Roda, tetapi letak tempat ini sangat strategis berada di pusat kota Manado. Tempat ini berada di Jalan Walanda Maramis tepat di sebelah kiri, bila jalan kaki sekitar 100 meter ke sebelah selatan dari Taman Kesatuan Bangsa (TKB).

Jalan ini diapit oleh gedung-gedung pertokoan, di sebelah kiri merupakan Kampung Pecinan dan di sebelah kanan Shoping Center. Tempat ini tidak terlalu luas, karena awalnya tempat ini sebuah jalan raya biasa. dari gerbang depan sampai gerbang belakang hanya berjarak sekitar 100 meter.

Tidak ada yang tahu persis, kapan Jarod ini berdiri, awalnya tempat ini hanya warung-warung kecil yang menjajakan, kopi, makanan ringan dan tempat menyimpan roda grobak Pedagang Kaki Lima (PKL), seiring berjalannya waktu tempat ini berubah menjadi tempat yang banyak dikunjungi orang. Bukan hanya tempat untuk ngopi, makan-makan dan ngobrol-ngobrol biasa saja, tetapi menjadi pusat informasi politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Di tempat ini berbagai kalangan berkumpul, dari petani, pengusaha, pengacara sampai Pejabat juga ada, baik itu pria maupun wanita. Biasanya mereka membicarakan tentang situasi politik terkini, harga barang-barang pertanian sampai gosip artis terkini. Tapi di sini juga tempat berkumpul sebagian masyarakat manado dan sekitarnya untuk membicarakan masalah bisnis, dari yang berharga puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah.
Warung-warung yang ada di Jalan Roda, sebagian milik Pemerintah Kota Manado dan sebagiannya lagi milik masyarakat. Di sisi sebelah kiri jalan ini, berjajar warung-warung berwarna kuning, semuanya adalah milik Pemerintah Kota. Sedangkan di sebelah kanan berjajar juga warung-warung yang sebagian milik pemerintah dan sebagiannya lagi milik masyarakat. Satu buah warung disewa dengan harga Rp 4 juta pertahun.
Nama Jarod sendiri diambil dari fungsi jalan ini sebelumnya yaitu sebagai tempat menyimpan roda-roda PKL yang berjualan di daerah Pasar 45 dan sekitarnya.

Warung-warung di Jalan Roda buka pukul 04.00 Wita sampai pukul 19.00. Jajanan yang disediakannya pun banyak dan murah. Harga satu gelas kopi Rp 3.000 dan apabila tidak mempunyai uang bisa membeli 1/2 gelas saja seharga Rp 2.000. Minum kopi di sini sangatlah menyenangkan karena kopinya enak juga suasananya asik, kita bisa ngopi sambil bermain catur, billiard, halma dan juga monopoli. Dengan ditemani Pisang Goroho (sejenis pisang yang rasanya hambar) dan di cocol dengan sambal, makin nikmat rasanya. Tetapi bagi yang lapar, di sini juga tersedia warung yang menyediakan berbagai jenis nasi rames dengan lauk pauknya.

Mengolah kopi
Kopi yang di Jarod sangat khas, baik aroma maupun rasanya. Kopi yang digunakan tidak diolah sendiri, tetapi dibeli dari seorang pedagang kopi China setiap harinyai. Kopi tersebut diolah secara tradisional dengan cara di panaskan dengan cara di goreng tanpa menggunakan minyak (songara, istilah Manado), kemudian ditumbuk lalu diberikan campuran khusus seperti metega atau bahan-bahan lainnya supaya rasa kopi menjadi lebih enak dan dikeringkan. Kopinya pun tidak halus seperti kopi pada umumnya, tetapi masih sangat kasar dan berbentuk butiran-butiran besar sehingga harus menggunakan saringan saat menyedunya..

Kopi yang masih berbentuk besaran-besaran tersebut kemudian diseduh dengan air mendidih supaya rasanya lebih enak. Proses memanaskan airnya pun bervariasi, ada yang menggunakan kompor minyak tanah dan ada yang menggunakan arang. Kopi kemudian dimasukan kedalam getel yang berisi air mendidih. Supaya kopinya tidak terbawa saat disajikan, biasanya para pedagang menggunakan saringan khusus untuk memisahkan ampas kopi dengan airnya. Lima sendok kopi, dipanaskan dengan satu getel air yang bisa disajikan menjadi 10-15 gelas. Air harus tetap dalam keadaan mendidih supaya rasanya tetap enak.

Cara penyajian satu gelas kopi susu pun sangat khas, susu kental manis di tuangkan dalam gelas, kemudian baru diseduh dengan air kopi yang mendidih. untuk menyajikan satu gelas kopi membutuhkan waktu sekitar tiga menit.

Mengapa jalan roda tidak digusur
Pernah ada wacana dari Pemerintah Kota Manado akan menggusur jalan ini, tetapi karen Jalan Rada ini sudah menjadi suatu tempat bertemunya sebuah komunitas seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pejabat, mahasiswa, artis, budayawan, petani, nelayan dan berbagai element yang ada dalam masyarakat Manado, menyebabkan lokasi ini tetap di pertahankan oleh pemeritah ataupun masyarakat. Selain itu dilihat dari sisi historis Jalan Roda dianggap sebagai barometer Kota Manado yang berdiri sejak lama.

Pernah ada rencana Pemerintah Kota Manado akan menggusur tempat ini, tapi banyak orang Manado yang menolaknya, akhirnya keberadaan Jalan Roda ini tetap dipertahankan. Jalan Roda sebagai barometer Kota Manado menjadi alasan kuat untuk masyarakat supaya keberadaan Jarod tetap di pertahankan. Selain itu, tempat ini pun merupakan tempat berkumpul berbagai komunitas masyarakat Manado dan banyaknya orang sukses dan terkenal dimulai dari Jarod.

Pemerintah hanya menata kembali Jalan Roda supaya lebih rapi. para penjual yang berada di tepi jalan Walanda Maramis ditertibkan. warung-warung di jarod pun sudah tertata dengan baik. Apalagi setelah mendapat bantuan dari pejabat PLN Kota Manado pada tahun 2003, kondisi Jarod menjadi lebih nyaman karena sepanjang jarod di beri atap.

Zona di Jalan Roda
Jalan ini sangat unik, walaupun tidak direncanakan, tapi komunitas-komunitas yang ada di tempat ini seakan membutat zona tersendiri. Gambaran Jalan Roda dari depan sampai ujung di tempati oleh komunitas-komunitas tertentu.

Saat memasuki jalan ini, anda akan bertemu dengan zona komunitas pejabat, artis, budayawan dan mahasiswa. Biasanya di zona ini ada acara organ tunggal setiap hari selasa dan sabtu.

Kemudian masuk pada zona ke dua adalah zona para pembisnis, beraneka ragam bisnis yang diperbincangkan mulai dari bisnis asuransi, makelar, pertanian, keungan dan bisnis lainnya.

Selanjutnya masuk zona ketiga yaitu zona komunitas politik, di zona ini banyak orang-orang politik, dari para aktivis partai sampai calon legislatif.

Lalu masuk ke zona terakhir adalah zona masyarakat umum, di zona ini banyak kalangan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, petani, pedagang, penggemar catur dan halma.

Komentar
Syuaib Sulaeman (37) Guru PAI di SMP Negeri 7 Manado
“Jalan Roda merupakan barometer Kota Manado dan memiliki nilai historis tersendiri bagi masyarakat Manado. Banyak orang yang sukses dengan memulai dari Jalan ini,”.

Wiwin Lausu (37)
“Makanan di Jalan Roda sangat murah dan terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat, kita pun bisa memesan kopi setengah gelas dengan harga Rp 1.500″

Willy Pangkley (63) seorang pegawai swasta warga Tumpaan, Amurang Minahasa Selatan
“Keberdaan Jalan Roda harus tetap dipertahankan, karena jalan ini merupakan bagian dari sejarah Kota Manado,”

Amna Snck (59) seorang penjual Kopi di Jalan Roda
“Jangan ada lagi penggusuran di Jalan Roda, karena tempat ini sudah menjadi sumber kehidupan keluarga . Kalau jalan ini digusur, kita mau makan dari mana,”

PEMILIK WARUNG SALEH
Berguru dari Suami
Amna Snck (59) warga Kampung Islam Kecamatan Tuminting berjualan kopi di Jalan Roda sejak tahun 1975 bersama Sang Suami Saleh Abdul (60). Dia belajar menyajikan kopi dari suaminya yang sebelumnya berprofesi sebagai penjual kopi di Pasar Citra sejak 16 tahun silam.

Siapa yang tidak mengenal Amna, seorang penjual kopi di Jalan Roda ini menggunakan cara yang sangat berbeda dari pedagang kopi lainnya. Air yang digunakan untuk menyeduh kopi, dia panaskan menggunakan bara arang. Satu hari butuh satu karung arang untuk terus memanaskan air sepanjang hari, sehingga rasa panas yang menyelimuti warung yang ditempati oleh perempuan dua cucu ini, sudah menjadi sesuatu yang biasa.

Bersama sang suami, dirinya mengelola warung kopi dari pagi hingga malam. Sang suami berangkat lebih dahulu daripada dirinya ke Jalan Roda sekitar pukul 05.00 Wita untuk membuka warung, kemudian Amna berangkat pukul 07.00 dari rumahnya dengan menggunakan angkot. setibanya di warung Amna langsung melayani pelanggan-pelanggannya. Faktor usia tidak menjadikannya surut memperjuangkan nasib keluarga dan anak-anaknya.

Suami yang sudah tua menuntut dirinya harus bekerja keras. Usaha dan kerja kerasnya pun mendapatkan hasil yang setimpal, usaha yang ditekuninya selama 33 tahun berbuah manis. Dia dan suaminya memiliki satu buah rumah dari hasil usahanya. Cukup besar pengahasilan yang diperolehnya setiap hari. “saya mendapatkan uang hasil penjualan setiap hari sebesar Rp 500 ribu, bila dikurangi untuk modal esok harinya, saya hanya mendapatkan penghasilan Rp 200 ribu,”ujarnya.

Amna berhasil menyekolahkan anak kedua dan ketiganya melanjutkan keperguruan tinggi. dari hasil berjualan kopi di jalan Roda dirinya bersama sang suami berhasil membangun rumah dan menyekolahkan anaknya sampai tingkat perguruan Tinggi. Anak keduanya Gulhan Abdul (27) masih kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi.

Saat ini Amna sedang memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang sebesar kurang lebih Rp 1,5 juta untuk membiayai KKN Gulhan yang duduk di semester enam tersebut. “Saya bersama suami sedang berusaha untuk mendapatkan uang supaya anak saya bisa Kkn di daerah Manado, soalnya takut juga kalau dirinya KKN di luar Manado walau biayanya sedikit murah. Sekarang saya sedang mengumpulkan uang sebesar Rp 1,5 juta,” katanya.

Meskipun dirinya sedang sakit, tapi dia tetap bersemangat melayani pelanggan, ditemani suami dan satu orang pembatu yang telah bekerja dua bulan. Dia sangat ahli sekali menyajikan kopi, rasa panas di warungnya tidak dihiraukan. Dia sangat senang dengan profesi yang dijalankannya sejak lama, walupun sudah tua bukan hambatan bagi dirinya untuk terus berjualan kopi. “Saya senang menjalani profesi ini, meskipun umur sudah tua begini, tapi tidak menjadi hambatan untuk terus berjualan,” katanya.

Sang suami hanya duduk melihat Amna melayani para pelanggan, sesekali sang suami membantu dirinya membuka kaleng susu. cukup terampil sekali suaminya, dengan waktu yang cepat kaleng susu bisa terbuka. Dirinya pun mengaku sangat sulit membuka kaleng susu tersebut, butuh tenaga yang besar untuk membuka satu kaleng susu. “Saya kurang begitu bisa membuka kaleng susu secepat itu, butuh tenaga yang besar untuk membukanya. Tapi suami saya sangat ahli,” katanya.

Selain itu dia belajar mengolah kopi dari suaminya, dirinya mengaku sejak menikah 35 tahun silam berguru kepada suami. “Saya membuka warung kopi ini setelah saya menikah, saya belajar banyak dari suami saya. Dia adalah suami sekaligus guru saya,” ucapnya sambil melihat ke arah sang suami yang duduk di sampingnya.

AKIBAT PENERTIBAN JAROD
Andalkan Anak untuk Biaya Hidup
Waktu menunjukan pukul 10.00 Wita, seorang oma duduk di sebuah warung pisang goroho, Selasa (16/12. Dia hanya melihat dan ngobrol dengan temannya yang masih berjualan di Jarod. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa dirinya seorang korban penertiban Jarod empat tahun silam.

Noce Niklas (63) asal Gorontalo sudah tidak berjualan lagi selama empat tahun silam. setelah dirinya bersama suaminya menjalankan usaha di daerah jalan roda selam 15 tahun. Selama usahanya berjalan dia bersama Woso Haliku (73), suaminya, berhasil membangun sebuah rumah di daerah Kombos lingkungan empat.
Selain bisa membangun rumah, dari hasil usaha warungnya dikawasan jalan roda, dia bersama sang suami bisa membiayi kehidupan lima anaknya. walaupun anak-anaknya tidak mendapatkan pendidikan yang tinggi, tapi dia bersyukur dengan anak-anaknya yang bisa mengenyam pendidikan dasar. Sekarang anak-anaknya telah bekerja, satu orang bekerja di Sulawesi Tengah sebagai kuli bangunan dan empat anaknya yang lain tinggal di Manado.

Dahulu, dia bersama suaminya membangun sebuah rumah makan yang menjajakan nasi beserta lauknya, pisang goreng, dan kopi. usahanya tersebut berlangsung cukup lama, tapi warung yang menjadi roda ekonomi Nonce bersama suami harus hilang karena terkena penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado empat tahun silam.

Oma yang memiliki 14 cucu ini hanya menangis bersama sang suami saat penggusuran terjadi. Penggusuran dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu oleh Pemkot Manado kepada pedagan. Hal tersebut membuat dirinya hanya bisa menangis dan melihat warung yang menjadi sumber kehidupannya dibongkar dan diangkut ke dalam truk.”Saya tidak bisa berbuat apa-apa waktu itu hanya bisa menangis bersama pedagang-pedagang yang ikut kena gusur,” katanya mengenang kejadian itu.

Kini kehidupannya sangat tergantung kepada keenam anaknya. Apalagi suami tercinta Nonce sudah tua dan hanya bisa tinggal di rumah, membuat beban hidup yang dijalaninya semakin berat, melihat dirinya pun sudah lemah dimakan usia. “Sangat susah mencari mata pencaharian lain,apa lagi di zaman yang serba sulit kayak gini,” katanya sembari melihat temannya menggoreng pisang

Maret 2, 2009 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah | , , , , , , | 1 Komentar

Pascagempa Gorontalo, Waspadai Lokon-Soputan!

Bandung, KOMENTAR
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono mengatakan, pascagempa di Gorontalo yang cukup dahsyat (7,7 SR), dapat mempengaruhi aktivitas Gunung Lokon dan Soputan di Sulawesi Utara (Sulut). Surono meminta agar kedua gunung yang masih berstatus waspada level II itu, diawasi secara efektif dengan melibatkan petugas dan peralatan khusus di sekitar gunung tersebut.
‘’Kedua gunung itu sangat aktif. Dan, dampak gempa sangat hebat itu, berpengaruh
terhadap aktivitas gunung tersebut,’’ ujar Surono, Senin (17/11). Di sisi lain, dia mengatakan, gempa yang terjadi di Gorontalo disebabkan terjadinya penunjaman sesar di kawasan Sulawesi Utara. Sehingga gempa juga terasa di kawasan Manado dan sekitarnya dini hari kemarin.

Dikatakannya, sesar di sekitar itu naik 90 derajat dan terjadi penunjaman. “Kawasan Gorontalo termasuk jalur sesar aktif,” ujarnya.
Untuk itu Surono meminta warga yang berdomisili di lokasi perbukitan untuk tetap waspada karena kemungkinan akan terjadi gerakan tanah pascaperistiwa gempa. “Pemerintah daerah juga harus proaktif melakukan sosialisasi dan imbauan kepada warga,” tuturnya.

Gempa dini hari kemarin, turut juga dirasakan di Bitung. Kepala Stasiun Meteorologi Bitung, Budi Nugroho mengatakan, gempa terjadi pada lokasi 1.41 Lintang Utara (LU) – 122.18 Bujur Timur (BT) atau 138 km Barat Laut Gorontalo Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin (17/11) pukul 00.02 WIB atau pada Minggu (16/11) pukul 23.02 Wita.

“Gempa ini berkekuatan 7,7 skala Rietcher (sR), awalnya kita (BMG, red) menginformasikan bahwa gempa tersebut berpotensi tsunami, hal ini dilihat dari tanda-tandanya, tetapi kemudian kita melakukan pembatalan karena memang tidak terjadi seperti itu,” tandas Nugro-ho.

Februari 22, 2009 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah | , , , , , , | No Comments Yet

Satu Perawan, Germo Raup Rp100 Juta Lebih

MANADO— Penjualan gadis Manado ke luar daerah ternyata jadi lahan subur nan menggiurkan para germo. Karena keuntungan yang didapatkan terhadap satu perawan Manado bisa mencapai Rp100 juta lebih. Ironisnya para germo itu hanya membeli gadis Manado dengan harga Rp2 juta. Setelah itu, mereka menjualnya ke pengusaha-pengusaha sukses di Metropolitan. Modus inilah yang berhasil didapat Poltabes Manado. Aparat Poltabes sendiri terus melakukan pengembangan. Karena diduga ada jaringan lebih besar lagi.
Kemarin, tersangka praktik illegal yang memperdagangkan perempuan perawan untuk dijual di Jakarta bertambah satu. Yakni KMS alias Klif (28) warga jalan Garuda Lingkungan 2. Dialah yang berperan mencari perawan Sulut. Klif tak lain suami CS alias Ces yang ditangkap aparat di Bambu Ekspres Mega Mall.
Dari pemeriksaan berlanjutan terhadap para tersangka, terungkap Klif merupakan pelaku kunci. Bersama MW alias Mon dan Ces, mereka membuka transaksi dengan oknum-oknum hidung belang di Jakarta.
Seperti diberitakan, kedua korban CT alian Cin dan SH alias Sye, awalnya memang membutuhkan uang dan rela menjual keperawanannya. Informasi diperoleh, Sye dan Cin bertemu Klif. Kemudian keduanya dibawa menuju Hotel Metuari. Selanjutnya, dari Metuari ketiganya menuju KFC.
Di situ, telah menunggu Mon dan Cis. Sye kemudian berujar, akan menjual keperawanannya seharga Rp 2 juta. Namun, ketiga tersangka ini mengatakan rugi. Selanjutnya, mereka melakukan transaksi dengan pengusaha di Jakarta denggan bayaran Rp 50 juta plus mobil. Dikirimlah tiket untuk mereka ke Jakarta.
Sesampai di Jakarta, mereka menginap di Hotel Ashton. Si pengusaha telah menunggu gadis perawan Manado. Saat ketemu, yang lainnya menunggu, Sye bersama pengusaha tersebut langsung menuju ke kamar lain.
Permainan lantas dimulai. Usai pemanasan dan akan tiba pada permainan inti, ternyata Sye sedang mengalami menstruasi. Akhirnya, Sye hanya diberikan tip Rp 2 juta.
Seperti peribahasa tidak ada akar rotan pun jadi. Akhirnya si hidung belang meminta Cin bermain dengannya. Selesai bermain, Cin dibayar Rp 3 juta. Dengan catatan, mereka bersama pemandunya (tersangka, red) tidak boleh lagi menginap di hotel tersebut.
Karena, kondisi keuangan menipis, tidak cukup untuk membawa pulang. Para tersangka akhirnya menghubungi Des, berperan sebagai penghubung di Jakarta, untuk menambah ongkos pulang ke Manado.
Dari hasil pemeriksaan ini, menurut Wakapoltabes, akan dikembangkan terus pihak kepolisian. Saat ini baru 3 tersangka yang ditetapkan. Untuk Des, masih sebatas saksi, karena ia tidak berperan sebagai perekrut. Apalagi, ia berada di Jakarta. “Jadi locus deliknya (wilayah kejadian) 2, Manado dan Jakarta. Kami akan mempelajari secara seksama untuk kasus ini. Jangan sampai, ada jaringan yang lebih besar,” tandas Wakapoltabes.

Februari 12, 2009 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah | , , , , , , , , | No Comments Yet

66 Kursi CPNS Manado Hilang

Manado,KOMENTAR
Sebanyak 66 kursi CPNS Manado hilang pada rekrutmen CPNS tahun 2008 ini. Dari kuota 344 orang jatah CPNS Manado, yang lolos test berdasarkan pengumuman CPNS tanggal 19 Desember lalu, hanyalah 278 orang.

Persoalan ini akhirnya dipertanyakan masyarakat. Mereka sekaligus mempertanyakan metode pengisian kursi yang tidak terisi ini. “Kami harapkan Pemkot Manado mencari solusi untuk mengisi kursi yang belum terisi tersebut. Sungguh sangat disayangkan kalau jatah ini hilang. Upaya untuk memperjuangkan kuota CPNS memerlukan pengorbanan dari Pemkot Manado. Hanya saja pihak pemkot harus arif dan bijaksana dalam menggunakan metode pengisiannya,” ujar Noni Sulut 2008 Ursula Pomantung.

Kepala BKD Manado Drs Arnold Kewas ketika dikonfirmasi mengatakan, kursi yang belum sempat terisi tersebut akan dikonsultasikan dengan pihak Menpan di Jakarta. Dia mengakui, puluhan kursi tersebut adalah milik dan jatah Pemkot Manado, sehingga pemerintah akan mengupayakan untuk mengisi kursi tersebut.

“Memang sangat disayangkan hal ini terjadi. Sebab untuk mengupayakan jatah CPNS memerlukan pengorbanan yang besar dari Pemkot Manado. Karena itu bagaimanapun kursi yang belum terisi ini akan di isi. Supaya tidak terjadi mis komunikasi dengan pusat terlebih dahulu masalah ini akan dikonsultasikan kepada pihak Menpan,” ujar Kewas yang menambahkan metode pengisian ini kemungkinan besar menggunakan metode pergeseran formasi saja.

Pada bagian lain, kursi yang belum terisi ini mulai diincar peserta CPNS yang tidak lolos test tangal 19 Desember lalu. Mereka menganggap bahwa inilah peluang mereka untuk terakomodir dalam rekrutmen CPNS tahun 2009 mendatang.

Desember 22, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah | , , | No Comments Yet

Prabowo Ingin Putra Sulut Masuk Kabinet

Manado, KOMENTAR
Prabowo Subianto tidak hanya mengklaim sebagai putra Sulut. Namun mantan Pangkostrad ini berjanji, akan mengakomodir putra Sulut dalam kabinet menteri jika dirinya terpilih sebagai Presiden RI. Hal ini dilontarkannya di depan ratusan pedagang di Pasar Bersehati, Manado, Jumat (12/12) kemarin. “Mudah-mudahan ada warga Sulut yang menjadi menteri jika saya terpilih menjadi presiden nanti. Insya Allah,” ungkapnya.

Menariknya, Prabowo juga mengaku kalau kalah di pilpres mendatang, dirinya tidak perlu khawatir, sebab dia mengaku memiliki keahlian menjadi kusir bendi. “Kalau kalah di pilpres, saya bisa jadi kusir bendi. Saya tak perlu khawatir karena saya memiliki keahlian menjadi kusir,” tambah Prabowo.

Hal ini memang nampak saat bendi yang sudah disiapkan panitia di TKB, dipandu sendiri oleh Prabowo menuju Pasar Bersehati. Bahkan kusir yang sudah disiapkan hanya menjadi tamu atau penumpang saja, sedangkan para pengawal Prabowo ikut berlari di sekeliling bendi. Tak itu saja, ratusan warga di sekitar TKB-Pasar Bersehati mengaku ter-kagumkagum dengan ketrampilan pensiunan Letjen ini memandu kuda sendiri.

Sementara itu, ditanya soal peluang Partai Gerindra yang dirintisnya, Prabowo optimis akan meraih suara signifikan meski masih enggan berbicara tentang calon wakilnya nanti. “Saya optimis Partai Gerindra meraih suara signifikan. Untuk cawapres, masih jauh untuk dibicarakan,” ujarnya. Dalam dialog dengan para pedagang kemarin, Prabowo juga mengaku prihatin dengan masalah dan kondisi di pasar-pasar tradisional. Menurutnya ini menjadi tanggung jawab dari penguasa atau pemerintah.

Bahkan tak segan-segan Prabowo mengatakan bahwa yang ingin menggusur pedagang-pedagang pasar, berarti tidak memiliki hati dan otak. “Masalah-masalah pasar kebanyakan adalah soal kebesihan dan penguasa atau pemerintahlah yang harus bertanggung jawab. Kalau ada yang menggusur pedagang-pedagang pasar, berarti tidak punya hati dan tidak punya otak. Kalau perlu dilawan. Apakah itu walikota ataupun gubernur, mari kita bersatu untuk melawan jika perlu diturunkan,” ujar Prabowo berapi-api.

Desember 13, 2008 Ditulis oleh pewartaberita | Politik | , , , , , , | 1 Komentar

Disesalkan, ‘Penolakan’ Tambahan Libur Natal di Sulut

Manado, KOMENTAR
Adanya ‘penolakan’ terhadap aspirasi penambahan libur Natal di Sulut oleh pemerintah pusat, disesalkan mantan pengajar di Fakultas Teologi UKI Tomohon, Tonny Daud Kaunang STh. Sebab menurutnya, penambahan libur Natal telah menjadi kerinduan warga mayoritas Sulut sejak lama.
“Secara pribadi, tentu saya sangat menyesal dengan adanya kebijakan ini. Mengapa, karena masyarakat mayoritas Sulut termasuk saya, sangat-sangat mengharapkan adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap perayaan Natal di Sulut untuk tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang,” ujar Kaunang dengan nada kecewa.

Fraksi Partai Golkar (F-PG) di DPRD Propinsi Sulut sendiri, lanjutnya, telah menyatakan sikap dukungan terkait aspirasi masyarakat mayoritas Sulut yang menginginkan adanya penambahan libur Natal. “Memang ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Tapi ada baiknya bila ada libur panjang di Sulut saat Natal, sehingga momentum ini dapat lebih dimaknai,” katanya lagi.

Diketahui, pada 26 Desember 2008 atau sehari setelah perayaan Natal 25 Desember 2008, telah ditetapkan pemerintah sebagai hari cuti bersama. Ini disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprop Sulut Drs Roy Tumiwa MPd, menyusul usulan perpanjangan libur Natal oleh Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang.

Desember 11, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah | , , | No Comments Yet

MENELUSURI SUKA DUKA PELACUR KELAS BAWAH DI MANADO

Jadi Pemuas Nafsu, Diajak Kumpul Kebo pun Boleh

Demi rupiah tubuhpun jadi dagangan. Namun kehidupan ini selalu menawarkan hal tak terduga. Pada akhirnya hati yang menentukan pilihan sendiri……..
KEHIDUPAN memang sering tak sejalan dengan keinginan manusia. Kadang apa yang diharapkan tak sesuai dengan kenyataan, sehingga pilihan sangat sulit untuk ditetapkan.
Karena kalau salah memilih, konsekwensinya sangat berat. Salah-salah malah jatuh ke lembah nista.
Inilah realita yang terjadi di Manado. Dari penelusuran Koran Ini, ada hal seperti ini yang terjadi. Rin (samaran-red) sebut saja begitu, demi memenuhi kebutuhan hidupnya harus terjun ke lembah hitam, menjadi pelacur. Profil wajahnya yang cantik, memang membuatnya disukai banyak orang.
Pernah menjalani hidup berumah tangga, namun kandas, yang alasannya tak mau dikemukakannya. Dengan alasan memenuhi kebutuhan hidupnya ia lalu mulai bekerja. Mulanya yang halal, namun akhirnya ia terdampar ke lembah nista.
Menjadi pemuas nafsu, tak membuatnya merasa jijik. Malah terlihat ia menikmati pekerjaannya itu. Karena tak terlihat guratan beban di wajahnya. Malah hidupnya terlihat enjoy-enjoy saja. Tak ada beban terlihat di wajahnya. Malah setiap malam ia keluar jalan-jalan.
Namun investigasi yang dilakukan, ternyata setiap malam ia akan menjajakan dirinya di sebuah ‘lokasilisasi’. Setelah menjadi pasangan pemuas birahi para lelaki hidung belang, ia akan pulang dengan membawa uang. Kendati uang yang dibawanya pulang tak banyak, namun Rin tetap enjoy.
Tetapi kemudian ia menemukan lelaki, yang mau dengannya. Lalu sepakat untuk hidup bersama dengan lelaki itu. Kendati hanya menjadi pasangan kumpul kebo, ia mulai berusaha menghormati kesepakatan itu.
Tetapi ternyata lama menjadi pemuas nafsu tak membuatnya betal berdiam diri. Malam harinya, saat pasangan hidupnya berada di luar kota, iapun keluar kerja. Menjadi kupu-kupu malam dan melayani para tamu. Ngos-ngosan, di kamar-kamar hotel murahan sampai mandi peluh dan menerima bayaran. Kemudian pulang dengan membawa segepok uang.
Namun rupanya Rin masih takut kalau pasangannya tahu. Maka kalau pasangan hidupnya itu ada. Ia memilih diam di rumah. Tak mau ketahuan kalau ia baru saja menjajakan dirinya. Begitu seterusnya kehidupannya berputar, dan kepada POSKO ia mengatakan masih butuh uang, jadi ia memilih menjajakan dirinya. Namun yakin akan ada jalan untuknya. Apalagi, sekarang keluarga pasangannya sudah tahu kalau ia adalah teman hidup anak mereka.

Desember 11, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah | , , , | & Komentar

KISAH CINTA KUNTUM, DIPAKSA PACAR, NEKAT MENCURI

Tega-teganya kekasih sendiri dipaksa mencuri. Ketahuan, dipenjara jadinya. Celaka, sang arjuna dipolisikan juga. Kasusnya cabul. Wah, bisa sama-sama menjalin kasih dalam penjara nih….?!

INI baru bilang kisah cinta sehidup se mati. Dimana pun berada selalu lengket bak prangko. Saking cintanya, AR alias Aman (22) bisa-bisa menyusul Kuntum (17) –samaran— ke dalam penjara. Kok? Ceritanya; Kuntum yang berprofesi sebagai karyawati sebuah Supermarket di Manado dilapor telah melakukan pencurian oleh perusahaan tempat dia bekerja. Sementara, Aman yang tinggal di Lorong Tude Tuminting itu dilapor telah melakukan cabul terhadap Kuntum, kekasihnya.

Edan memang. Tapi itulah lika liku perjalanan cinta suci Kuntum dan Aman. Kenapa Kuntum sampai senekat itu melakukan pencurian di perusahaan tempat dia bekerja? Setelah diricek, eh ternyata atas perintah Aman sendiri. Gile bener, Aman tega mengorbankan kekasih hatinya. Bahkan Kuntum pun tak segan-segan diancaman akan di pukul jika tak mau menuruti perintahnya. Dengan alasan, hasil dari jerih payah Kuntum itu dipakai untuk biaya hidup mereka. Atas ulah Aman itu, Kuntum yang kena batunya. Perempuan lumayan cantik itu terpaksa harus jadi penghuni hotel prodeo Poltabes Manado.

Nah, rupanya Kuntum tak mau sendiri menanggung resiko itu. Kuntum putar ontak. Suatu ketika sang ayah datang menjenguk dirinya di penjara. Kuntum akhirnya curhat kenapa sampai dia senekat itu itu. Bukan main marahnya ayah Kuntum. Niatnya, Aman harus merasakan juga apa yang dirasakan anaknya. Pas Kuntum menceritakan pula hubungan asmaranya dengan Aman.

Lebih marah besar lagi ayah Kuntum. Karuan saja Aman langsung dilapori juga ke Poltabes Manado. Pasalnya, terhitung tanggal 3 Oktober lalu, Aman telah mencabuli anak perempuannya. Hubungan mereka menurut Kuntum kepada ayahnya, sudah layaknya suami istri. Kini tinggal menunggu giliran Aman menyusul sang buah hati di dalam penjara dalam kasus berbeda. Kapoltabes Manado Kombes Pol Drs Royke Lumowa MM ketika dikonfirmasi melalui Ka SPK plug B Ipda D Tandirerung, membenarkan adanya laporan cabul tersebut.(sumber: Harian PoskoManado)

Desember 10, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Kriminal | , , , | No Comments Yet

Penertiban Konvoi Santa Claus di Manado Dinilai Tindakan Diskriminasi

Manado, KOMENTAR
Penertiban terhadap konvoi kendaraan santa claus yang dilakukan pihak kepolisian mendapat sorotan tajam dari sejumlah kalangan. Mereka menilai penertiban tersebut sebagai bentuk tindakan diskriminasi terhadap warga yang sedang merayakan hari besar keagamaan.

“Waktu malam Takbiran penertiban seperti ini bisa dikatakan hampir tidak ada. Padahal konvoi kendaraan dan arak-arakan sangat banyak. Lantas kenapa saat konvoi santa claus ada dilakukan penertiban seperti ini,” tukas salah seorang warga, Hermanto.

Menurutnya penertiban konvoi dan arak-arakan kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas sangat wajar. Hanya saja, penertiban sebaiknya diberlakukan tanpa pandang bulu.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Benny Bella menyatakan penertiban terhadap arak-arakan rombongan santa claus murni dilakukan dalam rangka penegakan hukum. Pasalnya, rombongan penyelenggara santa claus dinilai sudah arogan karena menggunakan jalan seenaknya sehingga mengakibatkan kemacetan serta tak mengantongi izin keramaian.

Dijelaskannya, penertiban tersebut atas perintah langsung Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Bekto Suprapto karena santa claus yang marak belakangan di Manado dan sekitarnya sudah tidak lagi murni membawa misi mulia sebagaimana seharusnya. “Model santa claus sekarang sudah bergeser. Seharusnya mereka memberikan hadiah ke anak-anak, bukan memungut pendaftaran dan dapat keuntungan. Itu namanya sudah bisnis,” tegasnya.

Ditambahkannya, untuk ke depan kemungkinan tidak akan ada lagi dikeluarkan izin keramaian seperti itu dan jika masih ada yang berkeliaran apalagi telah melanggar aturan lalu lintas akan ditindak tegas. “Saya akan mengusulkan agar penyelenggaraan santa claus tahun berikut hanya di dalam ruangan baik gereja atau mall maupun lapangan,” imbuhnya.

Desember 10, 2008 Ditulis oleh pewartaberita | Daerah | , , , | No Comments Yet

Baju Dinas Kota Manado Telan Rp 3,7 M

MANADO-ManadoPost
Makin dekatnya Pemilu 2009 boleh jadi membuat DPR Sulut kurang teliti membahas APBD 2009. Pasalnya, anggaran baju dinas di SKPD-SKPD setelah diakumulasi menelan Rp3,7 M. Ini ironis menyusul anggaran di sektor riil seperti perikanan hanya dihargai Rp 2,5 M. (lihat grafis) Sebenarnya, belanja untuk makan minum yang mencapai Rp15,96 miliar pun perlu dikoreksi. Sebab, angka ini telampau besar jika dibandingkan dengan anggaran untuk pertanian yang dialokasikan sebesar Rp15,46 miliar. “Tapi, masih bias ditolerir jika saja bahan makanan yang disantap adalah made in Sulut. Ini juga berimplikasi baik pada perekonomian daerah,” ujar Rivo Sumampouw, Pengamat Pemerintahan FISIP Unsrat.

Diperoleh informasi, saat APBD dikonsultasikan, pihak Depdagri kurang sreg dengan penjatahan anggaran makan minum itu. Contohnya di pos Sekretariat Dewan yang diplot sebesar Rp1,3 miliar. Sementara di pos Sekretariat Daerah meski mencapai Rp12,5 miliar, tidak diprotes karena memang tahun depan Sulut menjadi tuan rumah WOC, yang tentunya akan memakan dana makan minum yang banyak.

Namun, pemerintah juga seharusnya lebih arif dan mengurangi belanja makan minum, sebab masih masih banyak rakyat miskin sangat susah mencari makan. “Sementara para pemimpinnya hampir setiap hari menyantap makan enak yang dibiayai dengan duit rakyat,” tukasnya.

Yang cukup mengejutkan juga adalah anggaran untuk pemeliharaan kendaraan dinas yang mencapai Rp6,06 miliar. Ini belum termasuk biaya pembelian kendaraan dinas baru. Di Setda, misalnya, mencapai Rp2,76 miliar, sedangkan di Setwan, untuk keperluan 45 anggota dewan dan staf, mencapai Rp1,3 miliar.

Sementara itu, dari Jakarta dilaporkan tim legislatif dan eksekutif yang mengkosultasikan APBD 2009 ke Depdagri, mendapat ‘teguran’ dari Depdagri, meski APBD yang diketuk Rabu (3/12) lalu tidak ada penolakan. Menurut salah satu personil Panggar Steven Kandouw, dana pendidikan 20 persen yang banyak dikoreksi. Seperti pos bantuan dana pendidikan untuk SMP-SMA di Diknas sebesar Rp7 miliar, seharusnya harus lewat Biro Keuangan. Namun karo keuangan berargumen bahwa kewenangan dari pengurangan anggaran ada di Diknas Pendidikan. “Dana pendidikan 20 persen pendidikan dari perhitungan pihak Depdagri hanya 7 persen,” kata Kandouw. Tapi, penjelasan dari Pemprov tak mungkin diambil dari pendapatan bruto, karena akan berimbas pada pos lain, contohnya dana bantuan bencana alam tak mungkin untuk dipotong. “Karena ketidaksamaan persepsi Depdagri meminta dibikin surat serta tetap mengupayakan tambahan-tambahan,” jelas Kandouw yang ikut dibenarkan James Sumendap, perwakilan Komisi D.

Pimpinan rombongan Djenri Keintjem SH MH mengatakan, intinya tak ada catatan-catatan krusial di APBD Sulut. “Hanya beberapa koreksi, jadi tak ada masalah,” ujar Keintjem meyakinkan.

Desember 5, 2008 Ditulis oleh pewartaberita | Daerah | , , , | No Comments Yet