Harian Pagi OnLine

…mengabarkan

Obama dan Planet Mars Saja Pakai Twitter

Jakarta (ANTARA News) – Pada masa berjalan –manakala harga komputer, gadget dan tarif telepon semakin murah, semakin kaya fitur– puluhan juta orang Indonesia mungkin lebih akrab dengan Facebook, MySpace, Twitter, Flickr, hi5, YouTube, Friendster, Flixter, Yahoo Messenger, mikroblog dan jejaring sosial virtual lain yang pasti bertambah canggih, ketimbang media-media tradisional.

Sementara, dulu, media-media global seperti CNN, BBC, New York Times, Washington Post, Guardian, Wall Street Journal dan banyak lagi, harus berpayah-payah dulu mengirim wartawan untuk meliput banyak peristiwa eksklusif di semua sudut kolong jagat.

Mereka pernah tidak bisa memasuki Korea Utara yang kuper atau Tibet yang saat itu diisolasi China, sehingga tidak bisa mewartakan apa yang terjadi di sana.

Tetapi, dari Teror Mumbai, India, 26 November 2008, media global memperoleh pelajaran berharga bahwa eksklusivitas dan kedalaman liputan tidak harus dicapai dengan bersegera mengirim kru ke lapangan atau memaksa para koresponden yang kebetulan tidak di tempat kejadian untuk bergegas ke situs peristiwa.

Mereka kini memanfaatkan betul fenomena di mana warga biasa, mampu mengerjakan fungsi-fungsi jurnalistik seperti melaporkan, mengumpulkan, menata, bahkan memverifikasi informasi dan berita baik teks, audio, video, sampai info grafis, di manapun dan kapanpun.

Profesor Jurnalistik dari Universitas Columbia yang juga reporter iptek dan pendiri South Asian Journalists Associaton, Sreenath Sreenivasan, menyebut Teror Mumbai menjadi tonggak bagi evolusi jurnalisme, khususnya jurnalisme warga (citizen journalism).

Organisasi berita tradisional memang akan tetap hidup, namun paradigma dan caranya telah berubah.

NYTimes.com misalnya, menawari para saksi Teror Mumbai untuk memublikasikan kesaksian langsung mereka melalui lamannya, tatkala desingan peluru dan lemparan granat teroris mengincar nyawa mereka.

The Guardian, CNN dan situs-situs berita lainnya, bahkan tinggal menadahkan tangan menanti hujan informasi-informasi eksklusif dari Twitter, Flickr, dan jejaring sosial virtual lain, untuk kemudian mereka sunting, rapikan, organisasikan dan publikasikan.

Tanpa mengirim reporter, media massa global memperoleh cerita dan gambar secepat peristiwa teror terjadi, bahkan bisa sedalam investigasi jurnalistik, seekslusif keinginan stasiun-stasiun berita, seaktual dan sefaktual kesaksian langsung para saksi peristiwa.

“Aku percaya, pada masa depan, fungsi terpenting lembaga-lembaga pemberitaan adalah mengorganisasikan berita-berita (dari warga),” kata Jeff Jarvis, pakar internet dan profesor jurnalisme dari City University of New York seperti dikutip the Guardian (1/12).

Jejaring sosial virtual diantaranya Facebook dan mikroblog seperti Twitter, telah memperluas jangkauan layanan berita lembaga-lembaga pemberitaan ke dalam masyarakat global sehingga media tidak lagi hanya sebagai agen informasi, jendela bisnis dan penarik iklan, tetapi juga pintu ke dunia maya (cyberdoor).

Untuk laman CNN.com misalnya, cyberdoor ini berfungsi ganda, menjadi pintu masuk bagi profil, pesan pribadi dan daftar kawan pemilik blog ke dalam CNN Forum, dan menjadi pintu keluar untuk berita-berita, video dan blog favorit dalam CNN.com untuk disebarkan lagi dalam Facebook mereka.

Akibatnya, menurut Arielle Emmett dalam American Journalism Review (AJR) edisi Desember/Januari 2009, portal CNN menjadi semakin kaya sekaligus bertambah sibuk lalulintas aksesnya berkat komunitas-komunitas dalam Facebook. “Kini, page view CNN setiap bulannya mencapai 1,87 miliar.”

Sementara, laman jaringan televisi PBS (Public Broadcasting Service), pada Oktober 2008, telah menarik pengunjung laman sebanyak 877 ribu per hari, ditambah 20 juta pengunjung temporer (unik).

Twitter

Tiga, empat tahun lalu, orang hanya bisa chating melalui komputer, namun kini anak-anak muda anteng chating melalui telepon seluler dan gadget lainnya, tidak hanya di ruangan, namun juga dalam angkot, kereta api, bis kota, busway, ruang tunggu bandara, cafe, mal dan banyak lagi. Pokoknya, mereka bisa bercengkerama di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Sembari senyum sendiri, jemari tak henti menekan tuts, berkomunikasi dengan karib dan komunitas virtual mereka sambil melintasi tabir waktu, bangsa, keyakinan, dan geografi.

Mereka berbicara soal asmara, mode, gaya hidup, teroris, UU pornografi, gosip artis, kontrak bisnis, Liga Inggris, hingga konser The Changcuter, Obama dan Paris Hilton.

Sementara di AS, badan antariksa nasional AS (NASA) menggunakan Twitter dari wahana angkasa luar Phoenix, untuk berkomunikasi dari Planet Mars yang “diinvestigasi” Phoenix, dengan manusia di Bumi yang tentu saja sama-sama pengguna Twitter.

Di dimensi lain, politisi-politisi muda, cerdas dan energik seperti Barack Obama dan Hillary Clinton memanfaatkan Twitter untuk menyelaraskan diri dengan kekinian, meraba masa depan dan menjaring pemilih baru yang jumlahnya berlimpah tapi lebih suka menyambangi dunia gemerlap ketimbang dunia politik yang gelap.

Kolumnis Lee Thornton, dalam AJR edisi Desember/Januari 2009, menyebut, Obama sukses mengeksploitasi new media (internet) sehingga ia meraih kemenangan besar dengan merebut duapertiga suara pemilih muda yang turut pemilu 4 November 2008.

“Tim Obama memahami bahwa keberhasilan kampanye mereka amat tergantung pada teknologi, laman-laman jejaring sosial, wahana-wahana telekomunikasi layar sentuh modern yang mereka rajut, dan BFF Google (best friend forever Google, para peselancar internet fanatik),” kata Lee.

Apa yang terjadi pada sistem politik kontemporer AS adalah pertautan yang sempurna antara teknologi dengan sebuah generasi yang berkeinginan mencari simpul antara sebab dan akibat tanpa didikte kekuatan-kekuatan di luar dirinya.

Obama mengerti ini semua, demikian pula banyak politisi muda di seluruh dunia. Mereka memahami kawula muda kini mengerti bahwa dunia telah berubah menjadi amat terbuka, eksploratif, namun sangat privat.

Mereka bisa seberpengaruh para analis, pengamat dan kolumnis beken, bahkan lebih merdeka mengutarakan opini ketimbang editor dan produser yang bekerja untuk perusahaan-perusahaan media yang dimiliki seseorang dan acap menuntut kooptasi pada kepentingan pengendali perusahaan.

Mereka juga tak bisa ditarik oleh jargon-jargon politik yang klise dan tidak kreatif dari para politisi usang.

Saking pentingnya mereka, mengutip Washington Post (12/9/2007), Presiden George W. Bush pun lebih memilih mengundang para blogger daripada pemimpin redaksi, seolah hendak mengatakan bloger itu sepenting media pemberitaan.

Dan khusus mengenai Twitter yang dianggap jejaring sosial termutakhir dan bakal mengubah paradigma media, kolumnis AJR, Arielle Emmett, menyebut tool dan fasilitas pengirim pesan mobil di dalamnya, telah membuat anggota-anggota komunitasnya -termasuk para kolumnis dan produser– bisa berbalas kirim teks untuk bertukar pertanyaan, berbagi komentar dan informasi terkini, hanya dengan 140 karakter, bak layanan pesan singkat sms dan chating.

Usia Twitter, memang masih sangat muda yaitu baru dua tahun, namun jejaring sosial fenomenal ini sudah dilanggani sejuta orang yang umumnya makmur dan selalu menggali maksimal layanan komunikasi virtual dalam perangkat komunikasi mobil apapun yang dimilikinya.

Para pelanggan bebas keluar masuk laman Twitter tanpa dipungut bayaran, untuk bertukar pesan melalui komputer dan perangkat mobil yang tersedia.

Debut fenomenal Twitter adalah saat gempa bumi Sichuan, China, pada Mei 2008 manakala informasi, audio dan gambar pertama datang melalui Twitter. Namun, yang paling sensasional adalah ketika invasi 60 jam para teroris di Mumbai pekan lalu.

Para jurnalis, termasuk penulis politik washingtonpost.com Chris Cilliza, komentator politik NYTimes.com Kate Phillips dan kritikus musik The Times Jon Pareles, menjadi pelanggan setia Twitter dan rutin menyapa fans Twitter lewat mikroblog mereka.

“Tidak seperti Facebook, Twitter berpotensi mengubah dunia (karena sangat mudah diakses). Anda tidak perlu menjadi teman dan kontak saya. Jika anda di Twitter, kita semua terkoneksi,” kata pengarang Bringing Nothing To The Party; True Confessions of a New Media, Paul Carr (The Guardian, 3/12).

Dari Teror Mumbai, keunggulan Twitter seperti disebut Paul itu terekspos hingga memaksa dunia mengakui bahwa jurnalisme, cara manusia bermasyarakat dan sistem koneksi sosial memang telah berubah drastis. (*)

Desember 11, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Teknologi | , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Amitabh Bachchan Tidur dengan Pistol di Bawah Bantal

Mumbai (ANTARA News) – Aktor kondang India, Amitabh Bachchan, mengaku terguncang dan kini tidur dengan meletakkan sepucuk pistol (revolver) di bawah bantal sejak terjadinya serangan teroris di Mumbai.

“Kemarin malam, ketika serangan teroris terjadi di depan saya, saya melakukan sesuatu untuk pertama kalinya dan saya harap tidak pernah berada dalam situasi seperti itu. Sebelum pergi tidur, saya mengambil revolver keliber 32 yang berizin milik saya, mengisinya dengan peluru, dan meletakkannya di bawah bantal. Tidur saya sangat terganggu,” tulis bintang film tersohor India itu dalam blog miliknya.

Bachchan melototi layar TVsaat petugas keamanan memerangi militan pada Kamis (27/11), bertepatan dengan hari ulang tahun ayahnya.

Bachchan, yang terkenal dalam perannya dalam film “Angry Young Man” yang bertutur tentang seorang pemuda pemberontak, marasa kesal pada “tindakan bodoh pihak yang berwenang” yang seharusnya menjaga negara itu.

“Saya merasa sangat sedih melihat keadaan buruk yang menimpa orang-orang sebangsaku yang tak berdosa, lemah dan tak aman, dan mereka harus menghadapi serangan teror ini. Dan saya marah karena tindakan bodoh pihak berwenang yang seharusnya melindungi kita,” kata ikon Bollywood yang juga dikenal sebagai ‘Big B’ tersebut.

Bachchan memuji upaya tentara India dalam menangani situasi teror itu. “Tentara dan petugas polisi yang luar biasa, telah bertaruh nyawa untuk kita. Saya hanya bisa salut dan hormat karena ketulusan mereka dalam melaksanakan tugas,” tulisnya.

Menurut kantor berita AFP, setidaknya 150 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam serangan teroris di Mumbai, sejak Rabu (26/11).

November 29, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Lifestyle | , , , , , , | No Comments Yet

Riedel: Teror Mumbai Ulah Alqaeda

Jakarta (ANTARA News) – Penasihat Presiden AS terpilih Barack Obama urusan Asia Selatan, Bruce Riedel, menyatakan serangan teror di Mumbai, India, didomplengi jaringan teroris Alqaeda lewat operasi gabungan Alqaeda-Lashkar at Taiba, sebuah kelompok perlawanan utama Kashmir India yang berbasis di Lahore, Pakistan.

Pernyataan ini dianggap menjawab keheranan para pakar terorisme terhadap aksi di Mumbai yang ternyata juga membidik orang-orang non India, sesuatu yang sebelum ini belum pernah terjadi, demikian The Hindustan Times (29/11).

“Itu ciri-ciri Alqaeda, sebuah serangan sangat canggih dengan membidik banyak target. Amerika Serikat, Inggris dan Israel adalah target-target global Alqaeda, tidak pernah menjadi sasaran Mujahidin India. Jangkauan menyeluruh adalah ciri khas (aksi terorisme) Alqaeda,” kata Bruce yang juga pakar dari Brookings Institution dan pengarang “The Search for Al Qaeda.”

“Kecurigaan saya (aksi itu) adalah proyek bersama Alqaeda dan Laskhar at Taiba. Aksi ini ditujukan untuk menciptakan krisis India-Pakistan atau lebih dari itu,” kata Bruce yang menjadi salah seorang penasihat pada tim transisi Obama.

Klaim Bruce menjelaskan fakta di Mumbai seakan-akan ada dua tim dalam serangan teror ke kota itu.

Sebuah tim menyasar untuk kemudian membunuhi warga India di stasiun Kereta Api Victoria Terminus dan Rumah Sakit Cama.

Kelompok ini tidak mencari orang-orang asing, dan berdasarkan asal kebanyakan teroris yang umumnya dari Punjab di Kashmir India, maka kelompok ini mewakili Lashkar at Taiba.

Sementara tim kedua yang memencar menjadi tiga kelompok, bertugas menyerang Cafe Leopold, Hotel Oberoi dan Taj Mahal, serta wisma Yahudi.

Tim kedua ini membunuhi warga asing terutama orang-orang berkebangsaan AS, Inggris dan Israel. Dan ini jelas ciri khas Alqaeda.

Gembong Alqaeda, Osama bin Laden, menurut mantan pejabat polisi di Pakistan, G. Parthasarathy, sejak lama berhasrat menggoyahkan (pemerintah) New Delhi, Tel Aviv dan Washington.

Metode Alqaeda sekarang adalah membina hubungan dengan kelompok-kelompok teroris lokal seperti dengan mereka yang berada di India.

Tokoh muslim dari Hyderabad, Abu Abdel Aziz “Barbaros” telah lama dituduh para pejabat India sebagai militan yang membantu perkuatan hubungan antara Alqaeda dan Lashkar at Taiba.

Sebagai seorang veteran mujahidin di Afghanistan dan Bosnia, Barbaros paham sekali konsep jihad regional dari Alqaeda.

Biro Penyelidik Federal (FBI) memperoleh keterangan berharga dari tawanan Alqaeda yang diinterogasi pihak keamanan AS bahwa Barbaros berusaha mendorong Lashkar at Taiba mengadopsi pola gerakan teror Osama bin Laden.

“Pertautan yang mulai dibina sejak awal 1990an ini telah berkembang sangat pesat. Berkat Barbaros, Lashkar at Taiba memperoleh akses ke fasilitas-fasilitas pelatihan teror milik Alqaeda. Berkat Alqaeda pula Lashkar bisa menyerang India,” kata Bruce.

Alqaeda kini tidak lagi menjadi sebuah organisasi besar tempat berkumpul ribuan aktivisnya, namun telah berubah menjadi landasan ideologis, pelatihan dan sumber inspirasi gerakan-gerakan teror seperti Lashkar at Taiba.

Alqaeda telah mengubah paradigma gerakannya menjadi gerakan-gerakan bom dan serangan bunuh diri yang sebenarnya tidak efektif.

Penglibatan para pejuang berani mati, seperti terjadi di Mumbai, membutuhkan kelompok-kelompok besar bersenjata lengkap seperti Lashkar at Taiba dan aksi teror di Mumbai menunjukkan betapa mengerikannya aksi gabungan itu.

“Ini (aksi teror di Mumbai) adalah satu tonggak baru yang sangat menakutkan dari gerakan jihad global,” kata Bruce.

November 29, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Asia | , , , | No Comments Yet

Kepala Satuan Anti Teroris Tewas Ditembak Teroris

Jakarta (ANTARA News) – Hemant Karkare, kepala Satuan Anti Terorisme (ATS) Maharashtra, negara bagian di mana kota Mumbai berada, adalah seorang penyidik yang cerdas dan fokus yang kematiannya telah membuat jajarannya di kepolisian India menghadapi tugas ke depan lebih sulit lagi, kenang rekan-rekannya di kesatuan itu di Mumbai, India.

Berdasarkan laporan berbagai koran India, Karkare (54), dihormati karena berhasil menangani banyak aksi kriminal, bekerja tanpa pandang bulu dan memiliki integritas luar biasa besar.

“Satuan Anti Terorism kehilangan sosok pemberani pada diri Heman Karkare,” kata Peter Lobo, inspektur Satuan Anti Teror di Pune kepada The Times, India.

Karkare sedang menuju rumahnya Rabu itu, tatkala mendapatkan laporan bahwa sekelompok orang bersenjata sedang menyerang Hotel Oberoi di Mumbai, demikian Deputi Menteri Senior Maharashtra RR Patil kepada suratkabar The Hindu.

Karkare lalu mendapati situasi di Stasiun KA Chhatrapati Shivaji Terminus lebih serius dari yang dilaporkan bawahannya.

Kepala satuan anti teror itu dan dua perwira penyertanya bersenjatakan senapan otomatik, segera masuk jeep dan memburu para teroris.

Cuplikan video dari stasiun televisi lokal mitra CNN, CNN-IBN, memperlihatkan Karkare sedang mengenakan helm kesatuan dan memakai rompi anti peluru hingga menutup kemeja biru langitnya, sementara para perwira polisi berpakaian preman bersenjata berat dan menggenggam “walkie talkie” mengelilinginya.

Itu adalah gambar terakhir Karkare sebelum teroris menembaknya tiga kali di dadanya dekat RS Cama, satu tempat yang juga menjadi sasaran serangan teror di Mumbai.

“Meski gila kerja, dia adalah perwira bertutur halus. ATS seakan diguncang ledakan sangat dahsyat oleh kematian tiba-tiba Karkare,” kata Lobo kepada The Times sebelum meninggalkan Pune guna mengikuti upacara penghormatan terakhir kepada Karkare.

Karkare bergabung dengan Kepolisian India pada 1982. Dia menjadi Kepala Satuan Anti Terorisme Maharashtra sejak Januari 2008 sekembalinya dari Austria di mana di situ dia bertugas tujuh tahun untuk Research and Analysis Wing, dinas intelijen India urusan luar negeri.

Jabatan di Austria ini adalah bukti pengakuan masyarakat atas ketajamannya sebagai seorang perwira polisi, kata seorang rekan kepada The Times, India.

“Mengingat kemampuannya yang luar biasa dalam menangani banyak hal, dia lalu ditempatkan di Research and Analysis Wing di Austria. Bagiku, dia seperti keluarga,” Bipin Gopalakrishna yang bergabung dengan satuan anti teror pada 1982.

Menurut CNN-IBN, Karkare menerima penghargaan karena berhasil menangani banyak kasus pemboman di Thane, Vashi dan Panvel serta memainkan peran kunci dalam mengungkap kasus ledakan 29 September di Malegaon yang menewaskan enam orang.

Dia juga berhasil mengatasi berbagai aksi kelompok-kelompok militan Hindu di Maharashtra.

Karkare pernah menghadapi tekanan politik luar biasa besar saat menyelidiki pemboman Malegaon dan telah mewantiwanti para perwira di kesatuannya untuk hanya menyelidiki dan menangani kasus.

“Kita mesti mengerjakan apa yang menjadi tugas kita dan biarkan pengadilan yang memutuskan (status kasus yang ditangani polisi),” kata Karkare seperti dikutip banyak media di India.

“Dia mumpuni dan mampu mengatasi situasi sulit apapun dengan penuh wira tetapi luar biasa tenang,” kata Kapolres Aurangabad, Thakur Deepaksinh Gaur, kepada The Times yang mengaku menjadi mitra kerja Karkare di Aurangabad dan Nanded.

Seorang perwira tinggi Kepolisian India menambahkan, “Kematiannya adalah kehilangan besar bagi kami dan seluruh rakyat.”

Saat tidak dalam dinas, Karkare dikenal suka memahat dan seringkali terlihat meraut kayu, demikian The Indian Express.

Dia juga menyukai musik dan meramal lewat jari tangan, kata TP Sreenivasan, seorang mantan diplomat.

“Kami pernah mendaulatnya berlaku sebagai peramal dari India dalam acara amal tahunan yang diselenggarakan Duta Besar India (di Austria) dan dia mempesona hadirin di acara itu,” kata Sreenivasan yang bekerja bersama Karkare selama lima tahun di Wina.

Sreenivasan menambahkan, Karkare yang dihormati secara internasional karena perannya dalam memerangi terorisme, korupsi dan pencucian uang, semestinya menempati jabatan di sebuah badan PBB di Wina, namun dia memilih pulang berbakti di negerinya.

Karkare sangat dihormati dan tetap hidup bersemayam dalam sanubari keluarga dan semua kerabatnya serta mereka yang menghormatinya, demikian Sreenivasan kepada The Hindu.

Adik lelakinya, Shirish, yang dihubungi di Pune mengaku sulit mengomentari kematian abangnya itu.

“Dia adalah sosok ayah untukku,” kata adik termuda Karkare itu kepada The Times, India.

Menurut istri Shirish, Amruta, jenazah kepala unit antiteror itu akan disemayamkan begitu anak-anaknya yang berada di luar negeri tiba di India.

Anak perempuan tertuanya, Jui Navare, tinggal di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, sedangkan anak perempuannya yang bungsu kuliah di London School of Economic and Political Science (LSE), Inggris.

Anak lelaki satu-satunya, Akash, berkuliah di R.A. Podor College of Commerce and Economics, India. Sementara istrinya, Kavita, mengajar di sebuah akademi di Mumbai.

November 29, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Asia | , , , | 1 Komentar

Pelaku Teror Mumbai, Teroris Usia Muda dengan Organisasi Baru

Mumbai-Komentar.
PELAKU teror di Mumbai (India) yang menewaskan sekitar 101 orang Rabu malam (26/11), sebagian besar adalah anak muda berusia 20-an tahun. Nama organisasi mereka juga tergolong baru, yakni “Deccan Mujahideen”. Tujuan aksi mereka adalah sebagai bentuk protes terhadap apa yang terjadi di Kashmir.

Pelaku teror bernama Imran dalam bahasa urdu dengan aksen Kashmir dalam pernyataannya yang disiarkan India TV, mengeluhkan perilaku militer yang sewenang-wenang di Kashmir. Militer India dituduh telah membunuh dengan kejam warga komunitas muslim di kawasan tersebut.

“Apakah Anda peduli berapa orang yang sudah dibunuh di Kashmir? Apakah Anda peduli bagaimana tentara Anda membunuh muslim. Apakah Anda peduli berapa banyak yang mereka bunuh minggu ini?” katanya.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh menuduh pelaku yang melancarkan serangan di Mumbai, terkait jaringan teroris dari luar India. Serangan di 10 titik secara serentak dan menewaskan lebih dari 101 orang, sepertinya diatur secara rapi dan terencana. “Ini serangan yang sangat terencana dan diatur dengan rapi, mungkin terkait dengan jaringan eksternal, ditujukan untuk menciptakan teror dengan memilih target yang terkenal,” ujar Singh dalam pernyataannya.

Pasukan angkatan laut India telah menemukan sebuah kapal kargo yang mungkin digunakan untuk mengangkut para teroris tersebut ke India. Juru Bicara AL India, Kapten Manohar Nambiar mengatakan, kapal bernama MV Alpha diketahui berasal dari Karachi, Pakistan ke Mumbai tak lama sebelum serangan terjadi.

Sedangkan kelompok muslim militan garis keras di Pakistan, Laskar E Taiba, menyangkal keterlibatannya dalam serangan teror mematikan di Mumbai, India. Pernyataan ini dikeluarkan tak lama berselang setelah Perdana Menteri India, Manmohan Singh menuduh serangan ini terkait jaringan teroris dari luar India.

“Laskar E-Taiba sungguh mengutuk serangkaian serangan di Mumbai. Laskar tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kelompok militan India,” ujar Abdullah Gazvanai, ketua kelompok militan tersebut, seperti dilansir Reuters. Selama ini, Laksar E-Taiba sering dituduh sebagai pelaku sejumlah serangan teror di India. Kelompok garis keras di India juga sering dikaitkan dengan kelompok-kelompok militan di Pakistan atau Bangladesh.

November 28, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Asia | , , , , | & Komentar