Harian Pagi OnLine

…mengabarkan

Keluarga Curigai Pelaku Pembunuhan Hanny Eks PRT

Jakarta – Siapa pelaku pembunuhan dan pemerkosaan artis Hanny Wahab masih diburu polisi. Tapi kecurigaan keluarga mengarah pada sejumlah tersangka. Di antaranya adalah mantan pembantu rumah tangga (PRT) di rumah yang juga membuka usaha agensi model tersebut.

“Jadi dulu ada pembantu namanya Hendi, dan dua bulan yang lalu dia kabur. Tapi dia suka kesal sama mamah (Hanny) karena kalau disuruh nggak mau,” jelas anak korban, Aat (15), saat ditemui di kediaman korban di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2009).

Selain Hendi, dia juga mencurigai pembantu lainnya yang bernama Amir. Diketahui pada malam sebelum mayat korban ditemukan tidak bernyawa di kamar, Amir datang ke rumah itu.

“Semalam Amir ada sampai jam setengah delapan, tapi pas ditanya ke keluarganya dia pulangnya jam 12 malam,” jelas Aat.

Hendi dikenal sering membantah perintah majikan. Dia juga kerap berselisih dengan Aat. Sedang Amir memang pembantu yang telah lama bekerja di rumah itu dan kerap mengepel kamar almarhum.

“Amir rumahnya di Rawa Buaya, dan kata keluarganya sekarang dia tidak di rumah,” jelas Aat.

Mayat Hanny ditemukan Aat sudah terbujur kaku pada pukul 06.00 WIB dengan luka di kepala dan leher. Barang milik korban berupa 4 buah handphone, uang tunai, dan kartu ATM juga raib.

Memang pada malam sebelum kejadian ada 3 orang bertamu, 2 diantaranya bertubuh kurus dan berkacamata, sedang seorang lainnya bertubuh agak gemuk dan berambut cepak. Mereka sempat berbincang dengan Hanny tetapi sebatas persoalan fashion show yang akan digelar di Hotel Central.

“Kayaknya nggak mungkin mereka. Karena tadi pada datang ke sini,” urai Aat yang tampak masih Syok.

Di kediaman korban kini tengah digelar tahlilan. Sejumlah tetangga dan kerabat tampak datang dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Besok pagi di makamkannya di TPU Kamal Cengkareng,” jelas Iyan (30), keponakan korban.

Almarhumah menikah 2 kali. Dari suami pertama bernama Suhadi dia dikarunia seorang putri bernama Irma (28), sedang dari suami kedua Joko Ubaidillah yang juga akhirnya bercerai dia dikaruniai 2 putra, yakni Aat (15) dan Akbar (9).

Maret 11, 2009 Ditulis oleh stenlymandagi | Kriminal | , , , | 1 Komentar

Isu Pemerkosaan Oleh Kader PKS Adalah Aksi Balas Dendam

Jakarta – DETIK. Ketua DPP PKS bidang perencanaan Mahfudz Siddiq menilai berita kasus pemerkosaan di kecamatan Cantigi, Indramayu yang diisukan dilakukan ketua DPC PKS hanyalah isapan jempol belaka. Menurutnya, berita ini sebagai upaya politisasi karena DPD PKS Indramayu sebelumnya melaporkan Bupati Indramayu, Yance terkait pelanggaran pidana pemilu.

“Berita itu hanyalah isapan jempol belaka dan dipolitisasi pihak tertentu untuk mendeskriditkan PKS. Bahkan sekarang beredar selebaran foto copy berita kasus tersebut dan di tempel di tempat-tempat umum yang dijaga oleh ormas pemuda tertentu yang berafiliasi ke salah satu parpol besar di Indramayu,” kata Mahfudz kepada detikcom Jumat (6/3/2009).

Menurut penasehat DPD PKS indramayu ini, kejadian yang sebenarnya terjadi adalah adanya sejumlah pemuda-pemudi di daerah tersebut yang menggelar pesta miras dan melakukan seks bebas. Dari pesta itu, salah seorang pelakunya adalah Royana, simpatisan PKS yang baru bergabung sebulan ini.

“Jadi Roy bukan kader, bukan ketua DPC dan bukan pula caleg PKS. Masyarakat di sekitar Cantigi menyangsikan terjadinya aksi pemerkosaan. Karena pesta miras dan seks bebas biasa terjadi di daerah itu. Bahkan Indramayu memang dikenal dengan budaya semacam ini,” papar Mahfudz.

Ketua FPKS ini menduga kasus ini sebagai balasan dari orang yang kecewa dengan langkah DPD PKS yang melaporkan kasus pelanggaran kampanye pemilu yang melibatkan Bupati Indramayu. Bahkan dalam kasus itu Panwas Kabupaten Indramayu sudah menyampaikan teguran kepada Bupati asal Golkar itu.

“Dugaan politisasi kasus ini karena beberapa waktu sebelumnya DPD PKS Indramayu melaporkan Bupati Indramayu, Yance, ke Panwaslu karena diduga melakukan pelanggaran pidana pemilu. Panwas Kab Indramayu sudah keluarkan surat teguran kepada Bupati asal Golkar,” pungkas Mahfudz Siddiq.

Maret 6, 2009 Ditulis oleh stenlymandagi | Nasional | , , , , | Belum Ada Tanggapan

Mengaku Khilaf, Opa Garap Cucunya Hingga Hamil

Tomohon, KOMENTAR
Ungkapan bahwa seorang kakek seharusnya menjadi pelindung bagi cucunya sendiri, rupa-rupanya tidak berlaku bagi warga Kelurahan Woloan III, Lingkungan VIII, Kecamatan Tomohon Barat. Pasalnya, MP alias opa Tinus (63) nekat menggarap cucunya hingga hamil.

Akibat perlakuan bejat sang Opa, Mawar (bukan nama sebenarnya) yang masih berumur 16 tahun harus berhenti menuntut ilmu di bangku kelas II SMA, karena benih yang dikandungnya telah enam bulan. Putus sekolah merupakan kekecawaan dari Mawar.

Aksi bejat yang dilakukan Opa Gabet (Gatal Bete) ini terjadi sekitar bulan Juli 2008, pada siang hari di rumah korban yang terletak di Kelurahan Woloan. Informasi yang diterima harian ini menyebutkan, mulanya korban sedang tertidur pulas di dalam kamar, dan saat itu kedua orang tua korban sedang pergi ke kebun untuk bertani.

Tak pelak, sang opa yang sudah dirasuki nafsu setan langsung masuk ke dalam kamar korban. Melihat korban sedang tertidur pulas dan dalam keadaan terlentang, Opa yang hanya menggunakan singlet dan celana dalam langsung membekap mulut cucunya, kemudian melucuti pakaian korban satu persatu hingga korban telanjang. Tak hitung tiga opa langsung memperkosa cucunya sendiri.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya itu, Opa Gabet pun mengancam cucunya agar tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain. Belakangan, korban yang merasa tertekan karena mengetahui dirinya hamil terpaksa menceritakan perbuatan kakeknya kepada orangtuanya, dan melapor ke pihak kepolisian.

Sementara itu, di depan petugas, Opa Gabet itu mengaku hanya menggarap cucunya satu kali saja. “Kita kwa so khilaf lantaran kita pe maitua so nda ada. Mar kita da perkosa ta pe cucu cuma satu kali,” tutur Opa Tinus dengan nada menyesal.

Kapolres Tomohon, AKBP Suyanto SIK yang dikonfirmasi melalui Brigpol Calvin Mokoagow membenarkan kejadian pemerkosaan yang dilakukan seorang opa. “Yah memang benar, terlapor sudah kami tahan di Polres atas dugaan kasus mencabuli cucunya sendiri. Untuk itu, Ia akan dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Udang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” aku Mokoagow.(uly)

Desember 12, 2008 Ditulis oleh pewartaberita | Kriminal | , , , , , , , | 1 Komentar

Perbuatan Mesum Guru Terhadap Siswi (Kembali) Terjadi di Manado

Siswi Madrasah Digauli Oknum Guru Agamanya di Kamar Hotel
Terjadi berulang kali, Korban diancam dibunuh dan dilarang bergaul dengan lelaki lain.

Manado-Seorang siswi salah satu madrasah yang terletak di Kecamatan Tuminting Manado, sebut saja Mawar, digauli oknum guru agamanya yang berinisial AS. Bahkan, korban yang baru berusia 16 tahun ini mengaku telah berulang kali diperkosa lelaki beristri yang bergelar sarjana agama itu, di sejumlah hotel melati di Manado.

Akibat laporan pemerkosaan itu, lelaki AS diamankan di Mapolsek Tuminting. Selasa (26/08). Dan Rabu (27/08) kemarin, sekitar pukul 12.00wita, AS dijemput polisi dan digelandang ke Mapoltabes Manado. Hingga tadi malam, sekitar pukul 19.00wita, guru agama itu masih diperiksa di Unit RPK Satuan Reskrim Poltabes Manado.

Wakapoltabes Manado, AKBP Hendra Supriatna, ketika dikonfirmasi kemarin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, lelaki AS dan korban Mawar sementara dimintai keterangan oleh penyidik. Karena dugaan aksinya itu, kata Wakapoltabes, AS diancam dengan KUHP pasal 289 dan 290 dengan ancaman hukuman penjara hingga 7 tahun.

Sementara itu, dari informasi yang dirangkum METRO di Mapoltabes Manado, korban pertama kali diperkosa pada tanggal 31 Desember 2007 silam. Korban yang diketahui warga salah satu kelurahan di Kecamatan Malendeng Manado itu, dilaporkan digauli secara paksa di bawah ancaman.

Peristiwa itu terjadi di Hotel Mitra yang terletak di Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil, Manado. Di salah satu kamar, korban-sebagai anak didik yang seharusnya diajar dengan norma-norma kesusilaanmalah-digarap secara tak senonoh. Sumber menyebutkan, aksi itu berjalan mulus setelah tersangka mengelabui korban dengan alasan akan mengajaknya untuk urusan sekolah. Tanpa diduga, korban malah di giring ke Hotel Mitra dan diperkosa di bawah ancaman akan dibunuh.

Perbuatan terlarang itu, rupanya tak redup di situ saja. Di waktu-waktu berikutnya, tersangka terus menyetubuhi korban di sejumlah hotel melati di Kota Manado. Setiap beraksi, tersangka selalu mengancam korban agar tidak membocorkan hal itu kepada orang lain.

Tak hanya itu, korban mengaku dilarang oleh AS untuk bergaul dengan lelaki lain. Jika diketahui korban bergaul dengan lelaki lain, Mawar pun dicekik dan kembali diancam untuk dibunuh.

Peristiwa ini akhirnya terbongkar ketika orang tua korban datan mengunjungi anaknya yang tinggal di asrama madrasah tersebut. Perilaku korban telah berubah. Setelah didesak, korban akhirnya mengaku telah berulang kali diperkosa oleh guru agamanya. Sontak saja, pengakuan korban ini langsung dilaporkan ke Mapolsek Tuminting. Selasa (26/08) lalu, kasus ini telah selanjutnya ditangani Poltabes Manado.

Suber: Harian Metro Manado (28/08/2008)

..komen dikit: Ada ga ya video mesumnya? Siapa tahu saja si pak guru sempat kepikiran membuat videonya…:-)

Agustus 29, 2008 Ditulis oleh pewartaberita | Kriminal | , , , , , , | Belum Ada Tanggapan