Harian Pagi OnLine

…mengabarkan

Presiden Terpilih Pakai Nama Barack Hussein Obama Saat Pelantikan

Washington (ANTARA News/afp) – Barack Obama menyatakan dalam wawancara dengan sebuah suratkabar AS, ia akan mengikuti tradisi dan disumpah sebagai presiden AS dengan menggunakan nama penuh, termasuk nama tengahnya Hussein.

Dalam kampanye presiden, beberapa lawan politik Obama merujuk pada nama tengahnya dalam upaya menggambarkan Obama sebagai pemeluk Islam secara diam-diam dengan dugaan memiliki hubungan dengan para teroris.

Namun demikian Obama, yang selama hayatnya beragama Kristen, mengemukakan kepada Chicago Tribune bahwa dirinya akan mematuhi tradisi upacara pelantikan.

“Saya kira tradisinya adalah mereka semuanya memakai tiga nama, dan saya akan akan mengikuti hal itu,” kata Obama kepada Trubune, yang memuat wawancara itu dalam laman internet miliknya Selasa larut malam.

“Saya sama sekali tak berusaha membuat pernyataan apapun. Saya hanya akan melakukan apa yang diperbuat orang lain.”

Saingan Obama dari Partai Republik, John McCain, pernah menegur seorang pendukung dalam kampanye karena menyebut Obama dengan nama lengkapnya, dengan menyatakan hal itu sebagai “kurang tepat”.

Ketika menyatakan dukungannya pada Obama pada Oktober lalu, mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell mengecam mereka yang menyebarkan desas-desus yang tidak benar dengan menyatakan Obama sebagai Muslim.

Menurut jenderal purnawirawan kulit hitam itu, kabar angin itu mencerminkan prasangka keagamaan. (*)

Desember 11, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Amerika | , | No Comments Yet

Obama Lepas Jabatan Senator

Chicago, (ANTARA News)- Presiden terpilih AS Barack Obama melepaskan kursinya di Senat, Ahad waktu setempat (Senin waktu Indonesia) untuk memusatkan perhatiannya pada transisi ke Gedung Putih.

Dia mengangkat staf baru dan berterima kasih kepada negara bagian Illinois tempat tinggalnya karena telah melancarkan karir politiknya.

“Hari ini, saya mengakhiri satu perjalanan untuk memulai satu perjalanan lain,” kata Obama dalam sepucuk surat kepada rakyat Illinois, yang menyebut tugasnya mewakili mereka sebagai salah satu dari penghormatan-penghormatan tertinggi dari hidupnya.

“Saya mengundurkan diri sebagai senator untuk mempersiapkan tanggungjawab yang saya akan pikul sebagai presiden negara kita mendatang , katanya. “Tetapi saya tidak pernah lupa, dan saya tetap berterima kasih selamanya kepada pria-pria dan wanita-wanita dari negara besar ini yang telah membuat kemungkinan hidup saya dalam pelayanan terhadap publik.”

Pengunduran diri Obama sebagai seorang senator berarti ia tidak akan ikut serta dalam sidang pasca pemilihan pekan ini di Gedung Kongres Capitol Hill yang akan membicarakan ekonomi yang sakit dan perjuangan industri mobil.

Pengganti Obama di Senat akan ditunjuk oleh Gubernur Illinois Rod Bingojevich , seorang Demokrat.

Obama yang akan dilantik sebagai presiden pada 20 Januari 2009 , besar di Hawaii dan menghabiskan sebagian masa anak-anaknya di Indonesia. Ia pindah ke Illinois sebagai seorang dewasa bekerja sebagai organisator masyarakat.

Presiden terpilih dari Partai Demokrat itu telah mengumpulkan tim Gedung Putihnya dan memilih calon-calon menteri sejak mengalahkan saingannya dari Republik John McCain dalam pemilu 4 Nopember.

Obama menambahkan tiga pejabat untuk tim Gedung Putihnya , Minggu membawa pembantu pentingnya dari Senat menjadi penasehat senior dan mengangkat dua deputi kepala staf Rahm Emanuel.

Kantor sementaranya dalam sebuah pernyataan mengatakan Pete Rouse, yang memimpin staf Obama sebagai seorang senator Illinois , akan bergabung ke Gedung Putih sebagai penasehat senior.

November 17, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Politik | , , , | No Comments Yet

Pemimpin Dunia Mengucapkan Selamat Buat Obama

TOKYO,RABU-Perdana Menteri Jepang Taro Aso mengucapkan selamat kepada Barack Obama atas kemenangannya dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Pemerintah Tokyo menyatakan berjanji akan bekerjasama dengan pemimpin Amerika yang baru itu untuk memperkokoh hubungan kedua negara.

Dari Brussel, Uni Eropa menyambut hangat kemenangan kandidat Demokrat Barack Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat, dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso menyerukan ’perjanjian baru.’

“Ini adalah saatnya untuk memperbarui komitmen antara Eropa dan AS,” kata Barroso dalam pernyataannya. “Kami ingin mengubah krisis yang terjadi sekarang menjadi suatu peluang baru. Kami ingin kesepakatan baru untuk dunia baru,” tegasnya. Lpuchner mengatakan dia berharap Obama ’kemungkinan akan meraih sukses terbesar.’

Sementara itu, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menyampaikan selamat kepada Barack Obama atas “kemenangan brilian” dalam pemilihan presiden AS.

“Saya menyampaikan kepada Anda ucapan selamat saya yang paling hangat dan atas nama seluruh rakyat Perancis,” kata Sarkozy kepada Obama dalam sepucuk surat yang dipublikasikan oleh kantor kepresidenan Perancis, Rabu. “Kemenangan brilian” Anda menunjukkan suatu komitmen tak kenal lelah untuk melayani rakyat AS,” katanya.

<Kompas.Com>

November 5, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Politik | , , , , | No Comments Yet

Angelina Jolie Memilih Presiden

Meski belum menentukan kandidat presiden AS pilihannya, aktris Angelina Jolie (33) yang menjadi Duta Khusus United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) itu mengaku kagum dengan berbagai pemikiran dan latar belakang keluarga campuran kandidat Partai Demokrat, Barack Obama.

”Obama memperjuangkan hukum dan keadilan serta isu internasional lain, seperti genosida dan penutupan Guantanamo Bay. Banyak alasan bagi saya untuk memilihnya. Yang jelas bukan karena latar belakangnya,” kata Jolie saat diwawancarai majalah Vanity Fair edisi Jerman, Oktober.

Meski Obama diyakini akan bisa menjadi teladan bagi keluarganya, putri dari aktor Jon Voight (pendukung kandidat Partai Republik, John McCain) itu belum yakin berbagai pemikiran dan kepribadian Obama menjadi alasan kuat untuk memilih Obama. ”Seorang presiden AS seperti Barack Obama akan menjadi contoh baik untuk keluarga saya,” kata ibu dari Maddox, Pax, Zahara, Shiloh, Knox, dan Vivienne itu.

Peraih Golden Globe Awards (3), Screen Actors Guild Awards (2), dan penghargaan Oscar 1999 dalam film Girl, Interrupted, kelahiran 4 Juni 1975, ini mengatakan, keluarga yang ia bina bersama aktor Brad Pitt mirip dengan AS yang menjadi tempat berkumpul aneka ragam orang dengan latar belakang ras dan etnis yang berbeda-beda. ”Anak-anak saya harus bangga dengan latar belakang Asia dan Afrika mereka,” kata Jolie. (LUK)

Don King Beruntung Saksikan Sejarah

Promotor tinju AS, Don King (77), tidak pernah membayangkan akan bisa menyaksikan lahirnya sejarah baru. Ia tidak pernah menyangka akan sempat melihat warga kulit hitam mencalonkan diri menjadi presiden AS. Untuk itu, ia mengajak rakyat AS mendukung kandidat Partai Demokrat, Barack Obama, menjadi presiden kulit hitam pertama di AS.

Ajakan itu ditumpahkan King dalam surat elektronik (e-mail) yang kemudian dikirimkan ke berbagai media massa oleh stafnya, Senin (3/11). Meski ia mengajak orang beramai-ramai memberikan suaranya kepada Obama, King maklum tidak semua warga AS yakin dan bersedia memberikan suaranya kepada warga kulit hitam. Ini bukan salah mereka, kata King, tetapi akibat indoktrinasi lebih dari tiga abad hingga menimbulkan rasa benci dan pandangan inferior pada kulit hitam. ”Sebelum memilih, saya mohon Anda berdoa kepada Tuhan untuk membantu Anda memilih Obama. Tolong pikirkan dan berikan yang terbaik untuk negeri tercinta ini,” kata King, yang merasa yakin Obama akan bisa menang mudah jika saja ia berkulit putih.

King yang selalu menyebut dirinya ”Republicrat” (Republik Demokrat) itu pernah mendukung Presiden George W Bush dalam pemilu 2004. Bagi King, Bush berjasa dengan memberi kesempatan kepada warga kulit hitam masuk dalam pemerintahannya, seperti mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell dan Menlu Condoleezza Rice.

<kompas.com>

November 5, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Lifestyle | , , , | No Comments Yet

Obama dan McCain Soal Ekonomi

Nenek Obama, Madelyn Dunham Kedua calon presiden AS saling serang rencana mereka masing-masing untuk perekonomian Amerika, sementara mereka berkampanye untuk merebut suara di negara-negara bagian kunci.

Berbicara di Florida, calon Partai Demokrat, Barack Obama, mengatakan saingannya dari Partai Republik menawarkan “kebijakan ekonomi yang gagal” seperti yang diterapkan oleh Presiden George W Bush.

John McCain mengatakan kepada media AS, dia adalah calon yang harus didengarkan dalam hal perekonomian.

Ia mengatakan itu di Pennsylvania sementara Obama membicarakan rencana penyelamatan ekonomi dengan sejumlah gubernur negara bagian.

Obama tidak ikut kampanye selama dua hari pekan ini untuk melihat neneknya yang sedang sakit di Hawaii.

Madelyn Dunham, 85 tahun, yang ikut membesarkan Obama, dikatakan sedang sakit keras.

Editor BBC untuk Amerika Utara, Justin Webb, mengatakan meskipun Obama unggul dari saingannya dalam jajak pendapat, para stafnya akan merasa gelisah karena ketidakhadirannya.

Senator dari negara bagian Illinois itu unggul dalam jajak pendapat sementara hari pemilihan 4 November tinggal dua pekan lagi. Tetapi keunggulan itu tidak cukup meyakinkan untuk merebut kemenangan.

Pertarungan ketat

Obama bertemu dengan para gubernur dari Ohio, Michigan, New Mexico dan Colorado di Lake Worth, Florida, untuk membicarakan lapangan kerja dan perekonomian bersama para tokoh bisnis dan pakar keuangan.

Keempat negara bagian itu memiliki gubernur Demokrat dan semuanya, kecuali Michigan, memilih Presiden George W Bush pada tahun 2004.

Kepala eksekutif raksasa internet, Google, Eirc Schmidt, dan mantan gubernur bank sentral (Federal Reserve), Paul Volcker, termasuk di antara yang hadir dalam diskusi ekonomi itu.

Obama melancarkan kampanye “pindah suara” di Florida. Jajak pendapat di sini memperlihatkan dia dan McCain bertarung ketat.

sumber: BBC Indonesia

Oktober 22, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Politik | , , , , | No Comments Yet