Harian Pagi OnLine

…mengabarkan

Polda Metro Jaya Grebek Hotel Nikko dan Fashion

JAKARTA-Okezone.com

Polda Metro Jaya menggerebek dua tempat spa dan sauna di Hotel Nikko dan Hotel Fashion. Dari kedua hotel tersebut, polisi mengamankan puluhan wanita pekerja asal Indonesia dan Cina.

Dari Hotel Fashion, polisi berhasil menangkap satu orang dari tiga orang tersangka penjualan wanita atau women trafficking yang selama ini menjadi target operasi. Talito berhasil dibekuk polisi, sedangkan Robi dan Ahong masih buron. Keduanya saat ini dalam pengejaran aparat berwajib.

Dari hotel itu juga �berhasil diamankan 20 orang cungkok, dua orang asal Vietnam, satu orang dari Thailand dan Mongolia, bersama 42 wanita cantik yang masih berusia muda asal Indonesia.

Sementara itu dari Hotel Nikko, polisi mengamankan dua tersangka yang salah satu di antaranya diketahui sebagai manajer di sauna da spa di hotel tersebut. Di Hotel Nikko aparat berwajib menggiring 14 cewek cantik asal Indonesia yang bekerja sebagai pemijat di spa dan sauna hotel itu.

Penggerebekan terhadap kedua hotel itu dilakukan jajaran Polda Metro Jaya, sekira pukul 01.00 WIB, Selasa (2/12/2008). Petugas memeriksa mereka yang ditahan untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Diduga di kedua tempat itu tidak hanya memberikan spa dan sauna, tetapi sekaligus memberikan layanan plus. Hal itu dengan dengan banyaknya pekerja wanita muda yang berwajah cantik dan kerap menawarkan jasa jual diri bagi pelanggannya dengan bayaran tertentu.

Desember 11, 2008 Ditulis oleh pewartaberita | Kriminal | , , , , , , | 1 Komentar

MENELUSURI SUKA DUKA PELACUR KELAS BAWAH DI MANADO

Jadi Pemuas Nafsu, Diajak Kumpul Kebo pun Boleh

Demi rupiah tubuhpun jadi dagangan. Namun kehidupan ini selalu menawarkan hal tak terduga. Pada akhirnya hati yang menentukan pilihan sendiri……..
KEHIDUPAN memang sering tak sejalan dengan keinginan manusia. Kadang apa yang diharapkan tak sesuai dengan kenyataan, sehingga pilihan sangat sulit untuk ditetapkan.
Karena kalau salah memilih, konsekwensinya sangat berat. Salah-salah malah jatuh ke lembah nista.
Inilah realita yang terjadi di Manado. Dari penelusuran Koran Ini, ada hal seperti ini yang terjadi. Rin (samaran-red) sebut saja begitu, demi memenuhi kebutuhan hidupnya harus terjun ke lembah hitam, menjadi pelacur. Profil wajahnya yang cantik, memang membuatnya disukai banyak orang.
Pernah menjalani hidup berumah tangga, namun kandas, yang alasannya tak mau dikemukakannya. Dengan alasan memenuhi kebutuhan hidupnya ia lalu mulai bekerja. Mulanya yang halal, namun akhirnya ia terdampar ke lembah nista.
Menjadi pemuas nafsu, tak membuatnya merasa jijik. Malah terlihat ia menikmati pekerjaannya itu. Karena tak terlihat guratan beban di wajahnya. Malah hidupnya terlihat enjoy-enjoy saja. Tak ada beban terlihat di wajahnya. Malah setiap malam ia keluar jalan-jalan.
Namun investigasi yang dilakukan, ternyata setiap malam ia akan menjajakan dirinya di sebuah ‘lokasilisasi’. Setelah menjadi pasangan pemuas birahi para lelaki hidung belang, ia akan pulang dengan membawa uang. Kendati uang yang dibawanya pulang tak banyak, namun Rin tetap enjoy.
Tetapi kemudian ia menemukan lelaki, yang mau dengannya. Lalu sepakat untuk hidup bersama dengan lelaki itu. Kendati hanya menjadi pasangan kumpul kebo, ia mulai berusaha menghormati kesepakatan itu.
Tetapi ternyata lama menjadi pemuas nafsu tak membuatnya betal berdiam diri. Malam harinya, saat pasangan hidupnya berada di luar kota, iapun keluar kerja. Menjadi kupu-kupu malam dan melayani para tamu. Ngos-ngosan, di kamar-kamar hotel murahan sampai mandi peluh dan menerima bayaran. Kemudian pulang dengan membawa segepok uang.
Namun rupanya Rin masih takut kalau pasangannya tahu. Maka kalau pasangan hidupnya itu ada. Ia memilih diam di rumah. Tak mau ketahuan kalau ia baru saja menjajakan dirinya. Begitu seterusnya kehidupannya berputar, dan kepada POSKO ia mengatakan masih butuh uang, jadi ia memilih menjajakan dirinya. Namun yakin akan ada jalan untuknya. Apalagi, sekarang keluarga pasangannya sudah tahu kalau ia adalah teman hidup anak mereka.

Desember 11, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah | , , , | & Komentar

Lapangan Tikala Manado Disinyalir Jadi Lokasi Esek-esek

Manado, KOMENTAR
Kompleks Lapangan Tikala pada malam hari memang kelihatan indah dan gemerlap, ditambah suasana sepi dan senyap membuat beberapa pasangan muda-mudi sering terlihat melepas rindu di tempat tersebut. Belakangan disinyalir lokasi ini telah dijadikan markas esek-esek terselubung, sehingga perlu adanya pengawasan dari pemerintah setempat.

Menurut Linda salah seorang warga Manado, lokasi tersebut memang cocok bagi pasangan mudah-mudi apalagi pada malam hari. Selain ada tempat duduknya, lokasi tersebut juga sangat strategis untuk memadu kasih.

Lokasi tersebut juga menurut sejumlah warga menjadi tempat mangkalnya sejumlah PSK. “Pada tengah malam sering terlihat perempuan berpakaian rok mini mangkal di tempat tersebut,” celoteh Ny Kristin warga Tikala.(wel)

Desember 4, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah | , , , | No Comments Yet

Sex On The City

GELIAT WARIA DI BELANTARA IBUKOTA

Terancam Razia Polisi, Operasi di Pagi dan Sore

Tak ada yang mau lahir sebagai waria Ketika kenyataan bicara lain, Jati diripun dicari Bersama komunitas pilih Hidup Mandiri ….
KEBERADAAN mereka memang terus menjadi kontroversi. Ada sebagian masyarakat yang sudah menerimanya. Tetapi banyak juga yang tetap menolak, dengan alasan tidak ada strata di masyarakat bagi mereka.

Tetapi rupanya mereka sangat menyadari keadaan ini. Karena itu, para waria (wanita pria) memilih hidup sendiri, dan berusaha hidup dari jerih payahnya, walaupun harus berhadapan dengan dunia. Ada yang memilih buka usaha salon namun ada pula yang masih senang di ‘jalan’.
Dan rupanya ‘cerita sedih’ para PSK juga menjadi bagian mereka. Karena, masih banyak yang berada di jalanan, mereka pun menjadi target operasi polisi. Bukan sekali dua kali, para waria ini ditangkap polisi dan diberikan pembinaan. Namun selama belum menemukan sesuatu yang cocok, banyak yang memilih tetap mengais rezeki di jalan.
Dan beberapa hari terakhir, operasi pemberantasan ‘penyakit masyarakat’ dalam rangka menghormati bulan puasa, dengan target PSK, Waria dan Miras, rupanya mulai tak kelihatan hasilnya. Khusus untuk waria. Seolah ingin mengikuti jejak teman sejawat mereka (para PSK) yang berhasil menyelamatkan diri, waria pun telah berupaya mencari jalan keluar dari kejaran aparat keamanan, Nah mau tahu ?.
Kalau biasanya, mereka berlenggak-lenggok cantik nan menawan di malam hari saat melakukan ‘penawaran’ , kini anda pasti bertanya-tanya dimana gerangan sang ‘kumbang’ malam itu pergi dan menghilang.
Kalau biasanya kita dapat menemukan mereka di beberapa tempat seperti, Taman Kesatuan Bangsa (TKB), ruas jalan Boulevard, serta ruas jalan Sarapung kini anda juga harus bertanya jika tidak lagi menemukan mereka di tempat terbuka seperti itu.
Para waria kini mulai beroperasi di pusat-pusat keramaian. Salah satu tempat yang berhasil di pantau oleh wartawan koran ini adalah di kawasan ITC Marina Plaza. Hanya saja, mereka tidak lagi menggunakan jam malam melainkan mulai ‘gentayangan’ di pagi dan sore hari.
sumber:Posko Manado

September 16, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Daerah, Lifestyle | , , , , , , , , , | No Comments Yet

Polisi Obok-Obok Tempat Hiburan Malam

MANADO (14/9/2008): Bagi kaum perempuan, berhati-hatilah bila anda berpakaian seksi di tempat umum, apalagi tanpa identitas, bisa-bisa anda akan diciduk aparat kepolisian! Lihat saja yang terjadi akhir pekan, kemarin, sekitar 51 gadis cantik dan 52 lelaki terpaksa diciduk polisi di jajaran Polda Sulut dari berbagai lokasi yang ada di kota Manado.
Uniknya, alasan aparat kepolisian mengamankan ke-51 gadis cantik tersebut, karena mereka berpakaian seksi dan tanpa identitas jelas saat berada di tempat umum.
Puluhan warga ini sebagian besar diamankan di sejumlah lokasi tempat hiburan malam yang ada di wilayah kota Manado. Bahkan pihak kepolisian juga mengamankan dua orang berlainan jenis yang sedang bersantai ria di kawasan pantai Malalayang.
Anehnya, usai ‘melihat-lihat’ para gadis berpakaian seksi ini di markasnya, para gadis cantik ini langsung dilepas aparat kepolisian.
Menurut Kapolda Sulut Brigjen Polisi Bekto Suprapto melalui Wadir Samapta AKBP Chairul FZ saat ditanyakan kenapa para gadis cantik ini setelah diamankan, malah dilepas setelah menanyakan identitas mereka? Chairul mengaku mereka diamankan karena berpakaian seronok dan tidak memiliki identitas jelas, namun setelah diberi pembinaan langsung dilepas. “Mereka diberi pembinaan, agar tidak mengulangi lagi perbuatannya lagi,” tegas perwira menengah, yang dikenal pekerja keras ini.
Sementara itu, dari data yang dihimpun koran ini, hasil yang diperoleh dari operasi bersandi Pekat Samrat Polda Sulut yang dipimpin Wadir Samampta Polda Sulut, berhasil mengamankan 8 gadis cantik di tempat hiburan di kawasan Malalayang, sepasang muda mudi di Pantai Malalayang, 7 wanita di lokasi hiburan Jalan 17 Agustus, 12 wanita di lokasi hiburan Kawasan Tikala serta 8 Wanita dan 9 Pria di kawasan Marina Plaza.
Selain Polda, pihak Poltabes Manado juga tak mau kalah, dipimpin Kanit P3D AKP R Lantemona, mereka berhasil mengamankan 13 wanita yang tak memiliki Kartu Tanda Penduduk, dan 39 pemuda mabuk dan tak memiliki KTP.
Mereka diamankan di kawasan kawasan Marina Plaza dan Megamas serta Jecko Star Resto Pub & Karaoke, di tempat hiburan ini sebanyak 4 perempuan yang tak memiliki KTP ikut diamankan dan kawasan Marina Plaza dan Megamas.
Kemudian di Laguna Café, aparat mengamankan seorang wanita cantik yang tak memiliki identitas diri.
Hal yang sama juga dilakukan pihak Polsek Mapanget, di mana mereka berhasil mengamankan 4 PSK dan 3 orang yang sedang pesta miras di kawasan Kairagi, Mapanget.
Usai memeriksa café tersebut, aparat langsung kembali ke markas karena 1 unit kendaraan dalmas dan 1 unit mobil tahanan Poltabes Manado sudah penuh dengan hasil jaringan mereka.
Kapoltabes Manado Kombes Pol Royke Lumowa ketika dikonfirmasi melalui Kanit P3D AKP R Lantemona, membenarkan adanya operasi pekat tersebut.
sumber: Posko Manado

September 16, 2008 Ditulis oleh stenlymandagi | Kriminal | , , , , , | No Comments Yet

Puluhan PSK Terjaring Razia

Sukabumi: Puluhan pekerja seks komersial dan pasangan mesum terjaring operasi yang digelar Kepolisian Resor Kota Sukabumi, Jawa Barat, belum lama ini. Dua wanita yang terjaring berupaya berkelit saat ditangkap. Namun, polisi tetap menangkap mereka karena tidak memiliki kartu identitas.

Operasi ini sengaja digelar menjelang Ramadan untuk menekan maraknya penyakit masyarakat. Selain menjaring belasan PSK, polisi juga menangkap pasangan lain jenis yang tidak memiliki surat nikah dari sejumlah hotel kelas melati di kawasan Bhayangkara dan Salabintana. Para wanita yang terbukti sebagai wanita penghibur didata dan dikirim ke panti sosial Cibadak.

sumber: Liputan6.com

Agustus 21, 2008 Ditulis oleh pewartaberita | Kriminal | , , , , | No Comments Yet