Mesum di Warnet, Lemahnya Pengawasan
JAKARTA – Okezone.com
Para pelajar yang menggunakan warung internet atau warnet sebagai ajang pacaran kebanyakan didorong oleh rasa ingin tahu dan dorongan biologis yang memang sudah terbentuk pada masanya.
Psikolog Universitas Indonesia Fivi Nurwianti menjelaskan, kondisi warnet yang tertutup dan jauh dari pengawasan secara tak langsung memberikan kesempatan kepada pengunjung internet untuk meneruskan dorongan-dorongan tersebut dan berbuat hal di luar norma.
“Warnet memang memberikan kontribusi kepada tindakan sepasang kekasih untuk berbuat mesum, apalagi di kalangan remaja,” kata Fivi kepada okezone, beberapa waktu lalu.
Pada masa remaja, kematangan biologis memang sudah terbentuk sehingga mendorong rasa ingin tahu untuk memahami dan menuruti hasrat seksual. Lingkungan keluarga yang kaku membuat para remaja mencari alternatif lain untuk memuaskan rasa ingin tahunya.
Pada awalnya internet memang dapat dijadikan tempat alternatif untuk mencari informasi yang diinginkan para remaja. Di dunia internet, mereka tak perlu malu untuk menggali informasi tentang hal-hal yang dianggap tabu, berbeda jika mereka bertanya langsung kepada keluarga,? katanya.
Namun, kecenderungan remaja mendatangi warnet untuk sekadar mencari informasi kemudian berubah berbuat mesum disebabkan adanya kesempatan dan dorongan biologis. “Begitu masuk warnet, remaja melihat tempat tersebut dianggap aman nyaman dan menyenangkan untuk berbuat mesum,” katanya.
Untuk mengatasi maraknya perilaku mesum di warnet, dibutuhkan kesadaran dan bimbingan kepada kedua belah pihak, baik pengunjung ataupun pemilik warnet. Fivi mengungkapkan, pemilik warnet sebaiknya benar-benar menyaring pengunjung.
“Pengunjung sebaiknya wajib menulis atau meninggalkan identitasnya,” katanya.
Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut jumlah pengguna Internet melalui warnet pada semester I tahun 2007 mencapai 42 persen dari 25 juta pengguna. Pengguna warnet diperkirakan mengakses internet rata-rata satu jam per hari.
Warnet Masih Jadi Sarang Mesum Para Pelajar
DEPOK – Okezone.com
Kondisi warnet yang tertutup dan jauh dari kontrol penjaga, memungkinkan para pengunjung untuk melakukan hal di luar kendali. Bahkan kebanyakan pelajar yang mangkir dari sekolah menyiasati hal ini.
Empat orang pengunjung tampak sedang asyik menyelami dunia maya di bilik ruangan sebuah Warung internet (warnet) bercat putih kusam di kawasan depok. Jarum jam, menunjuk ke arah angka 10, Jumat (28/11/2008) pagi, ketika itu. Di ruangan warnet tersebut terdapat sembilan bilik berukuran sekira 1,5×1 meter yang dipisahkan dengan sekat berbahan triplek bercat hitam.
Dari empat pengunjung tersebut, dua di antaranya adalah sepasang pelaja berseragam putih abu-abu. keduanya memang dapat dilihat oleh pengunjung lain jika melewati biliknya karena tiap bilik tempat komputer tersebut didesain lesehan.
“Tadi masuk sekolah terlambat, jadi cabut aja. Sekalian mau cari bahan buat tugas besok,” ujar Adit (bukan nama sebenarnya) pelajar SMA tersebut kepada Okezone ketika ditanya tentang keberadaannya di luar sekolah pada saat jam belajar sekolah.
Remaja berusia 17 tahun itu mengatakan, sebenarnya sejak pagi, ia memang sengaja untuk terlambat sekolah dan memilih bermain internet bersama pacarnya Ranti (juga bukan nama sebenarnya) yang juga masih satu sekolah dengannya.
“Sudah biasa kalo gak sekolah ya ke warnet, lagian mau kemana lagi kalau keliaran malah ketahuan keluarga lagi,” kata Adit.
Kepada Okezone, kedua pelajar yang masih duduk di bangku kelas II SMA dan mengaku telah menjalin asmara selama 3 bulan itu mengatakan, hanya bermain internet bersama saja, tanpa ada niat melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh.
“Buka-buka situs aja, Facebook, atau Friendster, dan mencari bahan tugas, tapi kalo ada kesempatan ya gitu , tapi paling cuma sebatas ciuman, pokoknya 3 x 4 (seperti foto 3×4 menunjuk kepala hingga dada) aja,” ujar Adit sambil tertawa.
Lain Adit, lain Hamzah, seorang pelajar yang kebetulan sedang berada di warnet itu. Hamzah mengungkapkan serunya pengalaman memadu kasih di sebuah warnet. Pada awalnya ia tidak pernah berpikiran macam-macam ketika sedang berada di bilik warnet, tetapi karena ada kesempatan ia pun berani bercumbu dengan pacarnya.
“Warnet kan tertutup, gak ada orang lain yang peduli,” kata Hamzah. Bahkan, pelajar kelas III SMA negeri di Depok itupun hapal lokasi warnet-warnet di kawasan Depok yang menurutnya cocok dijadikan ajang pacaran.
“Sekarang sudah agak susah, banyak yang terbuka, sekatnya juga pendek-pendek, tapi namanya naluri tetap aja bisa,” katanya.
Hamzah juga menceritakan, kadang-kadang ia dan pacarnya justru tidak pernah membuka situs-situs berbau pornografi, melainkan membuka video-video porno yang disimpan di flash disk miliknya atau pinjam dari teman.
“Saya tidak pernah buka situs porno, biasanya janjian ama pacar nonton video bokep yang udah ada di flashdisk, tinggal colok, terus tonton,” katanya.
Fenomena memadu kasih di warnet memang bukan hal baru di Indonesia. Banyak situs di internet yang memajang bukti-bukti video adegan mesum di warung-warung internet.
Menurut Aldi (25), seorang penjaga warnet di kawasan Depok, seringkali ia memergoki pengunjung warnet yang sedang bercumbu.
“Dulu sering, tapi nggak sengaja paling pura-pura nggak tahu, kalau sekarang kan sudah ada kamera jadi tinggal pantau kalau ada yang berbuat macam-macam,” katanya.
Aldi mengungkapkan, desain warnet yang tertutup memang memungkinkan orang berpacaran di warnet. Beberapa warnet di kawasan Depok memang dianggap sangat aman dan nyaman untuk berbuat mesum. Contohnya di lantai tiga sebuah warnet di jalan Margonda, tempat tersebut memang sangat jauh dari pengamatan penjaga warnet atau pengunjung lain yang kebanyakan berada di lantai satu.
“Biasanya komputer paling pojok tuh PW (posisi wuenak/ posisi enak) banget buat pacaran, sama yang di bawah tangga,” ujarnya. (srn)
Siswa SMA 26 Ditelanjangi & Dicabuli Kepsek: Pembina Futsal Cuma Tes Mental Tak Mainkan Kelamin
Jakarta – DetikNews – Pembina Futsal SMA 26 Joe yang menelanjangi dan mencabuli siswa sudah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA 26 Radihati Soehaili sudah memanggil Joe.
Menurut Radihati, perbuatan Joe itu cuma ingin mengetes keberanian siswa ekskul Futsal. Joe juga membantah pernah mempermainkan alat kelamin mereka.
“Dia itu melepas baju dan pakaian hingga telanjang tapi dia membantah tidak mempermainkan alat kelamin anak didik,” kata Radihati di kantornya, Jl Tebet Barat IV, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2008).
“Dia mengakui jika perbuatannya itu semata-mata untuk mengetes keberanian anak Futsal sebelum bertanding,” lanjutnya.
Radihati mengaku kejadian memalukan ini baru pertama kali terjadi di SMA 26. Radihati pun berharap kejadian ini tak terulang lagi karena telah mencoreng nama almamater sekolah yang ia pimpin itu.
“Meskipun pelaku bukan guru kami, tapi dia menjadi pelatih di sekolah kami. Saya langsung memanggil para pembina ekskul supaya tidak terulang,” tandasnya.
Radihati mengatakan, 4 korban yang ditelanjangi tersebut sementara ini dibiarkan belajar di rumah. “Supaya tenang dulu,” imbuhnya.
Katanya korban mau pindah sekolah? “Memang orangtuanya sempat ngomong seperti itu, tapi masih kita musyawarahkan jalan terbaik,” jawabnya.
Pihak sekolah, lanjut Radihati, juga sudah memanggil seluruh tim Futsal. Anggota tim tidak keberatan dengan pemutusan hubungan latihan dengan Joe.
“Sedangkan untuk acara di puncak malam pengukuhan, di luar sepengetahuan sekolah dan bukan bagian ekskul,” tandasnya.
Siswa SMA 26 Ditelanjangi & Dicabuli Joe Serahkan Diri, Keluarga Tutup Mulut
Jakarta – Pelatih tim futsal SMA 26 Jakarta Joe (30), yang diduga berada di balik kasus penelanjangan dan pencabulan terhadap siswanya menyerahkan diri ke Polsek Tebet. Keluarga pun tutup mulut. Saat detikcom mencoba bertandang ke rumah Joe, di gang sempit Jalan Minangkabau Dalam, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2008), tiga tetangga Joe menunjukkan arah. “Oh yang SMA 26 itu ya Mas. Itu rumahnya,” ujar tetangga yang enggan disebutkan namanya sambil menunjuk rumah kecil tanpa pagar dan temboknya bercat putih yang sudah terkelupas. “Dia tinggal bersama kakaknya, Mbak Tik, dan ibunya,” ujar tetangga lainnya. “Sini saya antar, tanya sama Mbak Tik saja,” ujar salah satu tetangganya sambil mengantarkan detikcom dan mengetuk pintu samping rumah itu. Setelah itu, seorang wanita berusia sekitar 40-an tahun dengan tinggi sekitar 155 centimeter berambut ikal sebahu keluar. Ketika detikcom mengutarakan maksud kedatangan, wanita yang mengenakan daster bercorak kembang oranye-coklat itu langsung menunjukkan raut tidak ramah. “Waduh Mas, nggak ada yang punya rumah. Saya di sini cuma pembantu,” ujar Mbak Tik. “Mbak ini rumah Mas Joe?” tanya detikcom. “Bukan ini rumah keluarganya. Mas Joenya nggak di sini, nggak tahu ke mana,” jawab Mbak Tik. Ketika detikcom mengutarakan niatnya untuk berbincang-bincang sebentar, perempuan itu menjawab, “Oh nggak bisa, nggak bisa”. Ketika ditanya kapan keluarganya datang, Mbak Tik menjawab, “Oh, kurang tahu ya, kurang tahu”
Siswa Ditelanjangi dan Dicabuli Pelatih Futsal SMA 26 Jadi Tersangka
Jakarta – DetikNews – Polres Jakarta Selatan menetapkan pelatih futsal SMA 26 Jakarta sebagai tersangka. Pelatih futsal berinisial Joe (30) ini diduga melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa murid yang ingin bergabung ke ekskul itu.
“Dia sekarang masih diperiksa, dan sepertinya telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Selatan Kompol Iwan Kurniawan kepada detikcom, Selasa (4/11/2008).
Selain Joe, Polres juga tengah memeriksa dua orang murid senior SMA tersebut. Mereka diperiksa karena menyaksikan perbuatan asusila Joe. “Mereka kita periksa sebagai saksi,” katanya.
Ospek ekstra kurikuler Futsal SMA 26 Jakarta dengan menelanjangi para calon anggotanya telah berjalan 10 generasi. Salah satu korban, siswa kelas 10, Satria (bukan nama sebenarnya) mengungkapkan, setelah ditelanjangi, kelamin calon anggota dimain-mainkan selama 1 menit.
