Beranda > Lifestyle > Dahsyat, Belanja Pornografi Rp. 2,4 T per Hari

Dahsyat, Belanja Pornografi Rp. 2,4 T per Hari

JAKARTA, JUMAT- Luar biasa! Belanja masyarakat dunia untuk pornografi lewat internet saja mencapai 3.075,64 dollar Amerika Serikat, setara dengan 2,4 triliun per hari (kurs Rp 9.000 per dollar AS)! Itu pada tahun 2006. Tahun 2008 bisa saja angkanya lebih membengkak lagi.

“Statistik industri pornografi pada 2006, setiap detiknya 3.075,64 dolar AS dibelanjakan untuk pornografi,” kata Ketua Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) Irwin Day, dalam jumpa pers tentang internet sehat bagi anak-anak di Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika Jakarta, Jumat (25/7).

Mengutip data sebuah situs internet reviewer, Irwin mengatakan, pendapatan industri pornografi global pada 2006 sebanyak 97,06 miliar dollar AS, dengan empat besar negara peraih pendapatan terbanyak yaitu China (27,40 miliar) dolar AS, Korea Selatan (25,73 miliar), Jepang (19,98 miliar), dan Amerika (13,33 miliar).

Ditambahkan Irwin, 28.258 pengguna internet melihat konten pornografi, dan 372 pengguna internet mengetikan kata kunci berkaitan dengan pornografi. Irwin mengakui dirinya belum mendapatkan data yang terkait dengan industri pornografi.

Mengutip data dari Alexa, sebuah web penyedia data traffic situs-situs internet, Irwin mengatakan, 7 dari 100 top site Indonesia adalah situs porno, dan 15 dari 100 top site dapat ditumpangi konten porno.

Untuk memblokir akses situs pornografi, katanya, ada tiga teknik penyaringan yang dapat dilakukan, yaitu penyaringan di PC, penyaringan di proxy/cache server, dan penyaringan dengan menggunakan DNS (Domain Name System).

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Urusan Hak Sipil dan Partisipasi Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Sri Pardina Pudiastuti mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan instansi pemerintah lainnya melakukan berbagai upaya untuk memblokir situs-situs pornografi yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak.

“Anak-anak Indonesia sejak dini perlu mendapatkan bimbingan dan informasi yang memadai tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan internet,” kata Sri Pardina.

Internet sehat

Sedangkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan internet yang sehat bagi anak antara lain mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran, mengadakan kampanye penggunaan internet sehat bagi anak.

Dia mengatakan, pihaknya juga berusaha dengan pihak lain untuk mendorong dan mengembangkan dibuatnya situs-situs untuk anak-anak.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Masnah Sari, mendorong adanya kerjasama secara terpadu antara pemerintah, orang tua, keluarga, dunia pendidikan, masyarakat dan dunia usaha untuk meminimalisir dampak negatif internet pada anak-anak.

“KPAI menghimbau orang tua dan keluarga untuk mendampingi anak ataupun anggota keluarganya yang berusia anak dalam menggunakan internet,” katanya.

sumber; Kompas.Com

Iklan
  1. Jim
    November 16, 2015 pukul 8:03 pm

    nice info mas ,

  2. Jim
    November 19, 2015 pukul 2:14 pm

    Makasih atas infonya ,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: