Beranda > Lifestyle > Afsel Akan Legalkan Prostitusi

Afsel Akan Legalkan Prostitusi

DURBAN, SENIN – Pemerintah Afrika Selatan berencana melegalkan bisnis syahwat selama Piala Dunia 2010 di negara itu. Di satu sisi, bisnis ini akan menyenangkan pengunjung dari seluruh dunia, tak urung kelompok agama dan partai oposisi meradang.

Pemerintah daerah di Durban ingin melegalkan segala bentuk hiburan dewasa ini selama turnamen sepak bola terbesar di dunia itu. Namun Presiden Gerakan Demokratik Nazareth Afrika (ANMD), Thokozani Hlatshwayo, menyebut usulan itu melawan perintah Tuhan.

Sedangkan partai oposisi punya pendapat berbeda. Mereka khawatir sekali dilegalkan, bisnis itu akan berlangsung selamanya atau sulit dihentikan lagi. Aliansi Demokratik dan sayap pemuda Partai Kemerdekaan Inkatha (IFP) pun mengutuk gagasan itu.

“Rencana melegalkan kawasan lampu merah Durban sebelum Piala Dunia 2010 harus dikecam sekeras-kerasnya,” kata Pat Lebenya-Ntanzi dari Brigade Pemuda IFP, Sabtu (26/7).

Menurut perempuan ini, pemerintah Afrika Selatan menyampaikan pesan yang membingungkan bagi generasi muda. “Di satu sisi pemerintah mengampanyekan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat dan regenerasi moral, namun di sisi lain mereka ingin melegalkan prostitusi di jalanan Durban. Ini tidak masuk akal,” katanya.

Masalah lain yang tidak kalah berat adalah AIDS. Saat ini sudah ada 5 juta warga Afrika Selatan yang terjangkit HIV/AIDS dan angka ini menjadikan negara Nelson Mandela itu merupakan salah salah satu korban terburuk di dunia.

Pemerintah kota Durban mengacu Jerman yang punya sejumlah pusat pelepasan syahwat yang menjadi pusat kunjungan wisata selama penyelenggaraan Piala Dunia 2006. Mereka beranggapan, meski diharamkan di Afrika Selatan, tidak bisa dimungkiri bahwa industri seks menjadi primadona dalam peristiwa besar seperti Piala Dunia.

Untuk mewujudkan rencana itu, pusat-pusat hiburan seperti klub tari telanjang dan rumah bordil akan dilokalisasi di wilayah khusus yang aman dan mudah dijangkau. Namun begitu, menurut wali kota Durban Logie Naidoo, masalah ini belum diputuskan.

“Pemerintah pusat akan memberi petunjuk, apakah akan dikaitkan dengan Piala Dunia 2010 atau ajang lain,” katanya.

Pemerintah kota mengakui sudah ada sejumlah perempuan muda yang menjajakan seks di jalanan Durban. Rencana pun sudah disiapkan untuk membantu para perempuan ini untuk bekerja di lingkungan yang aman.

Januari lalu, George Lekgetho, seorang anggota parlemen, minta prostitusi dilegalkan selama turnamen itu. “Itu salah satu yang membuat (Piala Dunia) sukses,” katanya. Kepada parlemen, Lekgetho mengatakan legalisasi prostitusi akan mengurangi angka perkosaan.

Sebuah kelompok yang mewakili para pekerja seks tentu saja menyambut baik rencana itu. “Kami akan mendukung segala aturan yang melegalkan kerja seks, khususnya selama Piala Dunia 2010,” kata Nicola Fick dari Gugus Tugas Advokasi dan Pendidikan Pekerja Seks kepad BBC.

Perlu diketahui, segala kontroversi ini pertama kali dicuatkan tahun lalu oleh komisaris polisi Jackie Selebi. Namun, Selebi tidak bisa lagi terlibat dalam perdebatan hangat yang dipicunya, karena ia sekarang masuk penjara karena tuduhan korupsi.
sumber: Kompas.Com

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: