Beranda > Lifestyle > Pengantin Pria Pakai Jas dan Sandal Japit

Pengantin Pria Pakai Jas dan Sandal Japit

JEMBER – APA jadinya saat resepsi pernikahan, pengantin pria dan wanita tidak ada di arena pesta? Sulit dibayangkan gejolak hati orangtua yang menghadapi kejadian berat seperti itu.

Buyar sudah angan-angan Vivin Restiana (23) gadis Desa Buguh Kidul, Kota Pasuruan, duduk bersandingan di kursi pelaminan yang bertabur bunga dengan pujaan hatinya Eko Prasetyo Dwintoro.

Resepsi pernikahan Rabu (20/8) malam di rumah Eko di Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, tanpa dihadiri mempelai pria dan wanita, Eko dan Vivin –begitu mereka disapa.

Pasalnya undangan sudah telanjur disebarkan ke segala penjuru. Namun mempelai pria kesandung masalah hukum yang memaksa Eko berurusan dengan polisi. Minggu (17/8) Eko ditahan di Mapolsek Patrang atas tuduhan penggelapan uang perusahaan tempat dia bekerja sebesar Rp 29 juta.

Penahanan itu tentu saja membuat keluarga Eko dan Vivin panik. Bukan saja karena ratusan undangan sudah menyebar. Lebih dari itu jadwal akad nikah di Pasuruan, Sabtu (16/8) juga batal. Berbagai upaya sudah ditempuh keluarga untuk meminta keringanan dengan jaminan tidak akan kabur. Namun usaha itu gagal.

“Kami sudah memohon penundaan penahanan atau izin sehari untuk melangsungkan resepsi pernikahan tapi ditolak polisi,” kata Joko Wahyudi, advokat yang ditunjuk keluarga Eko, saat ditemui Surya di Mapolsek Patrang.

Dari berbagai alternatif yang ditempuh, akhirnya polisi hanya memberi kesempatan pasangan Eko dan Vivin menikah di kantor Mapolsek Patrang. Dengan suasana duka kedua mempelai melangsungkan akad nikah secara sederhana. Sepanjang prosesi akad nikah, Vivin yang mengenakan baju muslim sederhana berwarna putih tak henti-hentinya berurai air mata. Sementara itu mempelai pria, Eko, mengenakan jas hitam, kopyah dan alas kaki sandal jepit.

Usai penandatanganan buku nikah, Eko menangis tersedu-sedu ketika bersujud di kaki ibu mertuanya, Ny Dariyanto. Eko juga bersujud di kaki istrinya Vivin yang terus menangis sesenggukan. Acara tangis-tangisan itu berlangsung cukup lama.
Pihak keluarga tak berkenan memberi keterangan, sebagai juru bicara mereka menunjuk advokat Joko. Menurut Joko acara resepsi akan tetap dilangsungkan di Banyuwangi lantaran undangan sudah menyebar dan tidak bisa ditarik kembali.

“Ya, nanti malam resepsi tetap dilakukan. Tapi, acaranya makan-makan saja. Sedangkan pengantin tidak dipajang (tidak dihadirkan) karena pengantin laki-laki berhalangan hadir,” kata Joko.

sumber. KompasOnline

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: