Beranda > Teknologi > Ketegangan Dibalik Video Conference Presiden SBY

Ketegangan Dibalik Video Conference Presiden SBY

September 16, 2008 Tinggalkan komentar Go to comments

Jakarta – Suasana ruang utama Istana Negara Jumat malam (12/5/2008) terlihat berbeda. Dua televisi plasma giant screen berukuran 50 inch tertata rapi. Di depannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono duduk dengan serius, mengenakan setelan jas berwarna biru tua.

Presiden didampingi Menlu Nur Hasan Wirajuda dan Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar. Ya, malam itu selama satu setengah jam presiden melakukan video conference (vicon) dengan Sekjen PBB Ban ki Moon yang berada di New York, Amerika Serikat. Di seberang benua, juga ada PM Polandia Donald Tusk, PM Denmark Anders Fogh Rasmussen dan Deputy Executive Secretary Kanselir Jerman, Richard Kinley.

Mereka berada di ibukota negara masing-masing. Para pemimpin planet bumi itu membicarakan soal perubahan iklim dunia yang makin mengkhawatirkan.

Di Jakarta, di belakang layar, sekitar sepuluh teknisi dari PT Telkom tampak sibuk berjaga. Meski sudah melakukan gladi, dan memastikan semua berjalan baik, ketegangan terlihat di wajah para teknisi terbaik Telkom itu.

General Manager Divisi Enterprise PT Telkom, Henry Christiadi mengungkapkan, untuk acara mega penting itu tak boleh ada kesalahan. Semua masalah teknis harus dipastikan berjalan baik dengan level garansi zero error. “Beberapa teknisi Telkom sampai-sampai lupa berbuka puasa. Tapi ini demi tugas negara,” ujarnya.

PT Telkom memanfaatkan kolaborasi teknologi ISDN (Integrated Service Digital Network) dan IP (Internet Protocol) agar komunikasi berlangsung real time. Sebagai penghubung para pembicara, sebuah master control unit (MCU) yang berada di Genewa, Swiss menjadi bridging sekaligus pengatur arus informasi.

Untuk sampai pada koneksi ke MCU, Telkom menggunakan Gate Internasional 007. Dari Jakarta, dengan menggunakan fiber optic bawah laut ke Hongkong, kemudian dihubungkan ke Amerika, baru ke Genewa. “Kami memilih rute paling baik dan aman. Boleh dibilang, koneksi vicon ini menjadi prioritas pengaturan trafik,” ungkap Andry Yunianto, Account Manager PT Telkom.

Agar lebih aman dari gangguan, vicon ini juga mengimplementasikan konfigurasi sistem congestion. Jadi, koneksi ISDN 3 BRA (setara 384 kbps) dari Istana Negara memanfaatkan dua sentral telepon yang berbeda, Sentral Gambir dan Semanggi (sebagai back up).

Masing-masing sistem diintegrasikan dengan dua perangkat ISDN yang hot standby. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadinya gangguan koneksi pada senteral utama. “Kerja keras selama tiga hari tim teknisi terbayar. Presiden SBY sungguh puas dengan support teknologi vicon yang Telkom berikan,” klaim Henry.

sumber:detikinet

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: