Beranda > Politik > Rencana Pembunuhan Obama, Digagalkan

Rencana Pembunuhan Obama, Digagalkan

obamatwo_getty_22 Dua orang telah dihadirkan di pengadilan di Amerika dengan tuduhan membuat ancaman untuk membunuh calon presiden Barack Obama dari Demokrat, kata agen federal.

Paul Schlesselman dan Daniel Cowart juga didakwa memiliki senjata api tak terdaftar dan bersekongkol untuk mencuri dari toko senjata berizin.

Kedua orang berfaham neo-Nazi itu berencana membunuh Obama dalam aksi pembunuhan dengan sasaran lebih dari 100 orang.

Obama mengatakan, dia tidak merisaukan kabar tersebut, dan itu “bukan sosok Amerika”.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa “kelompok kebencian seperti ini” telah terpinggirkan oleh kampanye pemilihan dan bukan bagian dari masa depan Amerika.

Agen-agen dari Biro Alkohol, Rokok dan Senjata dan Peledak (ATF) mengatakan, kedua pria, yang berusia 18 dan 20 tahun itu, muncul untuk kali pertama di depan pengadilan di Jackson, Tennessee, hari Senin setelah ditahan pekan lalu di Crockett County di negara bagian yang sama.

Para pejabat ATF mengatakan, petugas lembaga itu menyita sepucuk senapan, sepucuk shotgun dan tiga pistol saat melakukan penahanan.

Kedua lelaki belum menyatakan sikap atas tuduhan, tapi akan dihadirkan lagi dalam sidang pekan ini.

‘Amatir’

Pasangan itu dituduh berena merampok toko senjata dan mengadakan pembunuhan di sebuah sekolah menengah warga Amerika keturunan Afrika, lapor kantor berita Associated Press mengutip catatan sidang.

Jim Cavanaugh, agen khusus ATP di Nashville, mengatakan kepada AP bahwa kedua pria berencana untuk menembak 88 orang kulit hitam dan memancung 14 lain. Angka 88 dan 14 memiliki arti simbolis di kalangan komunitas supremasi kulit putih.

Cavanaugh mengatakan, kedua pria berusaha melancarkan pembunuhan beruntun di seluruh wilayah Amerika, dan Obama menjadi sasaran akhir.

Wartawan BBC Adam Brookes di Washington mengatakan, kendati makar itu tampak amatir, dan ancaman terhadap Obama tidak benar-benar kredibel, aparat Amerika jelas yakin bahwa kedua orang itu memiliki sarana dan niat untuk melancarkan serangan terhadap mahasiswa kulit hitam.

Obama, yang jika terpilih akan menjadi presiden kulit hitam pertama Amerika, unggul atas saingannya Capres dari Partai Republik John McCain dalam jajak pendapat menjelang pemilihan 4 November.

sumber: bbc-indonesia

Iklan
Kategori:Politik
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: