Beranda > Daerah > Boikot Politisi Pendukung UU. Anti Pornografi

Boikot Politisi Pendukung UU. Anti Pornografi

Tomohon, KOMENTAR
Reaksi penolakan terhadap penetapan Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi (RUU AP) menjadi Undang-Undang oleh sejumlah fraksi di DPR RI , Kamis (30/10) lalu mulai berdatangan. Bahkan, masyarakat berharap untuk memboikot Partai Politik (Parpol) Nasionalis pendukung RUU AP di Kota Tomohon.

Kepada wartawan, Jumat (31/10) kemarin, Ketua Forum Komunikasi Teologi ’98, Rikson Karundeng, STh menegaskan, pengesahan RUU AP ini sangat tidak aspiratif, sebab pusat mengabaikan usulan sejumlah propinsi yang telah menyatakan penolakan termasuk Sulut melalui gubernur. Karena itu Karundeng pun meminta masyarakat Sulut dan Kota Tomohon untuk selektif dalam memilih wakilnya di DPRD dan DPR RI.


“Ada beberapa Parpol yang mengaku nasionalis, yang di dalamnya juga ada wakil rakyat dari Sulut. Namun aneh-nya, mereka mendukung UU ini. Karena itu, sebaiknya masyarakat Sulut khususnya Tomohon untuk memboikot Parpol tersebut pada Pemilu mendatang,” urai Karundeng.
Senada dengan itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tomohon, Hammi Lasut pun mengatakan, UU AP tidak menghargai kebhinekaan negara yang telah lama terbangun. “Bukan itu saja, kebudayaan di negara ini akan dimatikan, karena terbukti melanggar UU AP,” tegas Lasut.
Sementara itu, sejumlah Pemuda Tomohon mengharapkan agar reaksi penolakan Sulut harus dikongkritkan, misalnya dengan menggelar aksi damai, dengan permintaan agar UU AP tidak berlaku di daerah ini.
Begitu juga yang disampai-kan seorang warga Woloan bernama Ronal Tendean. “UU disahkan dan telah disetujui oleh beberapa oknum untuk disahkan, namun secara tegas kami mengatakan penolakan terhadap UU itu karena ada unsur yang tidak menggam-barkan pengakuan atas Hak Asasi Manusia,” tutur Ronald Tendean.
Diakui Tendean, Sulut kan sudah menyatakan penola-kan. “Untuk itu, kalo pemerintah sahkan itu UU Anti Pornografi sebaiknya hanya di daerah-daerah tertentu saja, jangan di Sulut,” harap-nya.

Iklan
  1. Joe
    Januari 29, 2009 pukul 1:25 pm

    Jika kita baca buku “Kenapa Berbikini Tak LAnggar UU Pornografi,” (ada di gramedia) maka yang menolak UU POrn seharusnya mendukung, sebalilknya yang mendukung seharusnya menolak. Kenapa bisa begitu? Dunia memang sudah terbolak-balik. Biar kita tidak terbolak-balik juga, maka buku di atas sangat penting tuk dibaca.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: