Beranda > Politik > PDIP Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM

PDIP Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM

Jakarta (ANTARA News) – Aria Bima, salah satu pimpinan Fraksi PDI Perjuangan di DPR, mendesak Pemerintah agar jangan bersikap plin-plan dalam menghadapi tuntutan rakyat agar segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kami menilai, sikap Pemerintah plin-plan atau tidak taat asas terkait kebijakan penentuan harga BBM bersubsidi,” katanya kepada ANTARA, melalui hubungan telpon seluler, Sabtu, dari Solo, Jawa Tengah.
Dikatakannya, ketika harga minyak dunia naik, Pemerintah sigap menaikkan harga BBM, bahkan dengan kenaikan yang pernah mencapai 100 persen.
“Namun sekarang saat harga BBM anjok, Pemerintah tidak segera menurunkan harga jual BBM dalam negeri. Makanya, kami menilai, ini plin-plan atau tidak taat azas. Karena dulu cepat bertindak untuk menaikkan, sekarang seperti maju mundur,” ujarnya lagi.
Dari sikap Pemerintah tersebut, lanjutnya, sangat kuat kesan di publik, ada ketidakkonsistenan. “Yah, Pemerintah tidak konsisten dalam menentukan harga BBM bersubsidi,” kata Anggota Komisi VI (Perdagangan) DPR itu.

Tanpa Alasan Jelas
Aria Bima menambahkan, ketika menaikkan harga BBM bersubsidi belum lama ini, Pemerintah memakai alasan menyesuaikan diri dengan mekanisme pasar atau kenaikan harga minyak dunia.
Karena itu, katanya, mestinya ketika harga minyak dunia turun, Pemerintah pun harus memakai alasan penyesuaian diri dengan fluktuasi mekanisme tersebut untuk menetapkan kebijakan.
“Namun yang terjadi, justru penyesuaian harga BBM bersubsidi sekarang ditunda-tunda tanpa alasan jelas,” tandas motor penggerak angket BBM ini.
Ia lalu merujuk harga minyak dunia sekarang yang sudah meluncur sampai 60 dolar AS per barel. “Karenanya kami mendesak Ppemerintah agar segera menurunkan harga BBM bersubsidi, tanpa harus menunggu perkembangan harga minyak dunia sampai akhir tahun,” tegasnya.
Apalagi, menurut perhitungannya, akibat penurunan harga minyak dunia saat ini, Pemerintah memetik kelebihan alokasi subsidi BBM dalam APBN sebesar Rp10 triliun.
“Seharusnya dengan surplus subsidi Rp10 triliun ini, Pemerintah mampu menurunkan harga eceran premium bersubsidi hingga 20 persen dari harga saat ini. Pemerintah jangan mengira masyarakat tidak tahu hitung-hitungan ini,” katanya.

Lemahkan Daya Beli
Aria Bima selanjutnya berpendapat, kebijakan menurunkan harga BBM bersubsidi harus dilakukan.
“Sebab, dalam situasi Indonesia ikut terimbas krisis keuangan global saat ini, penurunan harga BBM akan menjadi angin segar bagi kehidupan rakyat kecil dan perekonomian nasional umumnya,” ujarnya.
Apalagi, demikian Aria Bima, kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang menaikkan harga BBM beruntun dalam waktu setahun, telah melemahkan daya beli rakyat dan menambah jumlah penduduk miskin negeri ini.
“Makanya, jika harga BBM bersubsidi tidak segera diturunkan, saya menilai Presiden Yudhoyono memang hanya pintar menebar janji tanpa bukti, alias memberikan janji-janji palsu belaka kepada rakyat,” tandasnya.
Sebab, lanjutnya, berulang kali Presiden Yudhoyono menekankan kebijakan yang diambilnya selalu pro-rakyat.
“Namun faktanya, apa yang dilakukan justru sering mencederai rasa keadilan rakyat. Karenanya, jika harga BBM bersubsidi tidak segera diturunkan, hal ini justru membuktikan ‘untuk kesekian kalinya’ ke mana sejatinya arah keberpihakan pemerintahan dia,” katanya.
Yang jelas, ujarnya, Pemerintah nyaris tidak memiliki kepedulian kepada nasib kaum miskin, khususnya petani, nelayan, dan buruh. (*)

Kategori:Politik
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: