Beranda > Entertaiment > UU Pornografi Sah: Luna Maya Resah

UU Pornografi Sah: Luna Maya Resah

lunamaya Pengesahan Undang-undang Pornografi oleh DPR menuai respons dari masyarakat. Ada yang pro ada juga yang kontra. Bintang film dan model iklan Luna Maya termasuk yang mengkritisi pengesahan aturan hukum tersebut. Menurut Luna Maya, pengesahan itu sama saja dengan upaya untuk membodohi masyarakat.

“Saya kasih contoh, sekarang ini Jakarta kan semakin panas, seandainya ada perempuan memakai busana tanktop keluar rumah apa langsung ditangkap? Nah, terus saudara-saudara kita di Papua yang masih memakai koteka bagaimana? Apa ditangkepin juga?” kata Luna saat ditemui di Kafe Euphoria, Gedung Menara Prima, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/10) siang.
Padahal, lanjut Luna, setiap orang dilahirkan dalam keadaan telanjang dan nafsu setiap orang tidak bisa dibatasi oleh aturan. Dia juga khawatir undang-undang yang semangatnya antipornografi itu disalahartikan dan dimanfaatkan oleh segelintir kelompok. “Akhirnya mereka main hakim sendiri,” kata model iklan sebuah operator seluler ini.
Luna yang lahir di Bali, 26 Agustus 1983, menilai undang-undang itu mengecilkan semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Bukan tidak mungkin, katanya, pengesahan UU tersebut membuat potensi perpecahan di masyarakat semakin meningkat.
UU Pornografi, kata Luna, juga bisa memasung kreativitas, termasuk membatasi ruang gerak para sineas. “Makanya, saya kasihan juga sama orang-orang yang main film atau yang mau buat film. Mereka jadi terhalang karena takut melanggar undang-undang itu,” tuturnya.
Ngomong-ngomong, seberapa sering Luna Maya berpakaian seksi? “Aku sih emang enggak pernah pakai baju seksi karena enggak pernah merasa punya badan seksi. Yang pasti aku enggak akan pernah terpengaruh dengan undang-undang itu dan aku enggak mau dibatasi,” tandas bintang Sitkom Extravaganza ini.
Artis yang pernah digosipkan dekat dengan Ariel Peterpan ini mengemukakan bahwa sidang-sidang yang digelar para anggota DPR ketika membahas UU Pornografi tidak efektif. Menurutnya, dana untuk rapat membahas UU Pornografi lebih baik dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat kecil.

Sumber berita dan gambar: Kompas Online

Iklan
  1. Joe
    Januari 29, 2009 pukul 1:29 pm

    Jika kita baca buku “Kenapa Berbikini Tak LAnggar UU Pornografi,” (ada di gramedia) maka yang menolak UU POrn seharusnya mendukung, sebalilknya yang mendukung seharusnya menolak. Kenapa bisa begitu? Dunia memang sudah terbolak-balik. Biar kita tidak terbolak-balik juga, maka buku di atas sangat penting tuk dibaca.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: