Beranda > Kriminal > Jenazah Amrozi Cs Akan Diangkut Pakai Dua Helikopter

Jenazah Amrozi Cs Akan Diangkut Pakai Dua Helikopter

Cilacap, KOMENTAR
Persiapan eksekusi terhadap Amrozi cs sudah sangat matang. Selain tim eksekutor sudah berada di Nusakambangan, rencana pengangkutan jenazah Amrozi cs nanti, sudah dipersiapkan. Sesuai rencana, jenazah terpidana mati kasus Bom Bali I tersebut, akan diangkut dengan helikopter.


Minggu (02/11) kemarin, dua heli pengangkut jenazah sudah mendarat di Nusakambangan, Cilacap, Jateng. Dua heli itu jenis Broco akan terbang ke La-mongan untuk mengangkut jenazah Amrozi dan Ali Gufron serta heli jenis Bell untuk mengangkut jenazah Imam Samudera ke Serang, Banten.


Dua heli itu mendarat di Pantai Permisan yang berada paling ujung barat daya Pulau Nusakambangan. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari LP Batu, tempat trio Bom Bali itu mendekam. Di tempat itu, juga sering digunakan untuk pendaratan heli yang mengangkut Kopassus saat latihan di Nusakambangan
Menurut sumber aparat keamanan menyebutkan, dua heli diterbangkan dari Jakarta dan mendarat di sekitar Pan-tai Permisan karena lokasinya cukup layak untuk pendarat-an. Selain memiliki dataran yang luas, tempat itu rumputnya tidak begitu tinggi sehingga tidak menghalangi heli untuk mendarat.


Sementara itu, persiapan pelaksanaan eksekusi sudah matang, termasuk tim penembak Amrozi dkk jika sewaktu-waktu eksekusi dilakukan. “Persiapan keamanan di Nusa-kambangan, khususnya di LP Batu sudah siap semua. Tim eksekusi (tim penembak) juga siap jika sewaktu-waktu menjalankan tugas,” ungkap Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jateng Kombes Sahala Alagan saat ditemui di Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Minggu (02/11) kemarin.
Sahala menambahkan, pengamanan di luar Nusakambangan juga siap. Menurutnya, semua titik rawan sudah dijaga dan diantisipasi sedini mung-kin jika ada sesuatu yang mengganggu jalannya eksekusi. “Soal penambahan personel itu adalah hal yang wajar karena semua titik rawan harus diamankan,” imbuhnya.


Sedangkan Amrozi, Mukhlas dan Imam Samudera tidak mau dieksekusi dengan cara apa pun. Jika harus dieksekusi, terpidana Bom Bali itu minta para istri menjadi saksi. “Ketiga-tiganya minta. Kalau pun memang harus dieksekusi klien kami minta agar eksekusi disaksikan oleh istrinya masing-masing,” kata anggota Tim Pengacara Mus-lim (TPM) Achmad Michdan kepada wartawan, kemarin.
Sementara Amrozi, diam-diam sudah menyempatkan diri meminta maaf kepada keluarga, termasuk mertua yang ada di RT 5/RW 1 Desa Mojorejo Kecamatan Kebonsari, Madiun. Pimpinan Pondok Pesantren Islam Al Ihsandi Desa Mojorejo Kecamatan Kebonsari, Madiun yang juga adik ipar Amrozi, Joko Suprianto (40) mengatakan penyampaian maaf Amrozi kepada mertuanya Siti Amanah (65) dilakukan Jumat, 30 Oktober 2008 melalui telepon sekitar 10 menit.
“Istrinya Amrozi kemarin Jumat telepon untuk menyampaikan permintaan maaf suaminya jika punya kesalahan dan meminta doa agar meninggal di jalan yang be-nar. ‘Ibu saya menyampaikan maaf suami saya karena tidak telepon langsung’,” jelas Joko sambil menirukan ucap-an kakak iparnya.
Joko menambahkan, saat ini ibu mertua Amrozi dari istrinya Khoirina Khususiati belum bisa ditemui wartawan karena kondisi kesehatan yang kurang stabil dan tinggal di rumah bersama Yusron (30) adik ipar lainnya.


Diketahui Amrozi memiliki 4 saudara ipar di Madiun yakni Joko (45) dan istrinya Farida Mardiati Ningrum (35), Yus-ron (30) serta Nurul (25) yang sekarang di salah satu pon-dok pesantren di Lamo-ngan.(dtc/zal/okz)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: