Beranda > Lifestyle > Angelina Jolie Memilih Presiden

Angelina Jolie Memilih Presiden

Meski belum menentukan kandidat presiden AS pilihannya, aktris Angelina Jolie (33) yang menjadi Duta Khusus United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) itu mengaku kagum dengan berbagai pemikiran dan latar belakang keluarga campuran kandidat Partai Demokrat, Barack Obama.

”Obama memperjuangkan hukum dan keadilan serta isu internasional lain, seperti genosida dan penutupan Guantanamo Bay. Banyak alasan bagi saya untuk memilihnya. Yang jelas bukan karena latar belakangnya,” kata Jolie saat diwawancarai majalah Vanity Fair edisi Jerman, Oktober.

Meski Obama diyakini akan bisa menjadi teladan bagi keluarganya, putri dari aktor Jon Voight (pendukung kandidat Partai Republik, John McCain) itu belum yakin berbagai pemikiran dan kepribadian Obama menjadi alasan kuat untuk memilih Obama. ”Seorang presiden AS seperti Barack Obama akan menjadi contoh baik untuk keluarga saya,” kata ibu dari Maddox, Pax, Zahara, Shiloh, Knox, dan Vivienne itu.

Peraih Golden Globe Awards (3), Screen Actors Guild Awards (2), dan penghargaan Oscar 1999 dalam film Girl, Interrupted, kelahiran 4 Juni 1975, ini mengatakan, keluarga yang ia bina bersama aktor Brad Pitt mirip dengan AS yang menjadi tempat berkumpul aneka ragam orang dengan latar belakang ras dan etnis yang berbeda-beda. ”Anak-anak saya harus bangga dengan latar belakang Asia dan Afrika mereka,” kata Jolie. (LUK)

Don King Beruntung Saksikan Sejarah

Promotor tinju AS, Don King (77), tidak pernah membayangkan akan bisa menyaksikan lahirnya sejarah baru. Ia tidak pernah menyangka akan sempat melihat warga kulit hitam mencalonkan diri menjadi presiden AS. Untuk itu, ia mengajak rakyat AS mendukung kandidat Partai Demokrat, Barack Obama, menjadi presiden kulit hitam pertama di AS.

Ajakan itu ditumpahkan King dalam surat elektronik (e-mail) yang kemudian dikirimkan ke berbagai media massa oleh stafnya, Senin (3/11). Meski ia mengajak orang beramai-ramai memberikan suaranya kepada Obama, King maklum tidak semua warga AS yakin dan bersedia memberikan suaranya kepada warga kulit hitam. Ini bukan salah mereka, kata King, tetapi akibat indoktrinasi lebih dari tiga abad hingga menimbulkan rasa benci dan pandangan inferior pada kulit hitam. ”Sebelum memilih, saya mohon Anda berdoa kepada Tuhan untuk membantu Anda memilih Obama. Tolong pikirkan dan berikan yang terbaik untuk negeri tercinta ini,” kata King, yang merasa yakin Obama akan bisa menang mudah jika saja ia berkulit putih.

King yang selalu menyebut dirinya ”Republicrat” (Republik Demokrat) itu pernah mendukung Presiden George W Bush dalam pemilu 2004. Bagi King, Bush berjasa dengan memberi kesempatan kepada warga kulit hitam masuk dalam pemerintahannya, seperti mantan Menteri Luar Negeri Colin Powell dan Menlu Condoleezza Rice.

<kompas.com>

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: