Beranda > Daerah > Imba Dibesuk Istri dan Anaknya

Imba Dibesuk Istri dan Anaknya

Dilarang Bawa HP, Pejabat Pemkot dan Pengurus PG tak Diijinkan Membesuk

JAKARTA- Dua hari sudah Wali Kota Manado Jimmy Rimba Rogi dititipkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rutan Polres Jakarta Utara. Bagaimana kondisi tersangka kasus dugaan penyimpangan dana APBD 2006 ini? “Bapak sehat walafiat dan tetap tegar,” ujar Humphrey Djemat, lawyer Imba yang dihubungi tadi malam. Ia menambahkan, first lady Ny Irawati Rogi Saleh dan anak-anaknya bisa bertemu pada Sabtu (15/11) malam, meski awalnya sempat ditolak membesuk.
Dalam pertemuan singkat tersebut, Ny Ira yang didampingi lawyer melakukan doa bersama. “Memang kami sempat ditolak karena belum ada surat izin dari KPK. Surat KPK belum kita pegang karena bertepatan dengan hari libur, nanti Senin kita urus semuanya. Tapi setelah kami usahakan akhirnya bisa juga pak Imba ketemu dengan keluarganya walau cuma sejam saja,” tuturnya sembari menambahkan malam ini (tadi malam) akan bertemu Ny Ira lagi.
Menurut Humphrey, untuk bertemu Imba KPK hanya mengijinkannya, tidak boleh orang lain. Bahkan, Imba tidak diijinkan membawa HP. “Pak Wali tidak diijinkan membawa HP. Penahanan sesuai prosedur, apalagi ini titipan KPK. Sangat ketat.”
Sementara, pantauan koran ini kemarin, sekitar pukul 10.30 WIB di Polres Metro Jakarta Utara (Jakut), Donald Supit, ajudan Imba yang selalu setia mendampingi orang nomor satu di Manado itu terburu-buru menuju ruang tahanan. Sespri Imba ini datang terburu-buru menuju ruang tahanan. Mengenakan kaus kuning, Donald sempat melempar senyum dan pamit ke petugas piket untuk menjenguk suami Ny Irawati Rogi Saleh itu.
Kepada koran ini, sang petugas mengatakan, kalau Donald membawa obat untuk Imba. Informasi yang didapat, selama ini Imba rutin ditangani dokter dari Singapura karena kondisi kesehatannya yang kurang bagus. “Memang KPK bilang hanya lawyer saja yang bisa membesuk, tapi karena ajudannya membawa obat harus kita izinkan. Kita tidak mau terjadi apa-apa dengan tersangka apalagi tahanan KPK,” kata salah satu petugas piket yang tidak mau dikorankan namanya ketika ditanya, kenapa ajudan bisa masuk, sedangkan istri dan anak-anaknya saja tidak diizinkan masuk.
Petugas itu menambahkan, Imba tinggal di tahanan bersama dua tersangka lainnya yaitu anggota Komisi IV DPR-RI Dapil Sumsel Sarjan Taher yang menjadi tersangka dalam kasus suap alihfungsi hutan lindung Tanjung Api Api (TAA), Banyuasin, Sumatera Selatan serta Ikbal, anggota KPPU.
“Kalau tahanan KPK ditaruh satu sel di kamar Blok A3. Selnya ya sama dengan sel tahanan biasa. Tidak ada perlakuan istimewa, karena statusnya sama-sama tahanan,” ujarnya.
Hal ini turut dibenarkan Kepala Satuan Pelayanan Kepolisian Polres Metro Jakut Ojo Ruslani. “Semua tahanan diperlakukan sama, mulai dari makanan, selnya, hak untuk beribadah baik yang Islam maupun non muslim, dll.”
Ditanya, apakahan tahanan KPK juga mengenakan pakaian sama dengan tahanan biasa, Ruslani enggan menjawab. “Waduh, itu tanyakan ke Kabag Operasional saja atau Wakapolres. Saya tidak bisa memberikan statemen apa-apa. Yang pasti untuk saat ini, ada instruksi dari pimpinan KPK kalau pak Jimmy hanya bisa dibesuk lawyer. Lain dari itu tidak bisa, kecuali sudah punya surat izinnya. Istri dan anak-anaknya saja tidak bisa besuk kok.”
Memang benar, sejak Sabtu (15/11) pagi sampai sore beberapa petinggi Golkar maupun pejabat Pemkot gagal bertemu dengan ketua DPD I Golkar Sulut ini. Sebut saja Sekretaris DPD Partai Golkar Sulut Victor Mailangkay, Ketua Dekot Manado Ferro Taroreh, Asisten III Harold Monareh, Kadis Kebersihan Didi Salendu, Onal Salendu, serta Kadis Diknas Elsye Rogi. Istri tercinta Ny Irawati Rogi Saleh yang datang bersama putera-puterinya juga sempat tidak diperkenankan masuk. Alasan aparat harus ada izin dari penyidik KPK. Apalagi tiga tahanan KPK ini terus diawasi. Seperti yang terlihat kemarin, seorang petugas KPK mengaku akan memeriksa keberadaan tahanan.
“Saya ditugaskan untuk memantau tahanan, apakah ada di sel atau tidak. Sekarang sudah tiga yang dititipkan di Rutan ini,” tukas pria berkacamata berperawakan sedang ini yang menolak berkomentar lebih jauh karena hanya ditugaskan memeriksa tahanan saja. “Coba tanya ke Jubir saja ya,” sarannya sambil berlalu.
Jubir KPK Johan Budi saat dikonfirmasi mengatakan, tahanan KPK hanya bisa dibesuk oleh lawyer dan keluarga dekat saja. Itu pun pada jam besuk saja, di luar itu tidak bisa. “Kalau keluarga dekat, istri serta anak bisa membesuk tapi hanya di jam besuk saja.”
Lantas, kapan saksi-saksi diperiksa? “Nanti saya cek besok (hari ini),” kata Johan Budi. Informasi diperoleh, Kabag Keuangan dan Kasubag Keuangan bakal dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
Pantauan koran ini, roda Pemkot Manado sedikit terganggu pasca KPK menangani kasus APBD 2006. “Surat-surat belum berjalan. Semua tertahan karena APBDP belum bergerak,” ungkap salah satu staf.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: