Beranda > Politik > Wapres tak Percaya Adam Malik Agen CIA

Wapres tak Percaya Adam Malik Agen CIA

Jakarta, KOMENTAR
Bukan hanya keluarga besar Adam Malik yang tersinggung terhadap tulisan Tim Weiner dalam bukunya ‘Legacy of Ashes The History of CIA’. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun tidak percaya dengan jur-nalis The New York Times itu.

“Saya menyesalkan penulisan itu. Saya tidak bisa percaya dan tidak mungkin Pak Adam Malik menjadi agen CIA,” tandas Kalla usai bertemu dengan Pangeran Philippe dari Belgia di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (24/11).

Kalla mengaku memiliki beberapa alasan logis yang membuktikan Adam Malik bukanlah agen intel Amerika Serikat (AS). Selain memiliki basis politik yang berbeda dengan AS, wakil presiden era Soeharto itu juga seorang sosialis.

“Lihat saja sejarah politik beliau. Beliau pendiri Partai Murba, mana mungkin Partai Murba agen CIA,” tandas Kalla.

“Kita harus pelajari dan minta pertanggungjawaban yang menulis buku itu,” tandasnya. Kalla pun setuju jika pemerintah Indonesia membantah penulisan Adam Malik agen CIA di dalam buku yang telah diterjemahkan dalam judul ‘Membongkar Kegagalan CIA’ itu. “Yang lebih menarik itu kita harus bantah,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu.

Sebagai diplomat, Adam Malik pasti memiliki relasi yang luas. Namun hal itu bukan berarti bisa disangkutpautkan bahwa Adam Malik seorang agen CIA.

“Ia bukan seperti itu. Dia memang punya banyak kawan. Bahwa beliau berteman dengan seorang diplomat itu bisa saja. Tapi bukan berarti beliau terlibat sebagai agen,” tandasnya.

Sedangkan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono juga menepis jika Adam Malik dicap agen CIA. “Terlalu banyak buku dan artikel tentang kejadian politik di Indonesia pada 45-47 tahun lalu. Bagian terbesar adalah spekulasi dan dugaan saja,” kata Menhan. “Jadi sulit diverifikasi, apalagi tentang CIA. Tidak usah digubrislah intinya,” jelas Juwono singkat.

Di sisi lain, Budiarto Shambazy, penulis kata pengantar dalam buku yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia berjudul ‘Membongkar Kegagalan CIA’ menilai pernyataan McAvoy (petinggi CIA) itu ngawur. Petinggi itu tidak memilik data yang bisa membuktikan Adam Malik, mantan wakil presiden era Soeharto adalah intel Amerika Serikat (AS).

“Dia (McAvoy) itu ngawur. Saya nggak percaya. Masak ada orang mengungkapkan agen rahasia. Itu paling terkutuk dalam bidang inteligen. Itu bisa dituntut ke pengadilan,” kata Budiarto.

Budiarto juga mengatakan, pernyataan McAvoy itu hanya mencari sensasi. “Dia mau menyombongkan diri, sensasional. Seolah-olah bisa merekrut orang top di Indonesia. Kalau Weiner, saya kira tidak ada maksud lain kecuali menunjukkan kegagalan-kegagalan CIA,” lanjutnya. Menurut Budiarto, persoalan buku tersebut bukan pada penyebutan Adam Malik sebagai agen CIA, melainkan pada sejumlah uang yang diterima Adam Malik. Dia mengatakan, uang sebesar US$ 10 ribu itu bukan diberikan oleh CIA tapi oleh Kedutaan Amerika kepada KapGestapu, organisasi yang getol mengganyang PKI pada masa itu.

“Karena duit itu, Adam Malik kan jadi seperti disuap. Padahal nggak. Saat itu yang diberi bantuan bukan cuma organisasi itu saja, tapi banyak. Jumlahnya juga lebih besar dari yang diterima KapGestapu,” katanya. Meski begitu, Budiarto berharap buku tersebut tidak ditarik oleh Kejagung. “Jangan ditariklah. Buku itu kan bagus. Nanti yang rugi kita sendiri karena bisa dituduh tidak memihak pada kebebasan pers,” lanjutnya.

Iklan
Kategori:Politik Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: