Beranda > Daerah > Disesalkan, ‘Penolakan’ Tambahan Libur Natal di Sulut

Disesalkan, ‘Penolakan’ Tambahan Libur Natal di Sulut

Manado, KOMENTAR
Adanya ‘penolakan’ terhadap aspirasi penambahan libur Natal di Sulut oleh pemerintah pusat, disesalkan mantan pengajar di Fakultas Teologi UKI Tomohon, Tonny Daud Kaunang STh. Sebab menurutnya, penambahan libur Natal telah menjadi kerinduan warga mayoritas Sulut sejak lama.
“Secara pribadi, tentu saya sangat menyesal dengan adanya kebijakan ini. Mengapa, karena masyarakat mayoritas Sulut termasuk saya, sangat-sangat mengharapkan adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap perayaan Natal di Sulut untuk tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang,” ujar Kaunang dengan nada kecewa.

Fraksi Partai Golkar (F-PG) di DPRD Propinsi Sulut sendiri, lanjutnya, telah menyatakan sikap dukungan terkait aspirasi masyarakat mayoritas Sulut yang menginginkan adanya penambahan libur Natal. “Memang ini merupakan kewenangan pemerintah pusat. Tapi ada baiknya bila ada libur panjang di Sulut saat Natal, sehingga momentum ini dapat lebih dimaknai,” katanya lagi.

Diketahui, pada 26 Desember 2008 atau sehari setelah perayaan Natal 25 Desember 2008, telah ditetapkan pemerintah sebagai hari cuti bersama. Ini disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprop Sulut Drs Roy Tumiwa MPd, menyusul usulan perpanjangan libur Natal oleh Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: