Beranda > Kriminal > Mengaku Khilaf, Opa Garap Cucunya Hingga Hamil

Mengaku Khilaf, Opa Garap Cucunya Hingga Hamil

Tomohon, KOMENTAR
Ungkapan bahwa seorang kakek seharusnya menjadi pelindung bagi cucunya sendiri, rupa-rupanya tidak berlaku bagi warga Kelurahan Woloan III, Lingkungan VIII, Kecamatan Tomohon Barat. Pasalnya, MP alias opa Tinus (63) nekat menggarap cucunya hingga hamil.

Akibat perlakuan bejat sang Opa, Mawar (bukan nama sebenarnya) yang masih berumur 16 tahun harus berhenti menuntut ilmu di bangku kelas II SMA, karena benih yang dikandungnya telah enam bulan. Putus sekolah merupakan kekecawaan dari Mawar.

Aksi bejat yang dilakukan Opa Gabet (Gatal Bete) ini terjadi sekitar bulan Juli 2008, pada siang hari di rumah korban yang terletak di Kelurahan Woloan. Informasi yang diterima harian ini menyebutkan, mulanya korban sedang tertidur pulas di dalam kamar, dan saat itu kedua orang tua korban sedang pergi ke kebun untuk bertani.

Tak pelak, sang opa yang sudah dirasuki nafsu setan langsung masuk ke dalam kamar korban. Melihat korban sedang tertidur pulas dan dalam keadaan terlentang, Opa yang hanya menggunakan singlet dan celana dalam langsung membekap mulut cucunya, kemudian melucuti pakaian korban satu persatu hingga korban telanjang. Tak hitung tiga opa langsung memperkosa cucunya sendiri.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya itu, Opa Gabet pun mengancam cucunya agar tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain. Belakangan, korban yang merasa tertekan karena mengetahui dirinya hamil terpaksa menceritakan perbuatan kakeknya kepada orangtuanya, dan melapor ke pihak kepolisian.

Sementara itu, di depan petugas, Opa Gabet itu mengaku hanya menggarap cucunya satu kali saja. “Kita kwa so khilaf lantaran kita pe maitua so nda ada. Mar kita da perkosa ta pe cucu cuma satu kali,” tutur Opa Tinus dengan nada menyesal.

Kapolres Tomohon, AKBP Suyanto SIK yang dikonfirmasi melalui Brigpol Calvin Mokoagow membenarkan kejadian pemerkosaan yang dilakukan seorang opa. “Yah memang benar, terlapor sudah kami tahan di Polres atas dugaan kasus mencabuli cucunya sendiri. Untuk itu, Ia akan dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Udang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” aku Mokoagow.(uly)

Iklan
  1. vienda
    Desember 13, 2008 pukul 1:50 pm

    Waadduuhh…
    belum cocok di panggil opa kl gitu!!

    emang masih stronger…???
    ^_^

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: