Beranda > Hukum > Montolalu Sukses Bekuk Pengedar Heroin Terbesar

Montolalu Sukses Bekuk Pengedar Heroin Terbesar

Jakarta, KOMENTAR
Berbagai gebrakan demi gebrakan menggeliat menyusul duduknya Brigjen Pol Drs Harry Montolalu sebagai Direktur IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri. Buktinya, setelah memberangus ratusan hektar ganja di Aceh, kini direktorat yang dipimpin Montolalu berhasil melakukan penangkapan terhadap pengedar heroin terbesar di tahun 2008 ini, yakni Hervina dan kurirnya Arif.

“Kalau lihat dari ukurannya tahun 2008, ini ya yang terbesar,” kata Montolalu di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (12/12). Mantan Wakapolda Sulut ini mengatakan, Arif ditangkap di Ramayana Tanjung Priok pada Kamis 11 Desember pukul 19.10 dengan barang bukti 30 gram heroin.

Sedangkan Hervina ditangkap di hari yang sama di tempat kosnya Jalan Cipinang Baru Raya No 36 kamar A3 pukul 21.10 WIB. Dari tangan Hervina polisi menyita 6,1 kg heroin, 561 gram shabu, uang Rp 32 juta, ekstasi 1.761 butir, dan 3 buah buku catatan.

Putra Koya (Tondano) ini menjelaskan, Arif merupakan kurir dari napi berinisial Y untuk mengambil heroin ke Hervina. Hervina kemudian menyerahkan kepada Arif 2 bungkus heroin masing-masing seberat 20 gram dan 30 gram.

Arif menyerahkan 20 gram heroin kepada wanita berinisial Z di Danau Sunter, Jakarta Utara. Sedangkan yang 30 gram belum sempat diberikan kepada pembeli, Arif langsung diciduk polisi.

“Arif adalah kurir tetap Mr Y (napi di Pondok Bambu) untuk mengambil heroin dari Hervina. Hervina sudah sejak 5 bulan mendistribusikan heroin sebanyak 30 kg,” ujarnya. Penjualan Hervina tersebut, lanjut Hery, atas suruhan Mr X yang sampai saat ini masih buron bersama wanita berinisial Z. “Ini 30 kg cukup ganas. Kita dapatkan data ini berdasarkan catatan buku penjualan yang telah kita sita. Dalam buku tersebut, tanggal dan siapa yang beli tercantum,” jelasnya.

Menurut Montolalu, 1 gram heroin bernilai Rp 1,4 juta untuk harga Jakarta. jaringan ini merupakan jaringan inter-nasional. “Kalau dilihat dari kalengnya, ini adalah kaleng dari sabit emas, Afganistan. Ini yang dipakai untuk Indonesia,” tandasnya. Dari warna heroin, juga menunjukkan barang terlarang itu berasal dari Afganistan. Arif akan dikenakan pasal 82 ayat 1 huruf a subsi-der pasal 78 UU Narkotika. Sedangkan Hervina dikenakan pasal yang sama ditambah dengan pasal 59 UU Psikotropika. “Ancaman hukuman mati untuk Hervina,” tegas Montola-lu.

Iklan
  1. Yogi Rahadian Kusumah
    Desember 15, 2008 pukul 12:50 pm

    gilo le,, kirain akhir tahun akan ditutup dengan tidak ditemukannya rekor baru yang memalukan,
    kl heroin 6,1 kg + 30 gram nyampe di konsumsi sm WNI mau jadi apa bangsa ini,,
    udah lah gantung aja para pelakunya,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: