Beranda > Dunia > Sepatu Melayang Setelah Bush Ucapkan ’Khairan Katsiera’

Sepatu Melayang Setelah Bush Ucapkan ’Khairan Katsiera’

PRESIDEN AS George Bush benar-benar apes. Saat menggelar jumpa pers bersama Perdana Menteri (PM) Irak Nuri Al Maliki di Baghdad, dia dilempar sepatu oleh wartawan Irak sebanyak dua kali. Bush dilempar hanya satu detik setelah dia mengucapkan ‘khairan katsiera’. Pelemparan sepatu oleh wartawan Irak ini terekam dalam video yang ditayangkan Reuters, Senin (15/12). Saat itu, jumpa pers dalam sesi terakhir dan menjelang ditutup.

Dengan bahasa Arab, PM Nuri menyampaikan terima kasihnya kepada Bush atas kesempatan jumpa pers dan datang ke Irak. Bush yang mencoba-coba menggunakan bahasa Arab saat menutup jumpa pers itu, juga mengatakan, ‘khairan katsiera’ sam-bil tersenyum. Khairan katsiera berarti ‘terima kasih banyak.’

Nah, satu detik setelah Bush mengucapkan ‘khairan katsiera’ itu, lemparan sepatu dari bangku wartawan melayang ke arah Bush. Kasus lemparan sepatu ini terjadi dua kali. Dan hebatnya, Bush berhasil menghindari dua buah sepatu itu. Malah dilempar sepatu, Bush masih tetap memperlihatkan wajah santai.

Si pelempar sepatu adalah Muntadar al-Zeidi. Sambil melempar, Muntadar sempat mengucapkan, ’’Ini adalah ciuman perpisahan untukmu (Bush)!’’ Pelemparan sepatu itu sendiri merupakan simbol penghinaan dalam tradisi Arab. Kejadian yang hampir sama terjadi pernah dilakukan rakyat Mesir kepada mantan Menteri Luar Negeri Maher Taher sepulangnya dari kun-jungan ke Tel Aviv Israel.

Nasib yang sama pun pernah dialami mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon yang dihalau oleh kaum Muslimin Palestina saat dia mengunjungi Masjid Al Aqsa. Pascapelemparan itu, si wartawan langsung diamankan di sebuah tempat rahasia.

Namun di Irak, wartawan yang melempari Bush dieluk-elukkan oleh teman sekerjanya di stasiun televisi Al Baghdadia sebagai pahlawan. Muntazer al-Zaidi mengaku aksinya itu dilakukan spontanitas atas dasar kebencian terhadap pemerintahan AS yang sudah membunuh ribuan warga Irak sejak invasi 2003 lalu. Seorang rekan kerjanya sebelumnya kejadian itu mengatakan, Zaidi memang punya rencana untuk melempar Bush dengan sepatu jika ada kesempatan.

Pernyataan serupa disampaikan sebuah kelompok anti-Amerika Sadr. “Ini benar-benar aksi spontanitas yang dilakukan oleh seorang warga Irak terhadap kepala negara yang telah menginvasi negeri ini,” kata Liwaa Sumeissim, anggota gerakan Anti-Amerika Sadr seperti dikutip AFP, Senin (15/12).

Pemerintah Irak sendiri menganggap aksi tersebut sebagai tindakan yang memalukan. Tak lama setelah melakukan pelemparan, Zaidi langsung ditahan keamanan. Dia masih sempat mengatakan “Anda (Bush) bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Irak”.

Sementara stasiun televisi tempatnya bekerja meminta pihak keamanan segera membebaskan Zaidi. Menurut pihak Al Baghdadia, ini merupakan wujud dari demokrasi dalam berekspresi yang juga didengungkan di Amerika Serikat.

Seorang pengacara Irak mengatakan, Zaidi terancam hukuman dua tahun penjara. Namun bisa saja 15 tahun jika dia terbukti memiliki motif membunuh.

Iklan
  1. Desember 16, 2008 pukul 6:03 pm

    Allahummal’an george bush wa a’waanahu…
    Allahummaqtul hum badadan wa laa tubqii minhum ahadan…
    amien

  2. Shigito
    Desember 17, 2008 pukul 8:28 am

    wakakakakakakakaka!!!!!
    emang enak tu sepatu melayang??

  3. Desember 18, 2008 pukul 12:47 pm

    benar benar kejadian yang funtastic, ha ha ha ha ha …….
    dan mungkin belum pernah di alami presiden2 yang lain

  4. Desember 18, 2008 pukul 5:50 pm

    Harusnya bush berterima kasih sama Muntazer karena telah dilempar sepatu. Coba kalo dilempar granat…

  5. imelda nadia
    Desember 30, 2008 pukul 11:57 pm

    ngapain dihukum.nggak sadar kali yang ngehukum itu??

  6. Januari 7, 2009 pukul 5:34 pm

    Obrolan democrazymu sungguh tak terbata-bata… Pembuktian invasimu sungguh tak bermoral… kini kami(bangsa Irak) dalam kesendirian, hanya bisa meratapi atas kehancuran yang kau tinggalkan

    Ribuan prajurit patuh pada titahmu. Maju, menghancurkan jutaan saudaraku.

    Demi semua itu, aku bersimpati. Kulayangkan dua sepatu ke mukamu. Berharap meledak tepat di wajahmu, terkena. Lalu kau meraung-raung kesakitan, menderita. Dan merasakan apa yang selama ini kami rasa.

    Betapa puas aku dengan semua itu!!!

    Hanya itulah, yang bisa kami berikan di akhir masa jabatanmu.

    Setumpuk ucapan hinaan. Dengan harapan semoga menjadi tambatan di hati kecilmu.

    sumber : http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: