Beranda > Daerah > Presiden Bijaksanai Tsunami Drill di Manado

Presiden Bijaksanai Tsunami Drill di Manado

Manado, KOMENTAR
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan sangat menghormati ibadah perayaan Natal di daerah ini. Oleh sebab itu, pelaksanaan tsunami drill tanggal 26 Desember yang semula dijadwalkan pukul 08.00 pagi, dimajukan pada pukul 07.00 WITA hingga selesai pukul 09.00 WITA. Dengan demikian, ibadah umat Kristiani pada Natal kedua tersebut, tidak terganggu atau bertabrakan jamnya dengan pelaksanaan tsunami drill yang akan dihadiri kepala negara.

“Pak Presiden membijaksa-nai tsunami drill ini dengan memajukan pelaksanaannya pada jam 7 pagi, sehingga pukul 9 nanti sudah selesai, dan umat Kristiani bisa beribadah di gereja dengan tenang,’’ ungkap Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang kepada Komentar, tadi (23/12) malam. Keputusan ini, sontak disambut gembira warga Sulut. ”Keputusan itu sangat bijaksana dan menunjukkan bahwa kepala negara sangat menghargai perayaan Natal di daerah ini,’’ ungkap Drs W Piri.

Tokoh pendidikan yang juga Ketua AGIS Manado ini pun mengimbau agar kalangan pendidik, mendukung tsunami drill ini dengan membawa anak sekolah dalam kegiatan tersebut, agar lebih memahami bagaimana penyelamatan diri dari bahaya tsunami. Di sisi lain, Tokoh GMIM Pdt Dr JN Gara MA menilai, tsunami drill adalah kegiatan aksi kemanusiaan yang tidak kalah pentingnya dengan ibadah perayaan Natal.

“Menurut saya, tsunami drill juga ibadah karena bersifat kemanusiaan asalkan pelaksanaannya tidak mengganggu atau tidak bertepatan dengan pelaksanaan ibadah Natal ke-2 umat Kristiani,” ujar Gara yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut, Selasa (23/12) kemarin. Aksi kemanusiaan seperti tindak penyelamatan manusia dari bahaya tsunami, lanjut Gara, tidak kalah pentingnya, karena hal ini merupakan ibadah.

Menurut dia, antara tsunami drill dan ibadah perayaan Natal keduanya tidak kalah pentingnya kalau dilakukan secara berimbang, karena itu adalah ibadah yang sejati. Apalagi dalam pelaksanaannya, tsunami drill tidak mengurangi makna Natal Yesus Kristus yang dirayakan Umat Kristiani. Bagi dirinya, tsunami drill tidak perlu dipersoalkan, karena dalam ajaran Alkitab sendiri kita benar-benar diajarkan bagaimana mengasihi sesama manusia. “Dengan melakukan pelatihan seperti ini berarti kita bisa mengantisipasi adanya korban manusia,” tambahnya sembari menambahkan bahwa dirinya tidak menolak asalkan tidak mengganggu makna Natal dan tidak mendukung apabila mengganggu pelaksanaan ibadah Natal,” tambahnya.

Dukungan senada disampaikan warga GMIM lainnya, Drs Ferry Karwur SH dan Drs SJ Parengkuan. Menurut keduanya, tsunami drill perlu didukung karena sangat bermanfaat bagi masyarakat Sulut. Soal adanya resistensi, ditepis bahwa itu mengatasnamakan GMIM. “Yang berbicara di koran menolak tsunami drill karena bertepatan hari Natal kedua, kan hanya perorangan yang mengatasnamakan gereja. Sedangkan GMIM sendiri secara institusi belum sekali pun mengeluarkan pernyataan sikap atas tsunami drill. Jangan sampai kita menciptakan dikotomi atau memposisikan pemerintah Sulut vis-à-vis dengan gereja,” tegas Karwur.

Dijelaskan mantan Ketua Jemaat GMIM Bukit Hermon Malalayang ini, justru gereja harus mendukung kegiatan tersebut, karena merupakan wujud pelayanan dan kepedulian gereja. Karwur pun menampik jika kekhusyukan umat Kristen dalam beribadah Natal di gereja bakal terganggu. “Beberapa gereja di lingkup GMIM menggelar ibadah sampai tiga kali. Jadi mereka yang tak sempat masuk gereja pagi karena ikut tsunami drill, dapat masuk pada ibadah malam,” paparnya.

Apalagi, sambungnya, posisi Sulut memang berada di jalur rawan gempa dan rawan tsunami. Sehingga tsunami drill sangat penting diikuti oleh semua warga. “Kan tak setiap tahun kegiatan tersebut dilaksanakan di Sulut,” pungkas mantan Kadisinfokom Manado ini.

Sebelumnya sejumlah pihak menyatakan keberatan atas pelaksanan tsunami drill pada 26 Desember 2008. Mereka antara lain Wakil Sekretaris P/KB Sinode GMIM Pdt Roy Lengkong STh dan Pdt Lucky Rumopa STh, Sekretaris Pemuda Sinode GMIM Frangky Mocodompis SSos, Ketua BPC GMKI Tondano Supriyadi Narno, Sekretaris BPC GMKI Tondano Berry W Tawera dan Ketua DPD GSKI Sulut Sandy D Lantang. Mereka menilai pelaksanaan tsunami drill pada hari Natal kedua, akan mengganggu kekhusyukan umat Kristen Sulut dalam memperingati kelahiran Yesus Kristus. Namun tabrakan jam ibadah dan tsunami drill bisa dihindari setelah dimajukannya jam pelaksanaan tsunami drill, sehingga tidak mengganggu kegiatan ibadah umat kristen pada tang-gal 26 Desember tersebut.

SVR

Bupati Minahasa Drs Stefa-nus Vreeke Runtu (SVR), menyatakan mendukung penuh tsunami drill yang akan dilaksanakan pada 26 Desember 2008 tersebut.

“Ini suatu kebanggaan bagi masyarakat Sulut, di mana pelaksanaan tsunami drill akan dihadiri oleh Presiden RI. Tak hanya itu, kedatangan presiden juga merupakan suatu penghargaan untuk daerah Nyiur Melambai ini,” tukas bupati.

Karenanya, pada pelaksanaan tsunami drill nanti, bupati akan mengirim minimal 1000 orang. “Mereka ini akan dikoordinasi para pejabat di jajaran Pemkab Minahasa, untuk selanjutnya mengikuti latihan penanggulangan tsunami,” ucap SVR. Walikota Bitung Hanny Sondakh juga menyatakan dukungannya atas pelaksanaan tsunami drill. Malah 1.000 orang juga akan dikirim dari Bitung un-tuk menunjang kegiatan yang sangat berguna bagi warga Sulut tersebut.

Di sisi lain, Charles Lepar dari Forum Pemuda Lintas Gereja Manado-Sulut, menyatakan siap untuk mengerahkan massa pemuda dan remaja menunjang tsunami drill, meski pun masih disibukkan dengan perayaan Natal kedua. “Tetapi dengan penyesuaian jam ibadah, maka hal tersebut dapat kita terima untuk dilaksanakan sambil tetap berdoa dengan iman agar Tuhan meluputkan Sulut dari segala musibah seperti tsunami. Alkitab memberi kesaksian bahwa Maria dan Yusuf sebelum Yesus lahir juga mengikuti sensus penduduk yang merupakan program dari pemerintah, yaitu Kaisar Agustus pada waktu itu. Jadi kita dalam merayakan Natal perlu dibarengi dengan turut serta dalam menyukseskan program pemerintah yang merupakan salah satu esensi dari berita Natal. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bila Presiden mau beribadah Natal bersama umat Kristen yang ada di Sulut. Sehingga perlu kita berikan apresiasi positif,” ujar Lepar sambil menjelaskan bahwa dukungan juga me-ngalir dari Pnt Drs Tenni Assa (KGPM), Pdt Haezar Sumual (GPdI), Janny Kopalit (Katolik) dan Pdm Carlo Paat (GBI).

Kategori:Daerah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: