Beranda > Amerika > Tanpa Alkitab, Obama Disumpah Ulang

Tanpa Alkitab, Obama Disumpah Ulang

Washington, KOMENTAR
Presiden Barack Hussein Obama diharuskan mengulang kembali pengambilan sumpahnya sebagai Kepala Negara AS. Hal ini disebabkan kesalahan pengucapan yang dilakukan Ketua MA, John G Roberts dalam pelantikan 20 Januari lalu.

Kali ini pengambilan sumpah berjalan lancar tanpa kesalahan apa pun. Hanya saja pengambilan sumpah kali ini tidak menyertakan Alkitab, berbeda halnya dengan pengambilan sumpah pertamanya.

Meski tidak menggunakan Alkitab, Obama mengatakan sumpah tersebut tetap mengikat. Demikian laporan Washington Post, Kamis (22/01). Sebelum memulai pengambilan sumpah untuk kedua kalinya, Obama sempat bercanda kepada sekelompok wartawan yang menunggu. “Kami memutuskan ini karena ini begitu menyenangkan,” canda Obama waktu itu.

Setelah pengambilan sumpah yang hanya berlangsung 25 detik, Roberts tersenyum dan berkata, “Sekali lagi selamat!” Obama pun menjawab, “Terima kasih, pak.” Sementara pengacara Gedung Putih, Greg Craig menegaskan, pengulangan pengambilan sumpah dilakukan karena banyaknya keluhan terhadap Gedung Putih.

Obama sendiri disebutkan bukan yang pertama melakukan pengulangan sumpah presiden. Dua Presiden AS terdahulu juga pernah mengalami insiden serupa. Mereka disumpah ulang karena kesalahan serupa. Keduanya adalah Chester Alan Arthur dan John Calvin Coolidge. Arthur merupakan Presiden ke-21 AS. Dia menjabat pada kurun waktu 1881-1885. Politikus Partai Republik itu dilahirkan pada 5 Oktober 1829 dan wafat pada 18 November 1886.

Sedangkan Coolidge merupakan Presiden ke-30 AS. Dia menjabat pada 1923-1929 si-lam. Coolidge lahir pada 4 Juli 1872 dan meninggal 5 Januari 1933.

Sebenarnya selain kedua presiden itu, ada lagi seorang Presiden AS yang salah mengucapkan sumpahnya saat dilantik.

Bahkan kesalahannya lebih parah dibandingkan kedua presiden tersebut. Namun saat itu tidak dilakukan pengambilan sumpah ulang.

Dia adalah Herbert Hoover, Presiden ke-31 AS yang menjabat mulai 1929-1933 silam. Mengenai insiden yang terjadi pada Obama, Pengacara Gedung Putih Greg Craig menyatakan, pengambilan sumpah Obama pada pelantikan 20 Januari telah berlangsung efektif dan sah. Namun untuk amannya, karena banyaknya keluhan pada Gedung Putih, maka tak ada salahnya pengambilan sumpah itu diulang.

Sejumlah pakar konstitusional menuturkan, pengulangan sumpah tidak mutlak diperlukan namun juga tak ada salahnya dilakukan. Menurut Jeffrey Rosen, pakar hukum konstitusional AS, salah pengucapan sumpah tidak berdampak apa pun.

SUMPAH
Seperti diketahui, dalam insiden ‘salah pengucapan sumpah’ itu, Ketua MA John Roberts, seperti dilansir Washington Post, salah mengucapkan urut-urutan kata yang harus diucapkan Obama. Buntutnya, Obama pun bingung dan terbata-bata.

Di depan jutaan orang yang menyaksikan, secara keseluruhan Obama mengucapkan sumpahnya demikian:
“I, Barack Hussein Obama, do solemnly swear that I will execute the office of President of the United States faithfully, and will to the best of my ability, preserve, protect, and defend the constitution of the United States. “So help me God.”

Padahal sesuai Konstitusi AS, sumpah tersebut harusnya berbunyi: “I do solemnly swear that I will faithfully execute the office of President of the United States, and will to the best of my ability, preserve, protect, and defend the constitution of the United States. “So help me God.”

Kesalahan terjadi ketika Roberts harusnya menyebutkan kalimat: “… that I will faithfully execute the office of President of the United States.”

Namun Roberts salah mengucapkan urutan kata-kata tersebut. Dia malah menyebutkan, “…. that I will execute the office of president of the United States faithfully.” Hal itu membuat Obama bingung. Obama sepertinya menyadari ada yang salah hingga dia mendadak berhenti pada kata “execute.”

Menyadari ada yang keliru, Roberts pun kemudian mengulang kalimat tersebut. Namun lagi-lagi Roberts melakukan kesalahan. Dia memang mengucapkan kata “faithfully” sesuai urutan namun kata “execute” tidak diucapkannya.

Obama pun akhirnya mengulang kalimat awal versi keliru yang disebutkan Roberts: “….the office of president of the United States faithfully.”

Iklan
Kategori:Amerika
  1. iwanmalik
    Januari 23, 2009 pukul 4:47 pm

    Sehebat-hebatnya Obama ada juga kekurangan

  2. Januari 23, 2009 pukul 10:19 pm

    Secara substansi, sumpah menggunakan kitab suci itu sekedar aturan yg dibuat manusia. Bisa diundang-undangkan. Jika tdk sesuai dgn UU ya berarti melanggar kaidah hukum saja.

    Namun yg terpenting dalam sumpah adalah;
    seseorang sungguh2 SADAR bahwa sumpah jabatan hakekatnya memiliki dua dimensi, yakni vertikal dan horisontal; BERTRANSAKSI dgn Tuhan, maupun terhadap rakyatnya. Pelanggaran atas perjanjian dalam “transaksi” itu tentunya akan berakibat fatal pada diri sendiri maupun rakyatnya.

    sabdalangit’s web
    MEMBANGUN BUMI NUSANTARA YG BERBUDI PEKERTI LUHUR
    “jalan setapak menggapai spiritualitas sejati”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: