Beranda > Nasional > Jubir Presiden Tanggapi Tudingan ’Yoyo’ Megawati

Jubir Presiden Tanggapi Tudingan ’Yoyo’ Megawati

Jakarta, KOMENTAR
Pernyataan Megawati Soekarnoputri soal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bermain yoyo, ditanggapi dingin juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng. Pihak Istana Kepresidenan mengakui adanya kenaikan dan penurunan selama pemerintahan SBY-JK. Antara lain kenaikan anggaran pendidikan dan penurunan rasio utang luar negeri. Pencapaian tersebut bukan permainan yoyo.

“Kalau soal naik dan turun memang ada,” ujar Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng, dalam keterangan pers di Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (27/01).

Selama empat tahun pemerintahan SBY-JK, produksi beras nasional naik sehingga mengembalikan kemampuan Indonesia berswasemba pangan sejak terakhir kalinya pada awal tahun 90-an. Pendapatan per kapita masyarakat naik, demikian juga dengan cadangan devisa dan ekonomi nasional tumbuh 6 persen per tahun.
Anggaran sejumlah pos program peningkatan kesejahteraan rakyat miskin naik tajam. Paling nyata adalah terus bertambahnya dana untuk membiayai berbagai program subsidi kesehatan dan pendidikan hingga 20 persen.

“Dulu tidak ada Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat). Selama pemerintahan Ibu Megawati tidak ada BOS (bantuan operasional sekolah),” paparnya.

Sedangkan untuk penurunan juga terjadi di beberapa sektor. Sepertinya penurunan tarif dasar listrik, rasio utang luar negeri, jumlah pengangguran dan rakyat masuk kategori sangat miskin yang terendah sejak era Orde Baru.

“Jangan marah kalau BBM diturunkan oleh pemerintah. Jangan marah, karena memang itu yang diinginkan oleh rakyat,” sambung Mallarangeng tersenyum.

Iklan
Kategori:Nasional
  1. Februari 2, 2009 pukul 5:54 pm

    OMONG KOSONG SBY vs BUALAN MEGA

    Dengan nama rakyat, Susilo Bambang Yudhoyono ataupun Megawati menjadikan rakyat sebagai barang dagangan kampanye politik 2009. Satu persatu rangkaian kata hingga terkumpul 41,1jutajiwa(21,92%) rakyat miskin merupakan nilai fantastis untuk dijadikan bahan kampanye.

    Lantas, “apakah yang sudah mereka lakukan untuk mengurangi kemiskinan??!!”

    “Apakah kebijakan mereka selama ini berpihak pada kemiskinan??!!”

    Dan sekarang, demi kekuasaan 2009, mereka menjual nama kita. Semua atas nama dan demi nama rakyat.

    “Apakah pantas rakyat dijadikan objek kampanye??!!”

    “Apakah rakyat hanyalah bahan pemanis indah peraih kekuasaan??!!”

    renungkanlah;

    “siapapun presidennya, rakyatlah yang akan menderita, karena rakyat hanyalah tumbal demokrasi”

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: