Beranda > Daerah > Satu Perawan, Germo Raup Rp100 Juta Lebih

Satu Perawan, Germo Raup Rp100 Juta Lebih

MANADO— Penjualan gadis Manado ke luar daerah ternyata jadi lahan subur nan menggiurkan para germo. Karena keuntungan yang didapatkan terhadap satu perawan Manado bisa mencapai Rp100 juta lebih. Ironisnya para germo itu hanya membeli gadis Manado dengan harga Rp2 juta. Setelah itu, mereka menjualnya ke pengusaha-pengusaha sukses di Metropolitan. Modus inilah yang berhasil didapat Poltabes Manado. Aparat Poltabes sendiri terus melakukan pengembangan. Karena diduga ada jaringan lebih besar lagi.
Kemarin, tersangka praktik illegal yang memperdagangkan perempuan perawan untuk dijual di Jakarta bertambah satu. Yakni KMS alias Klif (28) warga jalan Garuda Lingkungan 2. Dialah yang berperan mencari perawan Sulut. Klif tak lain suami CS alias Ces yang ditangkap aparat di Bambu Ekspres Mega Mall.
Dari pemeriksaan berlanjutan terhadap para tersangka, terungkap Klif merupakan pelaku kunci. Bersama MW alias Mon dan Ces, mereka membuka transaksi dengan oknum-oknum hidung belang di Jakarta.
Seperti diberitakan, kedua korban CT alian Cin dan SH alias Sye, awalnya memang membutuhkan uang dan rela menjual keperawanannya. Informasi diperoleh, Sye dan Cin bertemu Klif. Kemudian keduanya dibawa menuju Hotel Metuari. Selanjutnya, dari Metuari ketiganya menuju KFC.
Di situ, telah menunggu Mon dan Cis. Sye kemudian berujar, akan menjual keperawanannya seharga Rp 2 juta. Namun, ketiga tersangka ini mengatakan rugi. Selanjutnya, mereka melakukan transaksi dengan pengusaha di Jakarta denggan bayaran Rp 50 juta plus mobil. Dikirimlah tiket untuk mereka ke Jakarta.
Sesampai di Jakarta, mereka menginap di Hotel Ashton. Si pengusaha telah menunggu gadis perawan Manado. Saat ketemu, yang lainnya menunggu, Sye bersama pengusaha tersebut langsung menuju ke kamar lain.
Permainan lantas dimulai. Usai pemanasan dan akan tiba pada permainan inti, ternyata Sye sedang mengalami menstruasi. Akhirnya, Sye hanya diberikan tip Rp 2 juta.
Seperti peribahasa tidak ada akar rotan pun jadi. Akhirnya si hidung belang meminta Cin bermain dengannya. Selesai bermain, Cin dibayar Rp 3 juta. Dengan catatan, mereka bersama pemandunya (tersangka, red) tidak boleh lagi menginap di hotel tersebut.
Karena, kondisi keuangan menipis, tidak cukup untuk membawa pulang. Para tersangka akhirnya menghubungi Des, berperan sebagai penghubung di Jakarta, untuk menambah ongkos pulang ke Manado.
Dari hasil pemeriksaan ini, menurut Wakapoltabes, akan dikembangkan terus pihak kepolisian. Saat ini baru 3 tersangka yang ditetapkan. Untuk Des, masih sebatas saksi, karena ia tidak berperan sebagai perekrut. Apalagi, ia berada di Jakarta. “Jadi locus deliknya (wilayah kejadian) 2, Manado dan Jakarta. Kami akan mempelajari secara seksama untuk kasus ini. Jangan sampai, ada jaringan yang lebih besar,” tandas Wakapoltabes.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: