Beranda > Daerah > Oroh: Tapi Saya Hanya Jalankan Perintah Atasan

Oroh: Tapi Saya Hanya Jalankan Perintah Atasan

Manado, KOMENTAR
Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Manado, Drs Freddy Oroh, kembali menjalani pemeriksaan di Polda Sulut, terkait dugaan SPPD fiktif Tahun 2008 yang menyebabkan terjadinya kerugian negara, Senin (30/03) kemarin. Menariknya, di sela-sela pemeriksaan, Oroh mengaku bersalah. “Saya mengaku salah, tapi saya hanya menjalankan perintah atasan, dalam hal ini ketua (Ferro Taroreh),” tukasnya dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Bahkan sambil menarik dalam-dalam rokoknya, Oroh menyatakan sebagai bawahan, mau tidak mau perintah harus diturutinya, termasuk sejumlah staf di Setwan. Oroh juga menyatakan, beberapa kali Ferro dalam keadaan mabuk meminta uang dengan paksa ke sejumlah stafnya, sampai para staf ketakutan dan menangis dibuatnya. “Bahkan yang terakhir ini dia minta pencairan dana, tapi sudah tidak saya turuti. Hal ini membuat dia mengamuk di kantor,” ujarnya blak-blakan.

Dikatakannya lagi, sedangkan dimintakan uang saja oleh Ferro, para stafnya sudah menangis ketakutan, apalagi berani memalsukan tanda tangannya. “Tidak ada yang berani melakukan itu, baik saya mau pun staf,” kata Oroh lagi. Pada bagian lain, Oroh menjelaskan, undangan mengikuti kegiatan yang masuk ke Dekot Manado, jumlahnya banyak.

Namun keputusan untuk ikut atau tidak, semuanya di tangan pimpinan. Diakuinya juga, dia mengenal Hi Dahrul Rachman yang sudah dijadikan tersangka dan ditahan Polda. Bahkan mereka pernah beberapa kali berhubungan lewat telepon terkait undangan yang sering dilayangkan institusi yang dipimpin Dahrul. Dikatakannya juga, dia pernah menghadiri kegiatan yang dilaksanakan Dahrul, dan memang acara tersebut ada dan tidak fiktif.

Sementara pihak Polda Sulut yang dikonfirmasi lewat Kabis Humas, AKBP Benny Bella mengakui, pemeriksaan yang sementara dilakukan lagi terhadap Oroh. Namun soal status Oroh dalam pemanggilan kemarin apakah saksi atau tersangka, tidak dijawab Bella. “Iya benar, dia baru diperiksa kembali lagi,” kata Bella singkat kepada wartawan di ruang kerjanya. Sementara itu berdasarkan pantauan wartawan hingga pukul 22.00 Wita tadi malam, pemeriksaan tersebut masih berlangsung. Sedangkan Ferro yang masih mendekam di ruang tahanan, belum berhasil dikonfirmasi terkait pernyataan Oroh.

DOKUMEN
Pengadilan Negeri Manado telah mengeluarkan surat persetujuan izin penyitaan terhadap seluruh dokumen yang terkait dengan kasus SPPD fiktif. Hal ini dibenarkan Ketua Pengadilan Negeri Manado Eddhi Sudarmuhono melalui Panitia Muda (Panmud) Pidana Mansur Malaka SH MH. “Hari ini (kemarin, red) sudah dikeluarkan surat persetujuan penyitaan terhadap seluruh dokumen SPPD pada tahun 2008 yang ada di DPRD Kota Manado.

Pokoknya berkaitan dengan kasus SPPD fiktif yang menyeret nama pak Ferro Taroreh yang sedang ditangani pihak Polda Sulut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, surat persetujuan ini untuk menjawab surat permohonan penyitaan yang dilayangkan pihak Dit Reskrim Polda Sulut yang diterima PN Manado pada pekan lalu. “Dengan adanya surat persetujuan penyitaan dari pengadilan tersebut, maka dengan sendirinya pihak Polda Sulut sudah boleh melakukan penyitaan terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Iklan
Kategori:Daerah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: