Beranda > Daerah > Rumah Wakil Ketua Dekot Tomohon ‘Diserbu’ Massa Demokrat

Rumah Wakil Ketua Dekot Tomohon ‘Diserbu’ Massa Demokrat

Tomohon, KOMENTAR
Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota De-kot Tomohon utusan Partai Demokrat yang telah heng-kang ke Partai Patriot, Didi Ekel, berbuntut panjang. Setelah sebelumnya massa Partai Demokrat melaku-kan unjuk rasa untuk men-desak dilaksanakannya PAW Ekel, Senin (30/03) kemarin mereka kembali melakukan aksi serupa.

Namun menariknya, dalam aksi kali ini rumah Wakil Ketua Dekot Tomohon, Piet HK Pungus SPd ikut jadi sasaran.
Dari pantauan wartawan, massa mendatangi Kantor De-kot Tomohon sekitar pukul 10.00 WITA. Seperti sebelum-nya, di Kantor Dekot ratusan massa yang dipimpin langsung Ketua DPC Partai Demokrat Marthen Manoppo, menyam-paikan protes atas lambatnya pelaksanaan PAW terhadap Ekel. Mereka mendesak agar Welby Pandey segera dilantik sebagai pengganti Ekel meng-ingat SK PAW telah ditandata-ngani Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang.
Namun sayang, tidak ada sa-tu pun pimpinan maupun ang-gota dewan yang bersedia mene-rima kedatangan massa Demo-krat. Mereka hanya diterima Bagian Humas Dekot Tomohon.
Karena kecewa tidak bertemu dengan anggota dewan, masa pun menuju Kantor Pemkot To-mohon untuk meminta berte-mu langsung dengan Walikota Tomohon, Jefferson SM Ruma-jar dan Wakil Walikota, Syennie Lineke Watoelangkow. Tapi sa-yang, di Pemkot Tomohon ke-inginan para pendemo lagi-lagi tidak terpenuhi.
Kemudian sekitar pukul 12.00 WITA, dengan menum-pangi berbagai macam kenda-raan massa menuju kediaman Piet HK Pungus, di Kelurahan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon Utara. Di sana mere-ka kembali berorasi menyam-paikan beberapa poin tuntutan yang intinya meminta agar PAW terhadap Ekel dipercepat. “Kami minta PAW Ekel diper-cepat mengingat batas waktu hanya sampai tanggal 31 Maret 2009,” teriak massa yang keda-tangannya sempat membuat gempar warga sekitar.
Sementara itu, sejumlah war-ga yang ditemui wartawan me-nilai aksi unjuk rasa tersebut salah alamat atau tidak pada tempatnya. Menurut mereka, PAW Ekel merupakan urusan kelembagaan dewan, bukan urusan pribadi Piet Pungus.
“Seharusnya pimpinan Partai Demokrat Tomohon memper-timbangkan dampak yang bisa ditimbulkan akibat demo ini. Kalau ada perlawanan dari warga sekitar yang merasa ter-ganggu, pasti akan memicu ke-kacauan,” ungkap seorang ibu yang meminta namanya dira-hasiakan.
Pada bagian lain, Piet Pungus mengatakan PAW Ekel tetap akan dilaksanakan karena telah disetujui. “Yang dimak-sud batas akhir sampai 31 Ma-ret 2009 bukan pelantikan, te-tapi proses pengajuannya. Jadi jangan khawatir, PAW tetap di-laksanakan,” terangnya.

Kategori:Daerah Tag:, ,
  1. Oktober 28, 2009 pukul 12:22 pm

    awh bangus ni artikelnya…

    jangan lupa mampir ya mas hehheheh

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: