Archive

Archive for the ‘Hukum’ Category

Foto Bugil Politikus Perempuan Malaysia

Februari 22, 2009 8 komentar

Hilmi Didakwa Berzinah dengan Elizabeth

Kuala Lumpur-Tribun Manado

Kasus foto telanjang politikus kawakan Malaysia, Elizabeth Wong (37) terus berkembang. Terkini, polisi negeri jiran menyatakan telah mengidentifikasi pemilik gadget yang berisi gambar syur tersebut. Berdasarkan hasil investigasi, diketahui pemiliknya adalah Hilmi Malek, bekas pacar Elizabeth.

“TIm forensik kami yang melakukan investigasi di rumah Elizabeth sudah mengidentifikasi secara positif.” kata Kepala Kepolisian Selangor, Khalid Abu Bakar, Jumat (20/2).

Menurutnya, Hilmi bisa didakwa di Peradilan Syariah karena tindakannya itu termasuk pelanggaran. Pendapat yang sama disampaikan oleh Ahmad Zahid Hamidi, menteri di departemen perdana menteri. Ahmad mengungkapkan, meskipun Elizabeth bukan seorang muslim, kesaksiannya tetap sah di pengadilan syariah.

“Pengakuan Elizabeth soal hubungannya dapat digunakan untuk mendakwa Hilmi dengan dakwaan telah berzinah atau khalwat,” kata Ahmad. Sedangkan Elizabeth, Ahmad melanjutkan, tidak bisa didakwa di Peradilan Syariah karena bukan muslim.

Ahmad menjelaskan, hukuman terhadap Hilmi bisa lebih berat jika Elizabeth mengakui punya hubungan seksual dengannya. “Dalam hal ini, saya setuju laki-laki harus diajukan lebih dulu ke Pengadilan Syariah untuk membersihkan namanya dan nama Elizabeth,” ujarnya lagi.

Demi menyelesaikan kasus ini, Menteri Besar Selangor Khalid Ibrahim akan menemui Sultan Sharafuddin Idris Shah. “Kami akan meminta arahan dari Sultan, cara terbaik untuk mengatasi kasus ini.” katanya sambil berharap pertemuan nanti bisa menghasilkan sebuah solusi yang tepat.

Barisan Nasional sendiri telah membantahh tudingan terlibat dalam peredaran foto-foto itu. “Barisan Nasional tidak terlibat. Oposisi seharusnya menunjukkan bukti dan tidak menuduh kami begitu saja,” kata Nazib Tun Rajak.

Sementara itu, kemarin Elizabeth telah meninggalkan Malaysia untuk menenangkan pikiran. “Saya minta media tidak lagi mengusik kehidupan saya dan keluarga saya'” katanya.

Sejak berita mengenai foto syur itu merebak awal pekan lalu, Elizabeth telah menyampaikan pengunduran dirinya dari semua jabatan politiknya. Namun ternyata media terus mengganggu wanita itu dengan pemberitaan mengenai foto-foto tersebut.

“Meski telah menyampaikan pengunduran diri saya dari semua posisi, media dan situ-situs terus mengganggu. Saya juga telah diberitahu bahwa akan ada serangan-serangan baru dengan foto-foto dan video lain yang dirilis dan diedarkan untuk benar-benar mempermalukan dan mengubur saya,” ungkap Elizabeth.

“Ini episode paling gelap dalam hidup saya. Saya tak pernah merasa begitu sendiri, rapuh dan terhina,” tutur anggota Parlemen Selangor dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu. “Saya perlu istirahat dan mencari ketenangan pikiran guna menjauh dari event-event heboh sekitar saya,” pungkasnya.

Pengikut Lia Masih Bertahan di Mapolda Metro Jaya

Desember 16, 2008 Tinggalkan komentar

Liputan6.com, Jakarta: Sekitar 30 orang pengikut Lia Aminuddin atau Lia Eden hingga Selasa (16/12) masih bertahan di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Dari puluhan anggota kelompok Kerajaan Tuhan ini, 17 di antaranya adalah anak-anak. Meski polisi sudah memperbolehkan pulang, mereka bersikukuh bertahan di Mapolda Metro Jaya sejak kemarin pagi. Tadi malam polisi telah menahan Lia dan seorang pengikutnya. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama

Sebagian besar pengikut Lia memang sudah berkeluarga. Biasanya mereka membawa serta anak-anaknya dalam kegiatan sehari-hari di markas Kerajaan Tuhan. Anak-anak pun dikenakan pakaian serba putih yang menjadi khas komunitas ini. Ketika Lia dan pengikutnya dievakuasi paksa ke Mapolda Metro Jaya Desember 2005, anak-anak juga dibawa serta para orangtua pengikut Lia.

Lia yang dulu dikenal sebagai perangkai bunga kering di layar televisi awalnya mengaku Bunda Maria kemudian mengaku sebagai Jibril Ruhul Kudus. Dari komunitas Salamullah, Lia mengganti nama menjadi Kerajaan Tuhan. Pada tahun 2006 Lia divonis dua tahun penjara karena kasus penodaan agama. Kemarin Lia dan seorang pengikutnya dijadikan tersangka dengan kasus yang sama.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Krisna Mukti Jadi Tersangka

Desember 16, 2008 Tinggalkan komentar

Liputan6.com, Kendari: Bintang iklan dan pemain sinetron Krisna Mukti didampingi pengacaranya mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Senin (15/12) siang. Kedatangannya untuk memenuhi panggilan polisi guna diperiksa dalam kasus penipuan terhadap Heri Maulana, pengusaha telepon seluler asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Heri menuding Krisna menerima uang perusahaan yang digelapkan senilai Rp 300 juta oleh Yoyon Parsmono Suryo, salah seorang karyawannya. Yoyon sendiri kini mendekam di penjara karena kasus penggelapan uang di perusahaan itu.

Pemeriksaan berlangsung secara tertutup selama delapan jam. Krisna disuguhkan 80 pertanyaan oleh penyidik, terkait seputar hubungannya dengan Yoyon. Dari hasil pemeriksaan tersebut Krisna akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menemukan rangkaian bukti transfer uang senilai Rp 294 juta dari Yoyon yang mengalir ke rekening pribadi Krisna.

Namun demikian, Krisna menampik karena uang itu masuk tanpa sepengetahuannya. Melalui pengacaranya Krisna kemudian menyatakan keberatan dan berupaya agar penyidikan kasus ini dihentikan.

Merunut awal mula kasus ini, Mei 2008 lalu Heri yang pimpinan PT Lumbung Buana Seluler di Makassar menggugat Yoyon yang dipercayakan menjadi pimpinan anak perusahaanya di Kendari. Yoyon dituding telah menggelapkan uang perusahaan senilai ratusan juta rupiah. Pada akhirnya Yoyon terbukti menggelapkan uang perusahaan tersebut dan divonis penjara.

Namun, belakangan nama Krisna Mukti ikut terseret. Sebagian uang hasil penggelapan Yoyon itu diduga masuk ke dalam rekening pribadinya. Yoyon dan Krisna adalah teman dekat dan keduanya disebut-sebut memiliki hubungan khusus.(ADO/Arwan Ganda Saputra)

Polres Barat Gelar Razia Narkoba Di Sejumlah Diskotik

Desember 13, 2008 10 komentar

Jakarta, (tvOne)

Petugas Polres Jakarta Barat bekerja sama dengan BNP menggelar razia narkoba di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta Barat, Jumat malam. Pukul 01.00 petugas mulai mendatangi sejumlah diskotik yang berada di Jakarta barat.

Diskotik yang menjadi sasaran razia petugas, di antaranya diskotik Athena dan diskotik Antik. Sebanyak 48 pengunjung tempat hiburan malam pun diperiksa petugas dan menjalani tes urine. Dari hasil tes urine tersebut, sebanyak 35 pengunjung dinyatakan positif. Selanjutnya, ke-35 pengunjung yang dinyatakan positif dibawa ke Mapolres Jakarta Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, Kompol Adek Yudistiawan menyatakan, razia tersebut dilakukan untuk memperkecil peredaran narkoba di wilayah Jakarta Barat. Dalam razia tersebut, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba atau sejenisnya.

Kategori:Hukum Tag:, ,

Montolalu Sukses Bekuk Pengedar Heroin Terbesar

Desember 13, 2008 1 komentar

Jakarta, KOMENTAR
Berbagai gebrakan demi gebrakan menggeliat menyusul duduknya Brigjen Pol Drs Harry Montolalu sebagai Direktur IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri. Buktinya, setelah memberangus ratusan hektar ganja di Aceh, kini direktorat yang dipimpin Montolalu berhasil melakukan penangkapan terhadap pengedar heroin terbesar di tahun 2008 ini, yakni Hervina dan kurirnya Arif.

“Kalau lihat dari ukurannya tahun 2008, ini ya yang terbesar,” kata Montolalu di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (12/12). Mantan Wakapolda Sulut ini mengatakan, Arif ditangkap di Ramayana Tanjung Priok pada Kamis 11 Desember pukul 19.10 dengan barang bukti 30 gram heroin.

Sedangkan Hervina ditangkap di hari yang sama di tempat kosnya Jalan Cipinang Baru Raya No 36 kamar A3 pukul 21.10 WIB. Dari tangan Hervina polisi menyita 6,1 kg heroin, 561 gram shabu, uang Rp 32 juta, ekstasi 1.761 butir, dan 3 buah buku catatan.

Putra Koya (Tondano) ini menjelaskan, Arif merupakan kurir dari napi berinisial Y untuk mengambil heroin ke Hervina. Hervina kemudian menyerahkan kepada Arif 2 bungkus heroin masing-masing seberat 20 gram dan 30 gram.

Arif menyerahkan 20 gram heroin kepada wanita berinisial Z di Danau Sunter, Jakarta Utara. Sedangkan yang 30 gram belum sempat diberikan kepada pembeli, Arif langsung diciduk polisi.

“Arif adalah kurir tetap Mr Y (napi di Pondok Bambu) untuk mengambil heroin dari Hervina. Hervina sudah sejak 5 bulan mendistribusikan heroin sebanyak 30 kg,” ujarnya. Penjualan Hervina tersebut, lanjut Hery, atas suruhan Mr X yang sampai saat ini masih buron bersama wanita berinisial Z. “Ini 30 kg cukup ganas. Kita dapatkan data ini berdasarkan catatan buku penjualan yang telah kita sita. Dalam buku tersebut, tanggal dan siapa yang beli tercantum,” jelasnya.

Menurut Montolalu, 1 gram heroin bernilai Rp 1,4 juta untuk harga Jakarta. jaringan ini merupakan jaringan inter-nasional. “Kalau dilihat dari kalengnya, ini adalah kaleng dari sabit emas, Afganistan. Ini yang dipakai untuk Indonesia,” tandasnya. Dari warna heroin, juga menunjukkan barang terlarang itu berasal dari Afganistan. Arif akan dikenakan pasal 82 ayat 1 huruf a subsi-der pasal 78 UU Narkotika. Sedangkan Hervina dikenakan pasal yang sama ditambah dengan pasal 59 UU Psikotropika. “Ancaman hukuman mati untuk Hervina,” tegas Montola-lu.

Razia Ponsel Sekolah, Polisi Temukan Gambar Porno

Desember 11, 2008 1 komentar

Denpasar, (tvOne)

Mencegah merebaknya peredaran video porno di kalangan pelajar, aparat kepolisian Denpasar Timur, Bali, pagi tadi melakukan razia ponsel di sejumlah sekolah. Dalam razia ini polisi mengamankan dua siswa karena kedapatan menyimpan gambar porno dan rokok ke dalam kelas.

Siswa SMA Diwjendra, Denpasar, pagi tadi menghentikan sementara aktifitas belajarnya karena didatangi sejumlah polisi. Kedatangan polisi ini untuk melakukan razia gambar porno dan senjata tajam yang dibawa para siswa. Selain menggeledah semua tas milik siswa, polisi pun memeriksa satu-persatu ponsel yang dibawa siswa untuk memastikan ada atau tidaknya gambar porno di dalamnya.

Diduga razia ini sendiri telah bocor, karena sebagian siswa tidak membawa ponselnya ke dalam kelas. Meski demikian, polisi berhasil mengamankan dua siswa yang kedapatan menyimpan gambar porno dalam ponsel dan membawa rokok ke dalam kelas.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Timur, Iptu Agus Trisnadi, razia ponsel ini dilakukan untuk mencegah maraknya peredaran video porno di kalangan pelajar di Denpasar Timur. Dengan razia ini diharapakan kualitas pendidikan dan moral para siswa tetap terjaga.

Kedua siswa yang diamankan selanjutnya dibawa ke ruang guru untuk mendapat pembinaan. Razia ini pun akan terus digencarkan sampai para siswa jera.

Kategori:Hukum Tag:

KPK: Kasus Korupsi Manado Masuk 10 Besar

November 1, 2008 4 komentar

Jakarta, KOMENTAR
Komisi Pemberantasan Ko-rupsi (KPK) sangat serius menangani dugaan korupsi APBD Manado. Pasalnya, jumlah dana negara yang diduga telah disalahgunakan cukup besar, yakni berkisar Rp 48 miliar lebih. Bahkan dibandingkan kasus lainnya se-Indonesia yang sedang di-tangani KPK, kasus di Manado masuk peringkat 10 besar.
‘’Dugaan korupsi APBD Kota Manado saat ini, boleh dibi-lang masuk 10 besar yang se-dang diungkap KPK,’’ ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada Komentar di Jakarta, kemarin (31/10). Budi menga-takan, di peringkat teratas adalah kasus korupsi izin usaha pemanfaatan hasil hu-tan yang melibatkan Bupati Palalawan.
Nilai korupsinya mencapai Rp 1,2 triliun. Sedangkan kasus lainnya di Kalimantan Timur, yang mencapai Rp 400 miliar. ‘’Ini kasus-kasus di atas Ma-nado.’’ Meski begitu, Johan Budi mengatakan, jumlah dugaan korupsi di Manado bisa saja lebih dari yang disebut-sebut selama ini.
“KPK masih menghitung be-saran dugaan korupsi di Kota Manado. Yang pasti masih dihitung. Mungkin kerugian negaranya bisa lebih dari Rp 48 miliar,” katanya.
Sedangkan terkait pemerik-saan lanjutan terhadap ter-sangka kasus APBD Manado, yakni Walikota Jimmy Rimba Rogi (JRR), akan dilakukan di Jakarta nanti. ‘’Saat ini se-bagian tim KPK yang berada di Manado sudah kembali ke Jakarta. Dari segi waktu, pe-meriksaan terhadap JRR nan-tinya dipindah ke Jakarta. ‘’Pe-meriksaan JRR yang sudah ditetapkan tersangka bisa di-lakukan di Jakarta nantinya,” tukas Johan Budi.
PEMERIKSAAN
Sementara, sampai Jumat (31/10) kemarin, sebagian tim KPK yang masih stand by di Manado, terus secara maraton melakukan pemeriksaan ter-hadap sejumlah pejabat mau-pun rekanan Pemkot Manado. Umumnya pemeriksaan terkait cross check kebenaran dana yang disalurkan pemkot, apa-kah sesuai atau di-mark up, bahkan fiktif.
Sedikitnya 12 orang yang menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Mapolda Sulut, kemarin. Berdasarkan peman-tauan wartawan, Kepala Bap-peko yang juga mantan Plt Kadis PU, Ir Otniel Kojansow, mantan Kadis Tibum Drs Jan-tje Sumampouw dan Mantan Kadis Pendapatan dan Kadis Diknas, Drs Wilson Sinadia, mendatangi Mapolda meme-nuhi panggilan pemeriksaan KPK, sekitar pukul 13.00 Wita.
Kabag Hukum Setkot Mana-do, Julises Oehlers, juga sem-pat terlihat memasuki rua-ngan pemeriksan. Namun dia mengaku hanya membawa se-tumpuk data dan pergi kemu-dian lagi. Sebelumnya Kadis-pora Sulut yang pernah men-jadi Sekretaris Tim Persma, Ir Haefrey Sendoh bersama Ses-pri Walikota Manado, Donal Supit SH, telah sejak pagi dikonfrontir penyidik soal bantuan dana APBD Manado ke Persma di Tahun 2006-2007 lalu.
Sendoh yang sempat berkali-kali keluar ruangan peme-riksaan ke toilet dan minta izin minum obat kepada wartawan, mengaku bantuan yang dite-rimanya untuk Persma, jum-lahnya sama sekali tidak sama dengan data yang di-kantongi KPK, sehingga diri-nya dimintai klarifikasinya oleh penyidik.
Sedangkan Sekretaris Kota (Sekkot) Manado, Dr Ir GSV Lumentut, terlihat nongol di Mapolda pada sore hari, yakni sekitar pukul 16.00 Wita. Sekkot mengaku dirinya dimin-tai datang oleh KPK hanya me-lalui telepon.
Pihak lain yang dimintai pen-jelasan oleh KPK adalah Sonny Laurens, staf pengelola jasa travel. Dia ditanyai soal biaya tiket perjalanan tujuh kali away Persma di tahun 2006.
Sementara Ny Jein, staf kan-tor Sinode GMIM mengaku, ditanyai KPK soal bantuan Rp 500 juta yang konon diberikan Pemkot Manado. Begitu juga Ny Levy, penerima bantuan lain-nya, turut dikonfrontir KPK. Selain mereka, Pimpinan Ca-bang (Pincab) Utama Bank Sulut Manado, Jeffry Salilo SE, turut diperiksa KPK.
Menurut pengakuannya, KPK memintanya klarifikasi soal rekening Pemkot Manado. “Saya hanya diminta klarifikasi soal jumlah rekening dan nilainya itu yang merupakan kerahasiaan nasabah yang tidak boleh dipublikasikan. Tanya saja ke penyidik,” tukas Salilo yang terlihat tegang dan mencoba menghilangkannya dengan merokok di luar rua-ngan pemeriksaan.(zal/gra)

Kategori:Hukum Tag:, ,