Archive

Archive for the ‘Kesehatan’ Category

Makanan Bermelamin Masih Mengintai

Desember 23, 2008 1 komentar

Liputan6.com, Jakarta: Ribut-ribut soal produk Cina yang mengandung melamin belum tuntas benar. Tengok saja keputusan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Singapura yang akhir November lalu menetapkan enam makanan asal Cina positif mengandung melamin. Produk tersebut adalah Baby Looney Tunes Cream, C & OK Vigour 888 Egg and Milk, Khong Guan Mini Burger Biscuit Pack, Liluo Fruit PD Almond Flavor, Potter Potato Chips Pizza, serta Tom and Jerry Cheese Balls.

Tentu hal ini patut diwaspadai meski Badam POM menegaskan bahwa produk Cina yang bermelamin tak lagi beredar di Indonesia. Pasalnya, produk bermelamin diduga masih banyak beredar di daerah perbatasan seperti Singapura dan Malaysia. Mengingat dekatnya Indonesia dan mudahnya barang masuk ke Indonesia. Tentu ini sangat mengkawatirkan.

Melamin dikenal sebagai bahan untuk membuat plastik, lem, dan pupuk yang bisa menyebabkan gagal ginjal bila dikonsumsi. Skandal produk Cina selalu terulang hampir di semua produk mulai dari makanan hewan, pasta gigi, dan obat batuk, bahkan produk ban mobil, hingga mainan.

Kategori:Kesehatan

Hati-Hati, Ciuman Membara Dapat Membuat Wanita Tuli

Desember 9, 2008 Tinggalkan komentar

Shanghai (ANTARA News) – Ciuman yang penuh birahi memecahkan gendang telinga seorang wanita muda di China selatan, media negara melaporkan, Senin, seperti dilansir AFP.

Gadis berusia sekitar 20 tahun dari Zhuhai, Provinsi Guangdong, itu dirawat para dokter rumah sakit setelah pendengarannya pada telinga kiri lenyap sama sekali, tulis China Daily, mengutip Guangzhou Daily.

“Ciuman itu mengurangi tekanan di dalam mulut, mendorong ke luar gendang telinga dan menyebabkan kerusakan telinga, kata dokter yang merawatnya, dengan nama panggilan Li, sambil menambahkan pendengaran wanita itu akan pulih sekitar dua bulan lagi.

Kejadian tersebut mendorong berbagai koran menyajikan berbagai petunjuk tentang ciuman yang aman.

Sekalipun ciuman pada umumnya aman, para dokter mendesak semua orang agar berhati-hati, kata China Daily.

“Ciuman yang membara boleh jadi menyebabkan ketidakseimbangan tekanan udara di bagian dalam telinga, sehingga mengakibatkan pecahnya gendang telinga, tulis Shanghai Daily, sebuah koran berbahasa Inggris, dengan judul “Ciuman Tuli”.

Kategori:Kesehatan Tag:, ,

Seorang PNS Minsel Positif Idap HIV/AIDS

Desember 2, 2008 1 komentar

Amurang, KOMENTAR
Informasi dari KPAD Sulut yang diperkuat data dari Dinas Kesehatan Minahasa Selatan menyebutkan, tak kurang 17 orang Minahasa Selatan tercatat positif tertular virus HIV/AIDS. Dan satu di antaranya berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kadis Kesehatan Minsel, Dr Dirk Lengkong menyatakan, seorang PNS yang beralamat Minsel terjangkit penyakit mematikan tersebut merupakan informasi dan data yang disodorkan KPAD Sulut soal jumlah warga yang kena HIV/AIDS.

Meskipun demikian, pihaknya enggan membeberkan identitas penderita virus mematikan tersebut. “Apakah laki-laki atau perempuan tapi yang penting pekerjaannya adalah PNS,” kata Lengkong.

Sementara itu Pemkab Minsel melalui juri bicara Andre Winowatan SSTP mengatakan, informasi itu bila saja benar tentunya menjadi tanda awas bagi kalangan PNS. “Terlebih dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari,” kata Winowatan seraya mengatakan bahwa, informasi itu akan menjadi bahan pertimbangan pemkab untuk melaksanakan program tes HIV/AIDS bagi jajaran pemerintahan Minsel.(bly)

Free-Seks Bisa Berakibat Hepatitis

November 29, 2008 1 komentar

SEKITAR 1 dari 20 orang Indonesia mengidap hepatitis B. Penyakit ini dipicu oleh banyak hal, antara lain pola hidup tidak sehat, tidak menggunakan barang yang steril, dan seks bebas. Penularannya bisa melalui darah, ari-ari janin dan cairan tubuh yaitu air liur dan sperma.

Menurut dr Widarjati S. KGEH dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta, hepatitis adalah radang yang mengenai jaringan hati (hepar). “Seseorang bisa dikatakan terkena hepatitis tergantung pada jenis hepatitis itu sendiri dan faktor penyebabnya. Bisa disebabkan oleh infeksi virus, obat-obatan, bahan kimia, reaksi hipersensitivitas, dan bisa juga akibat dari suatu infeksi sistemik yang berat,” jelasnya.

Ada tiga fase gejala hepatitis yang disebabkan oleh virus. Pertama, fase pendahuluan. Gejalanya adalah badan demam seperti sedang terkena infeksi virus biasa, mirip dengan orang yang terserang flu. Fase ini berlangsung sekitar satu minggu sampai sepuluh hari. Kedua, fase kuning atau biasa disebut fase intrik. Pada fase ini, pasien menjadi kuning dan berlangsung selama 3-4 minggu. Terakhir, fase penyembuhan.

Pada prinsipnya, hepatitis akan sembuh sempurna, tergantung pada jenis virus yang diidap. Pengidap virus hepatitis A akan sembuh sempurna. Sementara pengidap virus hepatitis B dan C kadang-kadang 10-50 persen tidak sembuh sempurna dan bisa menjadi menahun. Hepatitis yang menahun akan berubah menjadi sirosishepatis. Bila sudah demikian, liver akan mengeras dan sel-selnya akan berubah menjadi serat.

Hepatitis akan sembuh karena tubuh terdiri dari sel-sel primitif. “Kalau untuk sembuh spontan, hepatitis B sekitar 80-90 persen. Hepatitis C akan sembuh sempurna sekitar 50-60 persen saja. Tetapi bila hepatitis sudah menjadi menahun, diperlukan pengobatan khusus,” katanya.

Hepatitis B

Saat ini, banyak sekali orang yang terkena penyakit hepatitis B. Sekitar 1 dari 20 orang di Indonesia terkena penyakit ini. Penyebabnya adalah pola hidup tidak sehat, menggunakan barang-barang yang tidak steril dan pergaulan anak muda yang melampaui batas. Seseorang dapat terkena hepatitis B karena pergaulan bebas atau free sex. Siapa pun bisa terkena hepatitis B.

Pada hati normal, hati terlihat mulus tanpa kerusakan. Selanjutnya adalah tahap kerusakan hati. Pada tahap ini, hati akan rusak sedikit demi sedikit, kemudian terjadi sirosis atau pengerasan pada hati. Permukaan hati akan rusak dan menjadi benjolan-benjolan dan membentuk jaringan parut. Semakin parah, hepatitis C dapat berubah menjadi kanker hati. Bila sudah terkena kanker, kerusakan bertambah berat. Kanker tersebut dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Bahaya dari pengerasan hati adalah terganggunya aliran darah. Bila ini terjadi, darah akan balik ke saluran pencernaan atau rongga perut. Setelah itu, pembuluh darah akan pecah sehingga kemudian muntah darah. Tinja juga menghitam. Bahaya lain yang disebabkan oleh virus hepatitis adalah racun dalam tubuh tidak akan keluar karena menumpuk di dalam darah. Jika demikian, hasilnya bisa fatal. Kematian.

Penularan dan Pencegahan

Hepatitis B dapat menular melalui darah (tranfusi dan jarum suntik), melalui ari-ari janin dalam kandungan dan melalui cairan tubuh (air liur dan sperma). Ada pula penularan secara horizontal, seperti kepada keluarga, teman, ataupun yang lainnya melalui kontak langsung. Bisa juga melalui kontak fisik seperti sikat gigi atau alat cukur. Virus hepatitis B dapat diketahui dengan cara diagnosis dan penggunaan alat bernama Rapid Test. Alat ini memiliki keunggulan tersendiri karena cepat, efektif, efisien, dan nyaman.

Hepatitis B dapat dicegah dengan memberikan vaksinasi. Vaksinasi sebaiknya diberikan kepada bayi yang baru lahir, tenaga dan pekerja medis, semua orang yang belum divaksin, anggota keluarga penderita hepatitis B, kaum homoseksual, dan penganut free sex. Vaksinasi yang telah direkomendasikan dengan rekayasa genetika tidak menimbulkan efek samping. Vaksin yang mengandung antibodi 100 persen dapat secara efektif melindungi tubuh dari serangan hepatitis B.

Kunci Sukses Bercinta

November 29, 2008 Tinggalkan komentar

AKAN terasa kurang lengkap jika aktivitas bercinta berjalan tanpa melalui beberapa tahapan, terutama fase rangsangan dalam ajang foreplay. Sebuah “permainan” akan terasa datar tanpa ada adegan panas di dalamnya, hingga membuat kedua pasangan tak merasakan orgasme.

Namun saat Anda menghadapi kondisi seperti ini, tak perlu cemas, pasalnya Anda dan pasangan tetap dapat merasakan orgasme melalui berbagai tahapan foreplay yang menggoda.

Dikutip dari Cosmopolitan, Selasa (25/11/2008), ada beberapa hal yang dapat memicu gairah yang hampir padam untuk kembali menyala. Apa saja?

Dua sensasi berbeda

Setiap pasangan wanita selalu menginginkan fase rangsangan yang diberikan pasangannya berlangsung lama. Hal ini penting untuk wanita, karena dia ingin merasakan kenyamanan terlebih dahulu sebelum berhubungan intim dengan pasangannya. Karena itu, tak ada salahnya untuk Anda memberikan sensasi berbeda saat ajang foreplay berlangsung.

Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah mengawali sebuah “permainan” dengan minum secangkir teh hangat, tapi jangan langsung ditelan. Biarkan minuman tersebut tetap ada di dalam mulut Anda dan berikan pada mulut si dia dengan lembut.

Tak hanya memberikan sensasi beda dengan teh saja, kini saatnya untuk Anda memberikan pasangan sensasi lainnya yang lebih membara.

Agar ciuman yang Anda daratkan ke bibir pasangan lebih berarti, tak ada salahnya Anda menciptakan variasi ciuman yang lebih hot dengan es krim atau minuman dingin dari mulut Anda ke mulutnya. Lanjutkan aksi ini dengan ciuman ‘liar’ yang menggelora. Anda berdua pun akan terbawa dalam suasana bercinta yang romantis.

French kiss

Selain sebagai salah satu cara meluapkan rasa sayang, sentuhan kedua bibir Anda dan pasangan sering kali menjadi daya tarik pasangan saat melakukan ajang foreplay.

Agar terasa beda, ada baiknya Anda tak hanya memberikan sebuah ciuman yang lembut, namun layangkan pula French kiss yang menggoda. Bahkan untuk membuatnya semakin terbuai, tambahkan sedikit gigitan nakal. Tanpa menunggu lama, dijamin si dia akan segera melanjutkan aksi berikutnya yang lebih ‘liar’.

Tanpa balutan busana

Untuk urusan bercinta, pria cenderung lebih menyukai pasangannya tanpa balutan busana sehelai pun. Terlebih saat pasangan sedang menggodanya di atas ranjang.

Kendati demikian, langkah ini pun harus diikuti dengan beberapa tehnik foreplay yang dahsyat agar sebuah “permainan” kian terasa lengkap dan seru. Momen ini akan terasa lebih membara jika Anda dan pasangan aktif saat “bertempur” di atas ranjang.

Pria Andropause Sulit Ereksi

November 29, 2008 1 komentar

JANGAN terkejut jika Anda mengalami andropouse. Tidak hanya dorongan seksual akan menurun, tetapi Anda memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai ereksi Mr P. Kok bisa!

Menurut Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd, istilah andropouse digunakan bagi sekumpulan gejala dan keluhan yang dialami pria sebagai akibat menurunnya kadar hormon testosteron. Hormon testosteron adalah hormon yang sangat penting, tidak saja bagi pria melainkan juga bagi wanita. Hormon ini sering disebut hormon pria, padahal didapatkan juga pada wanita.

Ketua Pusat Studi Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, ini menambahkan, hormon testosteron kerap juga disebut hormon seks, padahal fungsinya tidak hanya pada organ seks. Hormon testosteron juga berpengaruh besar bagi fungsi seksual pria dan wanita, terutama bagi dorongan seksual, ereksi penis dan klitoris, reaksi perlendiran vagina, dan sensasi orgasme. Tetapi hormon testosteron juga berperan penting bagi fungsi otak, otot, tulang lemak, pembentukan darah, dan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, kalau terjadi penurunan kadar testosteron, muncul gejala dan keluhan, yang pada pria disebut andropouse.

“Pada wanita, penurunan kadar hormon testosteron juga terjadi dengan bertambahnya usia. Tetapi pada wanita gejala karena penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang menyebabkan wanita memasuki masa menopause,” jelas penulis buku “Seks yang Membahagiakan” ini.

Menurutnya lagi, penurunan kadar hormon testosteron pada pria menimbulkan beberapa gejala dan keluhan pada berbagai aspek kehidupan. Pertama, terjadi penurunan pada kenyamanan hidup secara umum, fungsi seksual, fungsi kognitif, volume sel darah merah, kekuatan otot, massa otot, dan daya tahan. Kedua, terjadi peningkatan massa lemak sehingga terjadi kegemukan di bagian perut, kejadian penyakit jantung-pembuluh darah, dan gangguan tidur.

Khusus mengenai fungsi seksual, terjadi keluhan dan gejala, seperti menurunnya dorongan seksual, memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai ereksi Mr P, memerlukan rangsangan langsung pada Mr P untuk mencapai ereksi, berkurangnya rigiditas (kekakuan) ereksi Mr P, berkurangnya intensitas ejakulasi, periode refrakter menjadi lebih lama.

“Periode refrakter ialah periode setelah pria mencapai orgasme dan ejakulasi sampai mampu kembali menerima dan berekasi terhadap rangsangan seksual. Keluhan seksual ini muncul karena menurunnya kadar hormon testosteron bebas, menurunnya metabolisme secara umum, proses degenerasi pada berbagai organ tubuh, dan meningkatnya nilai ambang terhadap hormon testosteron,” tambahnya.

Cara lain yang lebih pasti untuk menentukan apakah seorang pria mengalami andropouse, katanya, dengan melakukan pemeriksaan melalui darah. Dengan pemeriksaan laboratorium dapat diketahui seberapa rendah kadar hormon testosteron.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, dokter akan memberikan pengobatan hormon untuk mengganti hormonnya yang berkurang itu,” lanjutnya.

Pengobatan hormon testosteron pada pria yang mengalami andropouse pada dasarnya aman dan tidak menimbulkan akibat buruk, asal diberikan secara profesional. Pengobatan secara profesional berarti diberikan sesuai dengan kondisi yang tepat, dosis yang benar, dan tidak ada kondisi yang merupakan kontra indikasi. Kontrol yang teratur tetap harus dilakukan, meliputi pemeriksaan kelenjar prostat.

“Pengobatan hormon testosteron sama sekali tidak boleh diberikan pada pria yang mengalami kanker kelenjar prostat. Karena itu sebelum memberikan pengobatan hormon testosteron, dokter harus memastikan bahwa tidak ada kanker prostat melalui pemeriksaan fisik dan diduking oleh pemeriksaan laboratorium. Ada beberapa pilihan pengobatan hormon testosteron, yaitu pil, suntikan, susuk di bawah kulit, dan krim. Setiap cara pengobatan ini punya kelebihan dan kekurangan,” pungkasnya.

Pemprop Support Pemusnahan Produk Bermelamine

November 1, 2008 1 komentar

Manado, KOMENTAR
Upaya Balai Besar-Penga-wasan Obat dan Makanan (BB-POM) untuk melakukan pemus-nahan sejumlah produk yang terkontaminasi melamin, Jumat (31/10) kemarin, diapresiasi Pemprop Sulut, terutama dalam mengantisipasi kecemasan masyarakat atas beredarnya produk yang membahayakan kesehatan tersebut.
Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprop Sulut, Drs Roy Tumiwa MPd, usai menghadiri pemusnahan produk yang meliputi kembang gula M&M’s dalam berbagai kemasan tersebut mengatakan, langkah yang diambil BB-POM ini, harus terus ditingkatkan, berikut pengawas-an di lapangan. “Untuk benar-benar memastikan bahwa produk tak beredar kembali, harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat,” terangnya.
Selanjutnya, Tumiwa menegaskan, para importir, distributor dan pengecer yang dengan sengaja masih mengedarkan produk akan diperhadapkan pada proses hukum, sebagai-mana diatur UU 23/1992 tentang Kesehatan, dan UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.(eda)