Arsip

Archive for the ‘Teknologi’ Category

Awas! Conficker Serang Komputer Anda

Januari 28, 2009 1 komentar

JAKARTA, TRIBUN TIMUR – Serangan virus Conficker yang meresahkan dunia setelah menginfeksi 9 juta komputer dalam dua minggu, juga mengancam pengguna komputer di Indonesia. Penyebarannya sangat cepat sehingga jumlah komputer yang terinfeksi berlipat ganda dalam waktu singkat.

Perusahaan lokal penyedia antivirus dan solusi keamanan Vaksincom mencatat kasusnya membengkak dari hanya ribuan menjadi puluhan ribu kasus komputer yang terinfeksi Conficker sampai dengan pertengahan Januari 2009. Hal ini tidak lepas dari kemampuan Conficker untuk menyerang komputer lain dalam jaringan provider yang sama.

“Jangankan komputer yang berada dalam jaringan, komputer standalone yang menggunakan koneksi internet dari provider tertentu pun terancam oleh ulah Conficker,” demikian laporan Vaksincom. Penyebaran virus Conficker atau yang juga dikenal dengan nama W32/Conficker, W32/Downupad atau W32/Kido saat ini dinilai sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.

Virus mancanegara yang belum diketahui asalnya ini cukup cerdas dan memiliki kemampuan meng-update dirinya dan memiliki satu payload spesial yang sangat menyulitkan pembuat antivirus untuk membuat tools pembasmi dirinya. Karena itu, virus tetap membandel bila ditangani secara biasa. Jika jaringan komputer di kantor telah terinfeksi, virus sulit dibasmi .

Memasuki tahun 2009, varian Conficker semakin canggih. Saat ini sudah muncul varian baru virus yang memiliki target serangan Windows XP , Vista, Windows Server (semua versi) dan bahkan Windows 7 versi Beta pun masih rentan atas serangan virus ini.

Norman Security Suite mendeteksi varian baru virus tersebut sebagai W32/Conficker.DV, sedangkan antivirus lain mendeteksi sebagai Win32.Kido.CG (Kaspersky), W32.Downadup.B (Symantec), W32.Downadup.AL (F-Secure), W32.Conficker.B (Microsoft), W32.Conficke r.A (CA, Sophos dan McAfee), Worm_Downad.AD (Trend Micro) dan W32/Conficker.C (Panda).(*)

Menuju Era Hip Hop Puisi

Oleh Lukas Adi Prasetya

ENTAKAN hip hop dengan lirik puisi-puisi Jawa, seperti tersaji pada Jagongan Wagen di Padepokan Bagong Kussudiardja, Jumat (23/1) malam, jelas sulit dicerna telinga awam. Lirik yang tidak biasa; masih dihantam pula dengan tempo cepat.

Jahanam dan Rotra, grup hip hop asal Yogyakarta, dibantu DJ Vanda dan Marzuki a.k.a Kill the DJ, di depan ratusan orang, memanaskan padepokan dengan lirik-lirik puisinya Sindhunata. Ini malam khusus merayakan 25 tahun Sindhunata ditahbiskan sebagai rohaniwan Katolik.

Mereka menghiphopkan sejumlah puisi karangan Romo Sindhu yang antara lain ada di buku Air Kata-kata. Sebagian lirik, kalau mengamati ekspresi wajah penonton, sepertinya juga agak susah dicerna oleh mereka. Yah, namanya saja karya sastra puisi Jawa.

Ada nuansa unik, baru, tapi mengasyikkan ketika puisi dicomot untuk lirik hip hop. Urutan kalimat dan keteraturan bait di puisi, ketika dihiphopkan, tak bisa lagi semua teratur. Berhip hop dengan 100 persen sesuai urutan kalimat puisi.

Lima tahun silam, hip hop di negeri ini masih erat mengimpor nuansa seperti di negara asalnya. Mencomot pendapat Marzuki yang juga pendiri Jogja Hip Hop Foundation, lirik hip hop telah kebanyakan berkisah tentang “aku” dan “aku”.

Sadar tak sadar, kondisinya jadi semacam arogansi yang terpelihara, walau ada pula grup hip hop -semisal di Yogyakarta-yang menyuarakan kehidupan sehari-hari. Perlu pemikiran dan langkah yang lebih natural agar grup hip hop tak melulu berhip hop.

Bertahun-tahun, hip hop sulit melepaskan diri, bahkan seakan rutin mengimpor “bahan-bahan” dari luar. Yogyakarta sudah mulai membuka cakrawala ketika sejumlah grup uniknya menyuarakan kehidupan sehari-hari. Marzuki mengawali langkah dengan menyuarakan puisi.

Jogja Hip Hop Foundation yang didirikan Marzuki tahun 2003 lalu menjadi kendaraan untuk lebih mengakrabkan puisi (berbahasa Indonesia dan Jawa) dengan hip hop. Mengeluarkan dua album hingga 2008, mereka meretas era hip hop puisi yang direspons publik.

Yang penting, menurut dia, adalah apa yang bisa dikerjakan lewat hip hop. Mengingat bangsa ini pengimpor kebudayaan yang payah, lebih baik hip hop mengangkat kebudayaan sendiri. Karena hidup di bumi Indonesia, mengapa hip hop tidak natural?

Toh, ketika puisi dan hip hop berkolaborasi, walaupun hip hop mendekonstruksi puisi (yang mapan), hasilnya ternyata indah. Tepuk tangan penonton adalah bukti. “Apik banget. Cocok,” begitu pendapat Romo Sindhu di atas panggung ketika ditanya Marzuki.

Karya sastra, salah satunya puisi, mesti terbuka untuk ditafsirkan. Ketika karya sastra disuarakan pihak lain, si pengarang harus rela. Sebab, begitu rampung dibikin, karya sastra itu bukan milik si pengarang. Tak berhak lagi karya itu ditahan, dikungkung. Romo Sindhu benar.

Ketika yang njelimet bagi sebagian telinga dan mata harus mendekam dalam “istana sastra”, malah yang justru dipertanyakan. Karya sastra lahir tak hanya untuk dibaca, diamini, melainkan juga diinterpretasi dan “diaduk-aduk”. Dengan begitulah, karya sastra hidup karena dekat dengan manusia, bahkan yang awam sekalipun.

Kategori:Teknologi

Data Sensitif McCain Bocor

Desember 13, 2008 Tinggalkan komentar

Washington – Detikinet
Hiruk pikuk kampanye presiden di Amerika Serikat usai sudah dengan Barack Obama tampil sebagai pemenang. Namun demikian, John McCain sebagai pihak yang dikalahkan Obama tampaknya masih harus berpusing ria.

Pasalnya, sebuah perangkat Blackberry yang mengandung berbagai informasi sensitif soal kampanye McCain dijual secara sembrono dengan harga sangat murah alias diobral.

Untungnya, Blackberry yang belum dihapus data-datanya itu jatuh ke tangan reporter media terkemuka, FoxNews dan tidak disalahgunakan. Namun karena masih banyak perangkat elektronik bekas kampanye lain yang telah dijual, kekhawatiran akan penyalahgunaan data menyeruak.

Dikutip detikINET dari The Register, Sabtu (13/12/2008), Blackberry yang diandalkan tim McCain selama kampanye itu mengandung puluhan nomor telepon penting serta ratusan e-mail. Selain itu juga terdapat siapa saja penyumbang dana McCain.

“Ini adalah kesalahan para staf dan prosedur yang perlu telah dilakukan agar semua informasi dapat diamankan,” demikian tanggapan dari tim McCain mengenai kejadian ini.

SBY: Kita Kehilangan Negosiator Cerdas

Desember 13, 2008 Tinggalkan komentar

Jakarta, KOMENTAR
Berpulangnya Ali Alatas merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Pemerintah RI telah kehilangan salah seorang negosiator cerdas, handal, tangguh dan piawai mewakili kepentingan negara dalam perundingan di kancah internasional. Demikian disampaikan Presiden SBY dalam sambutannya dalam upacara militer pemakaman Ali Alatas di TMP Kalibata, Jakarta, Jumat (12/12).

“Sejarah mencacat dengan tinta emas prestasi beliau semasa hidupnya, salah satunya adalah penyelesaian masalah Timor Timur dengan PBB pada 1999,” ujar SBY.

Prosesi upacara militer pemakaman Ali Alatas dimulai tepat pukul 09.00 WIB kemarin. Tepat di belakang iring-iringan pengusung peti jenazah menuju tempat pemakaman, nampak Presiden SBY dan rombongan keluarga almarhum.

Usai pembacaan riwayat hidup mantan Menteri Luar Negeri, dubes RI untuk PBB dan ketua watimpres, jenazah diturunkan ke dalam liang lahat. Sebagai tanda penghormatan akhir terhadap Ali Alatas yang dianugerahi Bintang Mahaputera itu, pasukan melepas satu kali tembakan salvo dan diikuti dengan pelipatan bendera Merah Putih yang sebelumnya menaungi liang lahat.

Tabur bunga pertama kali dilakukan oleh istri dan anak-anak almarhum. Menlu Hassan Wirajuda dan Ny Ani Yudhoyono menyusul kemudian. Upacara ditutup dengan peletakan karangan bunga duka oleh Presiden SBY diikuti Ny Ali Alatas.

Sementara Mayjen Purn AT Paruntu kepada Komentar mengatakan, Ali Alatas adalah diplomat Indonesia yang hampir menjadi Sekjen PBB, kalau saja Kofi Anan tidak menjabat untuk kedua kalinya.

‘’Dia juga peletak dasar perdamaian di Kamboja bersama Prancis dengan lebih dahulu mengirim misi rahasia,’’ kata Paruntu yang terlibat langsung dalam pengiriman tersebut, di mana dirinya yang masih berpangkat kolonel dan menjabat Athan RI di Vietnam, seizin Jakarta menemui Pangab Kamboja di Pnomppenh, untuk menerima pasukan pemelihara perdamaian PBB yang kemudian disebut UNTAC.

‘’Dia juga yang negosiasi perdamaian Tim Tim bersama Menlu Portugal dalam pertemuan rahasia di Bangkok, di mana dari TNI diwakili dari personel BAIS yakni saya sendiri,’’ ungkap Paruntu.

Nama Ditolak Internet, Maradona Ajukan Gugatan

Desember 11, 2008 Tinggalkan komentar

BUENOS AIRES-Okezone.com
Mantan pesepakbola Argentina, Diego Armando Maradona kembali berurusan dengan pengadilan. Tapi kali ini bukan karena ulahnya yang kerap melakukan pemukulan dan kata-kata kasar yang biasa ia lakukan.

Kali ini, pemain yang pernah membela klub Italia, Napoli, itu bergabung dengan 70 selebriti Argentina yang melayangkan gugatan kepada mesin pencari di internet, Yahoo dan Google. Maradona menyatakan Yahoo dan Google Argentina telah menghapus seluruh kisah dirinya dari internet.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, Selasa (9/12/2008) pengguna internet Argentina yang ingin mencari nama Maradona untuk sementara terpaksa tak dapat menemukan situs-situs yang bertalian dengan nama Maradona. Pengguna internet hanya mendapat sebuah jawaban penolakan yang bertuliskan “Terkait permintaan pengadilan, untuk sementara kami menolak semua hasil pencarian ini.”

Sementara itu, juru bicara Google Argentina menyatakan, gugatan yang dilayangkan Maradona sangatlah tidak masuk akal. Google menyatakan tidak pernah memblokir nama Maradona dari internet.

Kemungkinan terbesar, pencarian nama Maradona dan selebriti Argentina lainnya ditunda sementara, mengingat nama-nama terkenal itu sering digunakan para penyebar virus atau bertalian dengan situs-situs porno.

Obama dan Planet Mars Saja Pakai Twitter

Desember 11, 2008 1 komentar

Jakarta (ANTARA News) – Pada masa berjalan –manakala harga komputer, gadget dan tarif telepon semakin murah, semakin kaya fitur– puluhan juta orang Indonesia mungkin lebih akrab dengan Facebook, MySpace, Twitter, Flickr, hi5, YouTube, Friendster, Flixter, Yahoo Messenger, mikroblog dan jejaring sosial virtual lain yang pasti bertambah canggih, ketimbang media-media tradisional.

Sementara, dulu, media-media global seperti CNN, BBC, New York Times, Washington Post, Guardian, Wall Street Journal dan banyak lagi, harus berpayah-payah dulu mengirim wartawan untuk meliput banyak peristiwa eksklusif di semua sudut kolong jagat.

Mereka pernah tidak bisa memasuki Korea Utara yang kuper atau Tibet yang saat itu diisolasi China, sehingga tidak bisa mewartakan apa yang terjadi di sana.

Tetapi, dari Teror Mumbai, India, 26 November 2008, media global memperoleh pelajaran berharga bahwa eksklusivitas dan kedalaman liputan tidak harus dicapai dengan bersegera mengirim kru ke lapangan atau memaksa para koresponden yang kebetulan tidak di tempat kejadian untuk bergegas ke situs peristiwa.

Mereka kini memanfaatkan betul fenomena di mana warga biasa, mampu mengerjakan fungsi-fungsi jurnalistik seperti melaporkan, mengumpulkan, menata, bahkan memverifikasi informasi dan berita baik teks, audio, video, sampai info grafis, di manapun dan kapanpun.

Profesor Jurnalistik dari Universitas Columbia yang juga reporter iptek dan pendiri South Asian Journalists Associaton, Sreenath Sreenivasan, menyebut Teror Mumbai menjadi tonggak bagi evolusi jurnalisme, khususnya jurnalisme warga (citizen journalism).

Organisasi berita tradisional memang akan tetap hidup, namun paradigma dan caranya telah berubah.

NYTimes.com misalnya, menawari para saksi Teror Mumbai untuk memublikasikan kesaksian langsung mereka melalui lamannya, tatkala desingan peluru dan lemparan granat teroris mengincar nyawa mereka.

The Guardian, CNN dan situs-situs berita lainnya, bahkan tinggal menadahkan tangan menanti hujan informasi-informasi eksklusif dari Twitter, Flickr, dan jejaring sosial virtual lain, untuk kemudian mereka sunting, rapikan, organisasikan dan publikasikan.

Tanpa mengirim reporter, media massa global memperoleh cerita dan gambar secepat peristiwa teror terjadi, bahkan bisa sedalam investigasi jurnalistik, seekslusif keinginan stasiun-stasiun berita, seaktual dan sefaktual kesaksian langsung para saksi peristiwa.

“Aku percaya, pada masa depan, fungsi terpenting lembaga-lembaga pemberitaan adalah mengorganisasikan berita-berita (dari warga),” kata Jeff Jarvis, pakar internet dan profesor jurnalisme dari City University of New York seperti dikutip the Guardian (1/12).

Jejaring sosial virtual diantaranya Facebook dan mikroblog seperti Twitter, telah memperluas jangkauan layanan berita lembaga-lembaga pemberitaan ke dalam masyarakat global sehingga media tidak lagi hanya sebagai agen informasi, jendela bisnis dan penarik iklan, tetapi juga pintu ke dunia maya (cyberdoor).

Untuk laman CNN.com misalnya, cyberdoor ini berfungsi ganda, menjadi pintu masuk bagi profil, pesan pribadi dan daftar kawan pemilik blog ke dalam CNN Forum, dan menjadi pintu keluar untuk berita-berita, video dan blog favorit dalam CNN.com untuk disebarkan lagi dalam Facebook mereka.

Akibatnya, menurut Arielle Emmett dalam American Journalism Review (AJR) edisi Desember/Januari 2009, portal CNN menjadi semakin kaya sekaligus bertambah sibuk lalulintas aksesnya berkat komunitas-komunitas dalam Facebook. “Kini, page view CNN setiap bulannya mencapai 1,87 miliar.”

Sementara, laman jaringan televisi PBS (Public Broadcasting Service), pada Oktober 2008, telah menarik pengunjung laman sebanyak 877 ribu per hari, ditambah 20 juta pengunjung temporer (unik).

Twitter

Tiga, empat tahun lalu, orang hanya bisa chating melalui komputer, namun kini anak-anak muda anteng chating melalui telepon seluler dan gadget lainnya, tidak hanya di ruangan, namun juga dalam angkot, kereta api, bis kota, busway, ruang tunggu bandara, cafe, mal dan banyak lagi. Pokoknya, mereka bisa bercengkerama di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Sembari senyum sendiri, jemari tak henti menekan tuts, berkomunikasi dengan karib dan komunitas virtual mereka sambil melintasi tabir waktu, bangsa, keyakinan, dan geografi.

Mereka berbicara soal asmara, mode, gaya hidup, teroris, UU pornografi, gosip artis, kontrak bisnis, Liga Inggris, hingga konser The Changcuter, Obama dan Paris Hilton.

Sementara di AS, badan antariksa nasional AS (NASA) menggunakan Twitter dari wahana angkasa luar Phoenix, untuk berkomunikasi dari Planet Mars yang “diinvestigasi” Phoenix, dengan manusia di Bumi yang tentu saja sama-sama pengguna Twitter.

Di dimensi lain, politisi-politisi muda, cerdas dan energik seperti Barack Obama dan Hillary Clinton memanfaatkan Twitter untuk menyelaraskan diri dengan kekinian, meraba masa depan dan menjaring pemilih baru yang jumlahnya berlimpah tapi lebih suka menyambangi dunia gemerlap ketimbang dunia politik yang gelap.

Kolumnis Lee Thornton, dalam AJR edisi Desember/Januari 2009, menyebut, Obama sukses mengeksploitasi new media (internet) sehingga ia meraih kemenangan besar dengan merebut duapertiga suara pemilih muda yang turut pemilu 4 November 2008.

“Tim Obama memahami bahwa keberhasilan kampanye mereka amat tergantung pada teknologi, laman-laman jejaring sosial, wahana-wahana telekomunikasi layar sentuh modern yang mereka rajut, dan BFF Google (best friend forever Google, para peselancar internet fanatik),” kata Lee.

Apa yang terjadi pada sistem politik kontemporer AS adalah pertautan yang sempurna antara teknologi dengan sebuah generasi yang berkeinginan mencari simpul antara sebab dan akibat tanpa didikte kekuatan-kekuatan di luar dirinya.

Obama mengerti ini semua, demikian pula banyak politisi muda di seluruh dunia. Mereka memahami kawula muda kini mengerti bahwa dunia telah berubah menjadi amat terbuka, eksploratif, namun sangat privat.

Mereka bisa seberpengaruh para analis, pengamat dan kolumnis beken, bahkan lebih merdeka mengutarakan opini ketimbang editor dan produser yang bekerja untuk perusahaan-perusahaan media yang dimiliki seseorang dan acap menuntut kooptasi pada kepentingan pengendali perusahaan.

Mereka juga tak bisa ditarik oleh jargon-jargon politik yang klise dan tidak kreatif dari para politisi usang.

Saking pentingnya mereka, mengutip Washington Post (12/9/2007), Presiden George W. Bush pun lebih memilih mengundang para blogger daripada pemimpin redaksi, seolah hendak mengatakan bloger itu sepenting media pemberitaan.

Dan khusus mengenai Twitter yang dianggap jejaring sosial termutakhir dan bakal mengubah paradigma media, kolumnis AJR, Arielle Emmett, menyebut tool dan fasilitas pengirim pesan mobil di dalamnya, telah membuat anggota-anggota komunitasnya -termasuk para kolumnis dan produser– bisa berbalas kirim teks untuk bertukar pertanyaan, berbagi komentar dan informasi terkini, hanya dengan 140 karakter, bak layanan pesan singkat sms dan chating.

Usia Twitter, memang masih sangat muda yaitu baru dua tahun, namun jejaring sosial fenomenal ini sudah dilanggani sejuta orang yang umumnya makmur dan selalu menggali maksimal layanan komunikasi virtual dalam perangkat komunikasi mobil apapun yang dimilikinya.

Para pelanggan bebas keluar masuk laman Twitter tanpa dipungut bayaran, untuk bertukar pesan melalui komputer dan perangkat mobil yang tersedia.

Debut fenomenal Twitter adalah saat gempa bumi Sichuan, China, pada Mei 2008 manakala informasi, audio dan gambar pertama datang melalui Twitter. Namun, yang paling sensasional adalah ketika invasi 60 jam para teroris di Mumbai pekan lalu.

Para jurnalis, termasuk penulis politik washingtonpost.com Chris Cilliza, komentator politik NYTimes.com Kate Phillips dan kritikus musik The Times Jon Pareles, menjadi pelanggan setia Twitter dan rutin menyapa fans Twitter lewat mikroblog mereka.

“Tidak seperti Facebook, Twitter berpotensi mengubah dunia (karena sangat mudah diakses). Anda tidak perlu menjadi teman dan kontak saya. Jika anda di Twitter, kita semua terkoneksi,” kata pengarang Bringing Nothing To The Party; True Confessions of a New Media, Paul Carr (The Guardian, 3/12).

Dari Teror Mumbai, keunggulan Twitter seperti disebut Paul itu terekspos hingga memaksa dunia mengakui bahwa jurnalisme, cara manusia bermasyarakat dan sistem koneksi sosial memang telah berubah drastis. (*)

Mobil Dinas Obama, Limo Lapis Baja

November 19, 2008 2 komentar

Harian Komentar
USAI dilantik sebagai Presiden AS tanggal 5 Januari 2009 mendatang, Barack Hussein Obama akan menggunakan mobil kepresidenan yang baru, yaitu Cadillac limosin hitam. Sedangkan mobil kepresidenan yang dipakai George W Bush kemungkinan akan dimusnahkan.

Mobil untuk Obama ini sendiri bukan pernyataan resmi Gedung Putih. Melainkan analisis seorang fotografer investigatif khusus tentang mobil-mobil yang akan diluncurkan, dikembangkan (masa depan) oleh produsen otomobil di Amerika Serikat, Chris Doane.

Hebatnya lagi, Chris mengetahui mobil tersebut sudah dites dan berhasil menjepretnya pada musim panas yang lalu. Waktu itu ia membuat kesimpulan, Cadilac limo yang sedang dites di jalan umum itu, akan digunakan sebagai kendaraan kepresidenan Amerika Serikat yang akan datang. Waktu itu, Barack Obama belum terpilih sebagai presiden, masih bersaing dengan rekan separtainya, Hillary Clinton.

Menjelang pemilu Amerika Serikat, tepatnya pada 30 Oktober 2008 sempat muncul tulisan tentang ‘Presidential Power on the Road’ di ‘The New York Times’ (NYT) yang ditulis oleh Gregg D Merksamer. New York Times pun menampilkan foto Cadillac Limo hasil jepretan Chris Doane yang masih dikamuflase. Waktu itu NYT hanya menulis, tentang mobil yang akan disiapkan untuk Obama atau McCain.

Namun setelah Barack Obama terpilih sebagai presiden, muncul lagi cerita tentang mobil yang akan digunakan nanti selama menjalankan tugas kepresidenan oleh majalah otomotif lainnya. Tidak mudah bagi wartawan Amerika Serikat untuk mendapatkan data Cadillac yang digunakan sebagai mobil presiden, baik yang sekarang ini mau pun yang akan datang. Pihak berkepentingan, baik pembuat mau pun petugas rahasia yang menangani mobil, semuanya tutup mulut.

Mengingat mobil kepresidenan sekarang sudah digunakan sejak 2005, para pemburu berita memastikan, pada pemerintahan yang akan datang mobil presiden akan diganti. Karena sulitnya mendapatkan informasi dan data, Gregg D Merksamer yang menekuni tentang mobil presiden selama hampir 30 tahun, hanya mengulas berdasarkan pengamatannya melalui video klip berita televisi.

Menurut Chris Doane – sang fotografer yang berhasil menjepret mobil yang akan digunakan oleh Obama, sewaktu dites, limosin kepresidenan AmerikaSerikat tersebut dasarnya adalah GMC Topkick, truk berukuran sedang buatan GMC. Kesimpulannya didasarkan pada ban Goodyear 19,5 inci Regional RHS yang digunakan limo ini. Dengan ini pula ia menyimpulkan bobot Cadillac untuk presiden tersebut lebih berat dari versi untuk umum.

Menurut Gregg Merksamer, Cadillac limo yang digunakan GW Bush bodinya dibuat pelat baja dengan ketebalan paling kurang 5 inci (12,7 cm), hampir dua kali lebih tebal dari limosin presiden pada 1980-1990. “Saya tidak tahu ketebalan kaca pengaman mobil tersebut. Namun kaca setengah inci cukup untuk menahan peluru magnum 0,44. Bila ketebalannya 1,25 – 1,5 inci, peluru dari senjata laras panjang tidak akan bisa menembusnya,” ulas Gregg.

Dijelaskan, untuk menahan peluru, bagian pertama dari bodi dibuat dari materi yang keras. Setelah itu ditambahkan lunak untuk menyerap energi peluru. Material tradisional adalah dua lembar baja yang diperkuat dengan aluminium, titanium dan keramik. Kini mobil konvertibel atau dilengkapi dengan sunroof sudah jarang digunakan untuk kepresidenan. Presiden juga membatas interaksinya dengan publik saat berada di dalam mobil. Pada mobil-mobil presiden sekarang, meski kondisinya tertutup rapat, kehadiran presiden bisa diketahui dengan menghidupkan lampu interior. Dengan cara ini wajah presiden akan jelas terlihat dari luar.

Mobil presiden juga dilengkapi dengan pengikat khusus pada sasisnya. Tujuannya, bila mobil ini dibawa ke luar negeri saat kunjungan kenegaraan, bisa dibawa dengan pesawat jet barang militer. Di samping itu juga ada mobil khusus untuk cadangan dan pancingan. Kendati limo presiden sangat menarik bagi kolektor, kenyataannya tidak satu pun bekas mobil Gedung Putih jatuh ke tangan pribadi. Ketika habis masa pakainya, mobil itu dihancurkan atau digunakan sebagai latihan pasukan rahasia.

Begitulah cara negara adidaya itu menjaga kerahasiaan mobil presidennya!

Google Hacking: Mencuri Data Dengan Bantuan Google

Oktober 29, 2008 1 komentar

100318p JAKARTA, RABU – Cara hacker mencuri data semakin canggih, bahkan makin banyak melibatkan mesin pencari seperti Google. Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk mengutil nomor Social Security dari situs-situs Web dengan menggunakan metoda pencarian. Begitu ungkap Amichai Shulman (pendiri dan CTO Imperva – perusahaan sekuriti database dan aplikasi).
Fakta bahwa nomor Social Security ada di Web adalah kesalahan manusia, sebab informasi tersebut seharusnya tidak dipublikasikan di sana. Namun para hacker telah memanfaatkan Google dalam cara canggih untuk mengotomasikan serangan terhadap situs-situs Web, kata Shulman.
Dalam presentasinya di RSA Conference, Shulman mengatakan bahwa baru-baru ini Imperva menemukan cara untuk mengeksekusi serangan injeksi SQL yang datang dari alamat IP milik Google. Dalam sebuah serangan injeksi SQL, instruksi yang bertujuan jahat dimasukkan ke form berbasis Web dan dijawab oleh aplikasi Web. Ini seringkali menghasilkan informasi sensitif dari database back-end atau digunakan untuk menanamkan kode bertujuan jahat di Web page.
Memanipulasi Google memang khususnya disukai para hacker karena sifat anonimnya – bagi hacker maupun engine penyerang yang diotomasikan. Tools seperti Goolag dan Gooscan dapat mengeksekusi pencarian luas di Web untuk menemukan celah-celah kelemahan tertentu dan memberikan daftar situs Web yang memiliki masalah celah kelemahan.
“Ini bukan lagi permainan skrip anak-anak – ini bisnis,” kata Shulman. “Ini adalah kemampuan hacking yang sangat hebat.”
Metoda serangan lain adalah Google worms, yang menggunakan mesin pencari untuk menemukan celah-celah kelemahan tertentu. Dengan penyertaan kode tambahan, kelemahan itu bisa dieksploitasi. “Pada tahun 2004, hal seperti ini hanyalah fiksi ilmiah. Tahun 2008, ini menjadi kenyataan yang menyakitkan,” tukas Shulman.
Google dan mesin-mesin pencari lain sedang mengambil langkah-langkah untuk menghentikan penyalahgunaan tersebut. Google misalnya, telah menghentikan metoda pencarian tertentu yang dapat menghasilkan kumpulan nomor Social Security dalam satu sapuan. Google juga membatasi jumlah permintaan pencarian yang dikirimkan per menit, yang dapat memperlambat pencarian massal bagi situs-situs Web yang memiliki celah kelemahan.
Namun sesungguhnya hal ini cuma membuat para hacker harus menjadi sedikit sabar. Membatasi pencarian juga melukai profesional sekuriti yang ingin melakukan pencarian harian otomat terhadap masalah di situs-situs Web-nya, begitu kata Shulman.

Jenis serangan lain adalah “site masking,” yang menyebabkan sebuah situs Web yang legal lenyap dari hasil pencarian. Jika menemukan situs-situs yang isinya sama, mesin pencari Google memang akan membuang salah satunya dari indeks hasil pencarian.

Kondisi ini dimanfaatkan para hacker dengan menciptakan sebuah situs Web yang memiliki tautan ke halaman Web kompetitor tetapi difilter melalui proxy server.
Google melakukan indeks konten di bawah domain proxy. Jika ini dilakukan beberapa kali dengan lebih banyak proxy server, Google akan menganggap halaman Web yang dituju sebagai duplikat, lalu mengeluarkannya dari indeks.
Salah satu cara yang bisa dilakukan administrator situs Web, menurut Shulman, adalah melindungi situs Web-nya dari diindeks selain oleh alamat IP legal dari sebuah mesin pencari.

Kategori:Teknologi