Arsip

Archive for the ‘Kriminal’ Category

Hanny Suruh 3 Tamu Laki-laki Terakhirnya Masuk Rumah

Maret 11, 2009 Tinggalkan komentar

Jakarta – Detik. Pengamat model, artis dan pemilik agensi model Prima School, Hanny Wahab (53), sempat menyuruh 3 tamu laki-laki terakhirnya masuk rumah. Hanny juga sempat menyuruh anaknya tidur saat menerima tamu bermobil Suzuki APV itu.

“Tamunya sempat disuruh masuk. Bahkan Bu Hanny sempat nyuruh anaknya tidur. Ada yang bilang dibunuh karena dendam,” ujar Jimmy, tetangga Hanny kepada detikcom, Rabu (11/3/2009).

Menurut Jimmy, 3 tamu yang datang Selasa (10/3/2009) malam tidak diketahui waktu pulangnya. Namun Hanny terakhir ditemukan tewas oleh anaknya pada Rabu pagi. “Anaknya teriak, lihat kondisi ibunya,” imbuh dia.

Jimmy menuturkan, Hanny sudah berpisah dengan suaminya. Artis yang bermain dalam sinetron ‘Wulan’ yang tayang beberapa waktu lalu di stasiun TV swasta itu, tinggal bersama anak dan pembantunya.

Kini, jenazah Hanny masih diotopsi di RSCM. Rencananya jenazah Hanny akan disemayamkan di rumahnya sebab sebuah tenda telah terpasang di depan rumah Hanny.

“Kuburin belum tahu di mana. Tamu sudah pada nunggu, tadi belum ada artis,” kata pria yang bekerja di dealer kaca mobil di Sunter, Jakarta Utara, ini.

Hanny ditemukan tewas di kediamannya, di Kompleks Intel Kota Blok 5 nomor 24-25, Jalan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2009) pukul 06.00 WIB. Hanny sebelum tewas sempat menerima 3 tamu yang mengendarai APV warna silver.
(nik/iy)

Iklan
Kategori:Kriminal

Keluarga Curigai Pelaku Pembunuhan Hanny Eks PRT

Maret 11, 2009 1 komentar

Jakarta – Siapa pelaku pembunuhan dan pemerkosaan artis Hanny Wahab masih diburu polisi. Tapi kecurigaan keluarga mengarah pada sejumlah tersangka. Di antaranya adalah mantan pembantu rumah tangga (PRT) di rumah yang juga membuka usaha agensi model tersebut.

“Jadi dulu ada pembantu namanya Hendi, dan dua bulan yang lalu dia kabur. Tapi dia suka kesal sama mamah (Hanny) karena kalau disuruh nggak mau,” jelas anak korban, Aat (15), saat ditemui di kediaman korban di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2009).

Selain Hendi, dia juga mencurigai pembantu lainnya yang bernama Amir. Diketahui pada malam sebelum mayat korban ditemukan tidak bernyawa di kamar, Amir datang ke rumah itu.

“Semalam Amir ada sampai jam setengah delapan, tapi pas ditanya ke keluarganya dia pulangnya jam 12 malam,” jelas Aat.

Hendi dikenal sering membantah perintah majikan. Dia juga kerap berselisih dengan Aat. Sedang Amir memang pembantu yang telah lama bekerja di rumah itu dan kerap mengepel kamar almarhum.

“Amir rumahnya di Rawa Buaya, dan kata keluarganya sekarang dia tidak di rumah,” jelas Aat.

Mayat Hanny ditemukan Aat sudah terbujur kaku pada pukul 06.00 WIB dengan luka di kepala dan leher. Barang milik korban berupa 4 buah handphone, uang tunai, dan kartu ATM juga raib.

Memang pada malam sebelum kejadian ada 3 orang bertamu, 2 diantaranya bertubuh kurus dan berkacamata, sedang seorang lainnya bertubuh agak gemuk dan berambut cepak. Mereka sempat berbincang dengan Hanny tetapi sebatas persoalan fashion show yang akan digelar di Hotel Central.

“Kayaknya nggak mungkin mereka. Karena tadi pada datang ke sini,” urai Aat yang tampak masih Syok.

Di kediaman korban kini tengah digelar tahlilan. Sejumlah tetangga dan kerabat tampak datang dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Besok pagi di makamkannya di TPU Kamal Cengkareng,” jelas Iyan (30), keponakan korban.

Almarhumah menikah 2 kali. Dari suami pertama bernama Suhadi dia dikarunia seorang putri bernama Irma (28), sedang dari suami kedua Joko Ubaidillah yang juga akhirnya bercerai dia dikaruniai 2 putra, yakni Aat (15) dan Akbar (9).

Sekte Mesum Ajarkan Seks Bareng-Bareng

Januari 28, 2009 Tinggalkan komentar

JAKARTA, TRIBUN – TIMUR Aliran kepercayaan yang menjadikan hubungan seks bersama-sama maupun tukar pasangan sebagai jalan bertemu “sang pencipta” digerebek Polsektro Pasarminggu, Jakarta Selatan, Senin (26/ 1). Pengikut aliran ini sering menyanyi di tengah malam.

Aliran bernama Satria Piningit Weteng Buwono ini bermarkas di Kebagusan, Pasarminggu, Jakarta Selatan. Pemimpin aliran, Agus Imam Solichin, mengharuskan para pengikutnya (terdiri atas pasangan suami-istri) melakukan hubungan seks di satu ruangan.

“Paling ramai pada tahun 2005. Ada enam pasang suami istri yang ikut,” kata A Kusmana (58), pengikut Satria Piningit Weteng Buwono. Selasa (27/1). “Acara ritual itu tidak terikat waktu, kapan saja boleh melakukan,” imbuhnya. Dia juga mengatakan bahwa syarat menjadi pengikut aliran Satria Piningit haruslah sudah berkeluarga.

Menurut Kusmana, pada saat para pengikut aliran melakukan hubungan intim, sang pemimpin, Agus, berdiri di kamar yang sama dan menyaksikan para pengikutnya menjalani ritual tersebut.

Kusmana mengaku pernah hadir di ruangan untuk ritual seks bareng ini. “Saya pernah ikut ritual, satu kali. Saya sudah telanjang, istri saya juga telanjang. Tetapi kami tidak melakukan…, malu. Tetapi teman-teman pada main,” ujarnya.

Menurut Kusmana, tidak ada tukar pasangan dalam seks bersama itu. “Tidak sampai tukar-tukar pasangan,” tuturnya. Tetapi Warta Kota menerima informasi dari beberapa warga setempat bahwa aliran tersebut mengizinkan pengikutnya bertukar pasangan saat menjalam ritual hubungan intim. “Biasanya dilakukan pada malam Jumat,” kata seorang warga.

Aliran Satria Piningit mengenal pengakuan dosa. Para pengikut aliran yang mengaku dosa dimandikan oleh Agus. “Kalau kami merasa bersalah, kami dimandikan. Untuk yang laki-laki telanjang, untuk perempuan saya tidak tahu,” ujar Kusmana.

Menurut Kusmana, Agus memiliki 40 pengikut, 12 di antaranya anak-anak. Namun Kusmana tak tahu persis apa yang dilakukan Agus terhadap anak-anak tersebut. Agus, imbuhnya, memiliki seorang istri dan tiga anak. Tidak ada yang mencolok dari para pengikut aliran ini. Mereka hanya kompak memakai gelang batu giok dan ikat kepala warna merah putih.

Sejak 2002

Aliran Satria Piningit hadir di Kebagusan sejak sekitar tahun 2002. Menurut warga setempat, sebelumnya Agus mengembangkan aliran ini di wilayah Bekasi. Karena ditentang warga, Agus memindahkan markas aliran Satria Piningit ke Kebagusan.

“Kadang mereka nyanyi-nyanyi tidak jelas. Warga tahunya pertemuan biasa. Saya sudah tahu sejak tahun 2002, tetapi belum menjabat RT jadi tidak berani melaporkan,” kata Asmawi, Ketua RT 10/06 Kebagusan, Selasa siang.

Warga awalnya terganggu oleh kebisingan yang ditimbulkan oleh para pengikut aliran Satria Piningit ketika mengumandangkan nyanyian-nyanyian dalam bahasa jawa di antaranya lagu Cucakrowo. Mereka bernyanyi mulai tengah malam hingga sekitar pukul 03.00.

Beberapa hari lalu, warga minta polisi bertindak. Dua hari lalu, polisi menggerebek markas aliran ini. Polisi mendapati dua murid kesayangan Agus, yakni Ari Widiyanto dan Tumali, sedangkan sang pemimpin aliran dan Hairul Ahmad, penyandang dana, tak ada di markasnya.

Hingga Selasa petang, Ari dan Tumali masih diperiksa di Mapolrestro Jakarta Selatan. “Karena kasusnya menyangkut masalah kepercayaan, maka kasusnya dilimpahkan ke polres,” ujar Kepala Unit Reskrim Polsektro Pasarminggu, Iptu Suparmin, kemarin.

Pengamatan Warta Kota, markas aliran sesat ini berupa rumah berlantai dua berukuran 10 meter x 8 meter. Ruangan di lantai dua dihiasi gambar-gambar Presiden I RI, Soekarno. Diruangan ini juga ada alat-alat musik seperti gitar dan piano. Menurut warga setempat, pengikut aliran ini menggelar pertemuan di lantai satu yang berhiaskan gambar Semar, salah satu tokoh di dunia wayang.

Sementara itu, Kapolrestro Jakarta Selatan Kombes Chairil Anwar mengatakan bahwa pihaknya masih meneliti kasus ini. “Kami akan hati-hati karena ini menyangkut aliran kepercayaan,” ujarnya. Chairil menambahkan pihaknya masih mencari Agus dan Hairul Ahmad alias Putra.(*)

Kategori:Kriminal

Roy Suryo Ungkap Bukti Kekerasan Terhadap Agung

Desember 13, 2008 1 komentar

Liputan6.com, Jakarta: Jajaran Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menemukan bukti baru berupa rekaman tindak kekerasan yang diduga dilakukan pembalap nasional Ananda Mikola dan artis Marcella Zalianty, serta Sergio, adik Marcella. Keaslian rekaman kamera pengawas itu disampaikan oleh pakar telematika, Roy Suryo di Jakarta, Jumat (12/12).

Pihak Ananda dan Marcella akan menggugat Roy Suryo ke polisi karena memberikan pernyataan kepada publik. Pengacara Marcella, Minola Sebayang mengatakan, seharusnya gambar atau rekaman pengawas itu tidak boleh dibeberkan kepada publik tetapi harus dijelaskan pihak penyidik kepolisian atau dihadapan hakim di pengadilan. Minola menduga ada konspirasi antara Roy Suryo dan pengacara Agung.

Kapolres Jakpus Komisaris Besar Polisi Ike Edwin mengatakan, pihaknya sedang mendalami penemuan bukti baru berupa rekaman CCTV dan akan menentukan langkah selanjutnya. Tujuh orang telah ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Sedangkan rencana kepindahan penahanan Marcella ke Rutan Pondok Bambu sampai kini belum diketahui.

Mengaku Khilaf, Opa Garap Cucunya Hingga Hamil

Desember 12, 2008 1 komentar

Tomohon, KOMENTAR
Ungkapan bahwa seorang kakek seharusnya menjadi pelindung bagi cucunya sendiri, rupa-rupanya tidak berlaku bagi warga Kelurahan Woloan III, Lingkungan VIII, Kecamatan Tomohon Barat. Pasalnya, MP alias opa Tinus (63) nekat menggarap cucunya hingga hamil.

Akibat perlakuan bejat sang Opa, Mawar (bukan nama sebenarnya) yang masih berumur 16 tahun harus berhenti menuntut ilmu di bangku kelas II SMA, karena benih yang dikandungnya telah enam bulan. Putus sekolah merupakan kekecawaan dari Mawar.

Aksi bejat yang dilakukan Opa Gabet (Gatal Bete) ini terjadi sekitar bulan Juli 2008, pada siang hari di rumah korban yang terletak di Kelurahan Woloan. Informasi yang diterima harian ini menyebutkan, mulanya korban sedang tertidur pulas di dalam kamar, dan saat itu kedua orang tua korban sedang pergi ke kebun untuk bertani.

Tak pelak, sang opa yang sudah dirasuki nafsu setan langsung masuk ke dalam kamar korban. Melihat korban sedang tertidur pulas dan dalam keadaan terlentang, Opa yang hanya menggunakan singlet dan celana dalam langsung membekap mulut cucunya, kemudian melucuti pakaian korban satu persatu hingga korban telanjang. Tak hitung tiga opa langsung memperkosa cucunya sendiri.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya itu, Opa Gabet pun mengancam cucunya agar tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain. Belakangan, korban yang merasa tertekan karena mengetahui dirinya hamil terpaksa menceritakan perbuatan kakeknya kepada orangtuanya, dan melapor ke pihak kepolisian.

Sementara itu, di depan petugas, Opa Gabet itu mengaku hanya menggarap cucunya satu kali saja. “Kita kwa so khilaf lantaran kita pe maitua so nda ada. Mar kita da perkosa ta pe cucu cuma satu kali,” tutur Opa Tinus dengan nada menyesal.

Kapolres Tomohon, AKBP Suyanto SIK yang dikonfirmasi melalui Brigpol Calvin Mokoagow membenarkan kejadian pemerkosaan yang dilakukan seorang opa. “Yah memang benar, terlapor sudah kami tahan di Polres atas dugaan kasus mencabuli cucunya sendiri. Untuk itu, Ia akan dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Udang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” aku Mokoagow.(uly)

Kekeringan Melanda, ABG Dijadikan Penjaja Seks

Desember 11, 2008 Tinggalkan komentar

JAKARTA – Okezone.com

Dalam operasi yang dilakukan Polsek Taman Sari Sabtu malam 19 Juli 2008 di berbagai tempat hiburan malam di Jalan Hayam Wuruk di Komplek Lokasari Jalan Mangga Besar Jakarta Barat, polisi menemukan 10 perempuan di bawah umur yang ikut bekerja sebagai pekerja seks komersil.

Para remaja belia itu diduga merupakan korban trafficking yang diambil para mucikari dari berbagai daerah di Jawa. Menurut Seto Mulyadi aktivis perlindungan anak yang ikut menemui korban, mereka umumnya bekerja di tempat yang tidak layak itu lantaran dijebak.

“Saya berbicara dengan mereka ada di antaranya merasa diajak sebagai penari, karena kakaknya sudah bekerja lebih dulu, ada yang keluarga terjerat hutang untuk membayar anak itu diajak bekerja di tempat itu,” ungkap Seto Mulyadi saat berbincang dengan okezone, Minggu (20/7/2008).

Menurut dia, para remaja malang itu berasal dari di desa-desa yang penduduknya miskin dan tengah dilanda kekeringan.

“Mereka berasal dari wilayah yang panennya gagal karena musim kering.Karena kemiskinan orang tua mereka meminjam uang namun tidak bisa mengembalikan.Sehingga mereka dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersil,” terang pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini.

Sementara itu, penangkapan tersebut, menurut Kak Seto semakin membuka mata bahwa perlindungan terhadap ribuan anak-anak masih minim sehingga pemerintah harus lebih serius mengantisipasi maraknya kasus perdagangan anak.

“Itu bertentangan dengan UU perlindungan anak. Selama ini hal itu cenderung dibiarkan. Pelanggaran hak anak semakin serius. Pemerintah seharusnya lebih serius menangani hal ini karena Indonesia terikat konvensi perlindungan anak,” ungkapnya.

Demikian dia menyatakan apresiasinya terhadap jajaran kepolisian Polsek Taman Sari yang mau mengungkap kasus perdagangan anak di wilayah hukumnya.

“Langkah yang dilakukan oleh Polsek Taman Sari perlu diapresiasi dan perlu diikuti. Semua pihak harus bersama-sama mencegah, sektor pariwisata dan di daerah perbatasan,” pungkasnya.

Sementara itu menurut Kak Seto para korban itu akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing dan nantinya akan dititipkan di pusat rehabilitasi sosial anak di Bambu Apus.

Polda Metro Jaya Grebek Hotel Nikko dan Fashion

Desember 11, 2008 3 komentar

JAKARTA-Okezone.com

Polda Metro Jaya menggerebek dua tempat spa dan sauna di Hotel Nikko dan Hotel Fashion. Dari kedua hotel tersebut, polisi mengamankan puluhan wanita pekerja asal Indonesia dan Cina.

Dari Hotel Fashion, polisi berhasil menangkap satu orang dari tiga orang tersangka penjualan wanita atau women trafficking yang selama ini menjadi target operasi. Talito berhasil dibekuk polisi, sedangkan Robi dan Ahong masih buron. Keduanya saat ini dalam pengejaran aparat berwajib.

Dari hotel itu juga �berhasil diamankan 20 orang cungkok, dua orang asal Vietnam, satu orang dari Thailand dan Mongolia, bersama 42 wanita cantik yang masih berusia muda asal Indonesia.

Sementara itu dari Hotel Nikko, polisi mengamankan dua tersangka yang salah satu di antaranya diketahui sebagai manajer di sauna da spa di hotel tersebut. Di Hotel Nikko aparat berwajib menggiring 14 cewek cantik asal Indonesia yang bekerja sebagai pemijat di spa dan sauna hotel itu.

Penggerebekan terhadap kedua hotel itu dilakukan jajaran Polda Metro Jaya, sekira pukul 01.00 WIB, Selasa (2/12/2008). Petugas memeriksa mereka yang ditahan untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Diduga di kedua tempat itu tidak hanya memberikan spa dan sauna, tetapi sekaligus memberikan layanan plus. Hal itu dengan dengan banyaknya pekerja wanita muda yang berwajah cantik dan kerap menawarkan jasa jual diri bagi pelanggannya dengan bayaran tertentu.